Senin, 15 Februari 2010

Masjid Al Amin Tarakan Nyaris Ludes

. Senin, 15 Februari 2010

Kebakaran di Radio At Tanwir

BORNEO - Kemarin (14/2) sekitar pukul 11.00 Wita, masjid Al-Amin di Jl Yos Sudarso terbakar. Untungnya kebakaran tak sampai meluas dan hanya menghanguskan ruang studio radio At Tanwir, yang memang menyatu dengan masjid. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan arus pendek (korsleting).

Salah satu saksi mata, Amat Jaiz (40) mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. “Saat itu saya sedang sarapan, kemudian saya lihat sudah ada asap tebal keluar dari jendela di lantai dua. Saat itu juga saya lari dan panggil orang-orang, tapi api sudah mulai besar,” kata pria yang rumahnya berseberangan dengan masjid itu.

“Karena pintu masuk ke studio tersebut dikunci, kamipun berupaya memadamkan api dengan cara memecahkan jendela studio. Di dalam studio tidak ada orang sama sekali. Tapi kecepatan kobaran api tak dapat dielakkan. Api menyebar cepat hingga menghanguskan semua perangkat studio,” lanjut pria yang berdiam di RT 13 No 04 ini. Hal yang sama juga dikatakan Muhammad Idrus Bara (51) dan Latief, pengurus masjid Al-Amin. “Saya masih di dalam masjid (lantai 1) ketika kebakaran,” kata Latief.

Dalam rentang waktu 20 menit kemudian, petugas Pemadam Kebakaran (PMK) dengan 6 mobil PMK tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman. “Setelah mendapatkan informasi kami langsung menuju ke lokasi. Karena hari libur dan jalan cukup padat, setelah 20 menit kemudian kami baru sampai. Dan langsung terjun melakukan pemadaman. Namun ternyata tidak ada yang dapat diselamatkan. Semua perangkat studio sudah ludes dilahap api,” beber kepala PMK Tarakan, Hariyanto.

Akhirnya apipun dapat dipadamkan setelah 20 menit kemudian, sekitar pukul 11.45 Wite. “Kami berharap, untuk ke depannya harus ada kesiapan pencegahan dini sebelum akhirnya terjadi seperti ini. Karena penyebab kejadian kebakaran sangat banyak dan salah satunya adalah karena korsleting listrik. Seperti yang terjadi di lantai 2 masjid Al-Amin ini,” terang Hariyanto. Kepolisian sendiri sampai saat ini masih memeriksa beberapa saksi, untuk memastikan penyebab kebakaran ini.

Terpisah, Pimpinan Kantor Dakwah Muhammadiyah Kota Tarakan, Syamsi Sarman membenarkan jika kebakaran diduga akibat korsleting listrik di studio Radio At-Tanwir tersebut. “Karena Studio Radio At-Tanwir memang sudah 1 tahun tidak dijalankan. Hal ini dikarenakan masih menunggu izin dari pemerintah. Mungkin karena korsleting akhirnya terjadi kebakaran,” kata Syamsi.

Ia mengatakan, beruntung kejadian di lantai 2 ini tidak sampai ke ruang salat di lantai 1. Karena aliran listrik di lantai 2 dan lantai 1 terpisah. Sehingga tidak api tidak sampai berkobar kemana-mana. “Selain itu, dengan beberapa orang dan Petugas PMK yang telah bekerja keras memadamkan api, akhirnya apipun dapat padam tanpa menimbulkan korban jiwa,” katanya. Yang jelas, kata dia akibat kebakaran ini kerugian diperkirakan mencapai Rp 150 juta. “Paling tidak dengan kejadian ini kita dapat mengambil hikmahnya. Agar kebih waspada dan berhati-hati,” tandasnya.

Kebakaran itupun menjadi tontonan ratusan warga baik yang berada di sekitar masjid Al-Amin maupun yang melintas. Selain petugas masyarakat dan petugas PMK, beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat Kepolisian ikut mengamankan dan mengawasi pemadaman.

Untuk diketahui, radio At-Tanwir 103.2 FM didirikan pertama kali pada tahun 1995 di masjid Al-Amin atas prakarsa ulama-ulama Muhammadiyah Kota Tarakan. Studio radio dengan luas sekitar 2 x 6 meter tersebut memiliki slogan atau motto Melangkah Bersama Dalam Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar.

“Namun satu tahun terakhir ini studio tersebut terpaksa vakum karena menunggu izin dari pemerintah” kata salah satu pemrakarsa Radio At-Tanwir, Syamsi Sarman. Didirikannya Studio Radio yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso RT. 11 lantai 2 Masjid Al-Amin Jembatan Besi (Jembes) Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan ini bertujuan untuk mendukung dakwah yang sarat dengan tantangan dan rintangan. “Karena dakwah itu kan tidak hanya dilakukan dengan face to face, melainkan dengan berbagai strategi dan salah satunya lewat radio,” terangnya.

Kru yang terlibat di dalam menjalankan Radio At-Tanwir sekitar 7 orang kebanyakkan dari Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Al-Amin. Setiap kru memiliki tugas dan perannya masing-masing sesuai dengan job siaran. “Ada siaran dakwah, mengaji, nasyid dan lainnya,” tegasnya.

Masjid Al-Amin sendiri adalah salah satu masjid tertua di Kota Tarakan. Luas lahannya sekitar 30 x 30 meter yang terletak di Jl. Yos Sudarso RT 11 Jembatan Besi (Jembes) Kecamatan Tarakan Timur. Masjid ini awalnya hanya musala. Pada tahun 1983 musala Al-Amin berubah menjadi masjid Agung Al-Amin. Tentang kepastian berdirinya musala Al-Amin Syamsi mengaku tidak tahu persis. “Pembangunan awalnya langsung dibangun 2 lantai seperti yang dilihat sekarang ini,” beber pria beranak 4 ini. Adapun lahan masjid adalah tanah wakaf bapak mandor Yusuf Gandut yang juga tinggal di Jembatan Besi. (*/jaj/*/sur)

Sumber : Radar Tarakan (15 Februari 2010)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com