Kamis, 25 Februari 2010

City Walk Dialihkan Dekat Islamic Center

. Kamis, 25 Februari 2010

City Walk Dialihkan Dekat Islamic CenterTARAKAN – Proyek city walk yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan era Wali Kota Jusuf S.K., dipastikan mulai diwujudkan tahun ini. Namun terjadi perubahan lokasi.

Semula, kawasan yang khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki dan di dalamnya telah didesain taman yang apik akan dibangun di sekitar Bandara Juwata atau lokasinya sekitar belakang Kantor Stasiun Karantina Hewan. Namun informasi terbaru, lokasinya dipindahkan ke Kampung Empat atau bersebelahan dengan kawasan Islamic Center (Masjid Raya Tarakan).

“Pada intinya (proyek city walk, Red.) tetap dilanjutkan, namun lokasinya yang berbeda dari rencana awal,” tandas Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) H.M. Julkifli kepada Radar Tarakan Kamis (25/2).

Ia menyampaikan, saat ini pihak DKPP sedang mendesain city walk yang akan dibangun di lokasi baru. Selain dilengkapi dengan taman yang apik maupun fasilitas pejalan kaki, city walk juga akan dilengkapi beberapa fasilitas pendukung.

“Kenyamanan dan keindahannya merupakan konsep utama kami,” ujarnya.

Sebelum dikerjakan, DKPP juga akan melaksanakan proses pelelangan. Julkifli berharap, Maret nanti kegiatan sudah mulai berjalan. “Insya Allah jika tidak ada halangan sudah kita mulai proyeknya,” harapnya.

Ia mengaku, sejauh ini pihaknya sudah mengkoordinasikan berbagai kendala dalam melanjutkan proyek yang sudah lama diwacanakan tersebut. Termasuk lahan warga yang terkena proyek, kata Julkifli, sudah dikoordinasikan.

”Sudah dikonsultasikan di awal sebelumnya supaya tidak menghambat proyek yang kita lakukan,” jelasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Komisi III (membidangi pembangunan) DPRD Tarakan Supa’ad Hadianto membenarkan adanya pemindahan lokasi city walk.

Pengalihan ini lantaran lokasi yang direncanakan awal digunakan untuk pembangunan radar kontrol pesawat. Mengingat kepentingan yang lebih besar tersebut, September 2009, DPRD kemudian mengajukan permohonan dari Pemkot untuk izin prinsip pemindahan lokasi. Akhirnya, disepakati city walk dipindahkan di Kelurahan Kampung Empat, sekitar kawasan Islamic Center.

“Pembangunan city walk ini memang proyek 2009 dengan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar. Sudah ada pemenang lelangnya juga. Tetapi ketika mau diproses, ternyata ada problem, lokasi bandara digunakan untuk pembangunan yang lebih penting, sehingga ada pemindahan lokasi,” beber Supa’ad Hadianto.

Meski pengerjaan tertunda hingga 2010, dia memastikan anggaran yang disediakan di APBD 2009 masih bisa digunakan lantaran sudah ada pemenang lelang. Hanya saja diakuinya, pembangunan ini akan dikerjakan dalam beberapa tahap, sehingga DPRD Kota Tarakan akan mengajukan penambahan jumlah anggaran. Penambahan tersebut diajukan dalam anggaran perubahan 2010 hingga total keseluruhan dana pembangunan mencapai Rp 9 miliar.

“Anggaran tahun 2009 sebesar Rp 3,8 miliar ini tidak cukup sehingga kemungkinan besar akan bertambah pada Perubahan APBD 2010. Penambahan anggaran yang akan diajukan, menurut perkiraan total anggaran diperlukan hampir Rp 9 miliar. Karena ini bertahap, Insya Allah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Supa’ad menuturkan, taman kota tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi keluarga yang diupayakan berkembang dengan baik, di samping akan ada tambahan ruang terbuka hijau di sekitarnya untuk memenuhi amanat undang-undang (UU).

“Sesuai dengan hasil rapat, dihimbau DKPP secepatnya tindak lanjuti pembangunan tersebut minimal Maret sudah berjalan karena pemenang lelang sudah ada. Otomatis tinggal buat kontrak bersama antara pemenang lelang dengan pengguna anggaran di DKPP,” harapnya.

“Pengerjaannya ini bertahap mulai dari penimbunan, pematangan lahan kemudian pembangunan fisiknya. Leading sector pembangunan ini sesuai tupoksi ada di DKPP yang dipercayakan untuk mengerjakannya. Diharapkan penataan kota semakin baik apalagi ada space ruang terbuka hijau. DPRD sangat dukung program ini karena pembangunan ini tidak untuk menghamburkan anggaran. Karena sudah ada perencanaan secara matang begitu pula manfaat dan kegunaan city walk ini ke depan,” tambah Supa’ad Hadianto.

Menurut dia, diperkirakan 2011 city walk sudah bisa dimanfaatkan. Selain itu, Supa’ad mengatakan, karena kawasan tersebut akan jadi salah satu fasilitas umum yang disediakan pemkot untuk masyarakat Tarakan, seperti dimanfaatkan sebagai arena olahraga dan rekreasi keluarga. Ia juga menambahkan, hingga kini belum ada rencana untuk menarik retribusi di kawasan city walk tersebut. (*/muz, */dta)

Sumber : Radar Tarakan (26 Februari 2010) Borneo

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com