Kamis, 24 April 2008

Pecatur Tarakan Borneo Makin Terasah

. Kamis, 24 April 2008

Hadirnya sejumlah turnamen catur nasional yang digelar sepanjang Januari hingga pertengahan April kemarin, tidak hanya dimanfaatkan oleh tim catur Kaltim untuk beruji coba, sebagai ajang pemanasan sebelum tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008, 6-17 Juli mendatang, tapi juga Pengkot Percasi Tarakan, sebagai ajang evaluasi bagi pembinaan yang dilakukan terhadap pecaturnya selama ini.

Ya, otoritas cabor catur di Bumi Paguntaka itu juga mengikutsertakan sejumlah pecatur tampil di beberapa turnamen, mulai dari Makassar sampai Jakarta. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan, terutama untuk pecatur mudanya.

Sebut saja MP Urbanus. Pecatur putra yang kini menginjang usia remaja itu mampu membawa Tarakan bertengger di peringkat pertama pada kejuaraan beregu yang berlangsung di Makassar. Urbanus yang hanya menjadi atlet sparing partner di puslatda catur Kaltim, justru tampil baik meski dibantu dua pelatih tim catur PON Kaltim MI Nasib Ginting dan GM Cerdas Barus. Ia bahkan sukses melampaui seniornya yang tak lain skuad inti tim catur PON Kaltim, yang hanya bertengger di peringkat empat. Di invitasi catur beregu master nasional, TASPEN Anniversary Cup VIII di Jakarta, 7-11 April kemarin, Tarakan juga mengirimkan pecaturnya. Hasilnya pun terbilang cukup baik. Dari 36 tim yang ambil bagian, Tarakan sukses bertengger di peringkat keempat, lewat tim beregu Tarakan 2 yang diperkuat Gunanto Limbang, MP Urbanus, Nasib Ginting dan Cerdas Barus.

Tarakan sebenarnya menurunkan dua tim. Tarakan 1 yang diperkuat MN Yaudi, Moes Santoso, Arpan dan MP Musa Kadzim, hanya menempati peringkat 19. Namun untuk perorangan, MN Yaudi berhasil terpilih sebagai pemain terbaik. Ia juga sukses meraih norma master-nya berkat poin 6.5 yang dikumpulkannya hingga babak terakhir.

Dibagian putri, Tarakan memang hanya menggantungkan harapan pada tim catur putri PON Kaltim. Maklum, semua pecatur andal Tarakan, masuk dalam skuad Kaltim. Kejutan dibuat MPW Nadia Anggraini di JAPFA Chess Fertival di Jakarta. Dari sekitar 40-an pecatur putri yang ambil bagian di kelompok senior, Nadia Anggarini yang baru berusia 13 tahun, mampu nangkring di peringkat empat, menggungguli pecatur kuat tanah air bergelar master nasional wanita. Pecatur putri Tarakan lainnya Dewi AA Citra, berada di peringkat 7 di bawah MN Susiana Handayani dan Maria M Sari Astuti.

Hasil ini diungkapkan Sekretaris Percasi Rusdianto Rasyid SE, cukup menggembirakan, sebagai bukti keberhasilan pembinaan yang telah dilakukan selama ini. Namun bukan tanpa evaluasi. Pembenahan dikatakannya, tetap dilakukan secara terus menerus agar, kemampuan pecatur bisa lebih meningkat lagi. Apalagi Percasi Tarakan punya misi besar, ingin menjadikan Tarakan sebagai basis pembinaan catur di wilayah timur Indonesia. Tanpa evaluasi, mustahil bisa terwujud. (Hms subpbpon)

Sumber : SUBPBPON.TARAKANKOTA.GO.ID (24 April 2008)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com