Sabtu, 18 April 2009

Siswa SMK 1 Tarakan Wakili Kaltim Borneo ke LKS Nasional

. Sabtu, 18 April 2009

Prestasi yang sangat membanggakan diraih siswa SMK 1 Tarakan. Pada Lomba Keterampilan Siswa (LKS) se-Kaltim Borneo, Nova Ariyanto, Irawati dan Suryani menoreh prestasi gemilang.

SENYUM bangga yang terpancar dari ketiga siswa SMK 1 Tarakan. Hal itu karena mereka baru saja berhasil mencetak sejarah sekolah dan membawa nama baik Kota Tarakan dengan memboyong tiga buah tropi tetap dalam LKS se-Kaltim Borneo yang digelar di SMK 3 Balikpapan pada 13 hingga 15 April lalu. Nova Ariyanto yang meraih juara I akomodasi perhotelan, Irawati yang meraih juara II Akuntansi dan juara III Tourist Industry diraih oleh Suryani. Yang semuanya adalah siswa siswi kelas 12.

Ketiga siswa ini berhasil memboyong piagam penghargaan juara umum dalam lomba yang diikuti 139 peserta dari 12 kabupaten dan kota di Kaltim Borneo. Dalam lomba itu, mereka masing-masing ditemani guru pembimbing yakni Irwan, Usman dan Syarifah Zainab.

Pencapaian prestasi yang membanggakan itu bukannya faktor keberuntungan. Pihaknya sekolah sudah mempersiapkan secara matang jauh-jauh hari sebelumnya.

“Yang diberangkatkan dalam lomba LKS yakni siswa yang lolos seleksi yang telah kami lakukan sebelumnya,” tutur Direktur SMK 1 Milson Milkias kepada Radar Tarakan Sabtu (18/4).

Menurut Milson, prestasi ini sangat amat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi siswa lainnya maupun guru yang membimbing agar ke depan bisa meraih prestasi yang lebih gemilang lagi. “Kami optimis siswa SMK 1 Tarakan mampu bersaing baik untuk seluruh SMK se-Kaltim Borneo maupun setingkat nasional dalam mempertahankan prestasi yang diraih saat ini,” ujarnya.

Nova Ariyanto, yang menjadi juara I LKS kategori Akomodasi Perhotelan mengaku bangga bisa mengangkat kota Tarakan dalam memenangkan lomba tingkat provinsi ini. Dirinya optimis bahwa kedepannya ia pasti bisa meraih lagi juara ke tingkat nasional. “Ya kalau bisa ke tingkat ASEAN atau lebih tinggi lagi ke tingkat dunia,” harapnya.

Untuk meraih semua ini, kata Nova memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi perlombaan ini mendekati hari Ujian Nasional (UN). Ia harus mengejar target bagaimana bisa membagi waktu untuk mempersiapkan lomba dan sekaligus mempersiapkan UN.

Namun pihak sekolah terus memberikan semangat dan dorongan agar tidak merasa pesimis dengan adanya persaingan ketat baik UN maupun pada lomba LKS. Yang menjadi bangga, dirinya akan menjadi wakil Kaltim Borneo di ajang nasional akhir Mei mendatang, jika berhasil ketingkat nasional, bukan tidak mungkin akan mewakili Indonesia ke tingkat Asian Skill. “Untuk persiapan ke tingkat nasional saya berpatokan pada kekurangan yang kemarin terutama sikap kerja, hasil kerja, dan efesiensi waktu,” ungkap Nova optimis.

Guru Pembimbing, Irwan menuturkan pihaknya memiliki dua strategi dalam membimbing siswanya yakni internal dan eksternal. Secara internal dilakukan oleh pihak sekolah, sementara eksternal dilakukan semacam program pelatihan yang bekerjasama dengan pihak Swissbel Hotel selama 2 minggu.”Persiapan tingkat nasional pun akan ada lagi pelatihan di sana (Swissbel Hotel) untuk mempertajam skillnya,” kata Irwan.

“Persiapan ini akan lebih diperkuat lagi yang difokuskan pada speedy time (kecepatan waktu) dalam bekerja dan english-nya juga dipertajam,” tambahnya.

Tidak kalah menariknya dengan prestasi Irawati dan Suryani. Meski mereka tidak ikut mewakili lomba nasional nanti namun semangat juang mereka dalam meraih prestasi ini memang patut diacungi jempol. Dengan keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah untuk mendukung persiapan lomba. Mereka tetap mampu meraih juara I dan II di tingkat provinsi.”Ini adalah pengalaman berharga. Tidak hanya itu kami juga bisa banyak teman diberbagai daerah,” ungkap Suryani bangga.

Mengenai kurangnya fasilitas, kata Guru pembimbing Syarifah Zainab, memang kami masih kekurangan tenaga pengajar dalam bidang pariwisata serta kurangnya laboratorium Hotel dan Usaha Perjalanan Wisata. “Keberhasilan ini merupakan usaha yang maksimal walaupun dalam keterbatasan,” katanya.

Diharapkan, pihak pemerintah dapat membantu terwujudnya fasilitas yang masih minim untuk menunjang pendidikan siswa kedepannya.”Semoga ke depannya kami dapat mempersiapkan lebih baik lagi dan tentunya dengan dukungan pemerintah dan instansi terkait,” harap Syarifah.(***)

Sumber : Radar Tarakan (19 April 2009)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com