Selasa, 02 Maret 2010

52 Kota Inflasi, Tertinggi Tarakan

. Selasa, 02 Maret 2010

JAKARTA - Berdasarkan hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 66 kota pada bulan Februari 2010, disebutkan bahwa 52 di antaranya mengalami inflasi, sedangkan 14 kota sisanya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat terjadi di Tarakan, yakni sebesar 1,82 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,68. Sedangkan yang terendah terjadi di Jember, sebesar 0,04 persen dengan IHK 118,93.

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Maumere, sebesar 1,30 persen dengan IHK 128,79, dan yang terendah tercatat terjadi di Ternate, sebesar 0,07 persen dengan IHK 122,13. Secara keseluruhan, BPS menyatakan bahwa pada bulan Februari 2010, terjadi inflasi sebesar 0,30 persen dengan IHK sebesar 118,36.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga, yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,40 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,20 persen, kelompok kesehatan 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen, serta pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,11 persen,” ungkap Kepala BPS Pusat, Rusman Heriawan, dalam jumpa persnya di Kantor BPS, Senin (1/3).

Sedangkan kelompok sandang, sebut Rusman pula, pada bulan Februari 2010 mengalami penurunan indeks sebesar 0,47 persen. Disebutkan lagi, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Februari 2010, antara lain adalah beras, cabe rawit, daging ayam ras, tomat sayur, bawang merah, bubur nasi, nasi dengan lauk, gula pasir, rokok kretek, rokok kretek filter, kontrak rumah, sewa rumah, upah tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, upah pembantu rumah tangga, serta sepeda motor. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, di antaranya adalah emas, perhiasan, ikan segar, telur ayam ras, kentang, jeruk, minyak goreng dan telepon seluler.

“Kelompok komoditi yang memberikan andil inflasi pada bulan Februari 2010, masing-masing kelompok bahan makanan (sebesar) 0,18 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen, kelompok kesehatan 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok sandang pada bulan Februari 2010 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,04 persen,” ujar Rusman lagi.

Grafik lonjakan inflasi pada Januari mulai melandai di Februari. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi sepanjang bulan lalu sebesar 0,30 persen. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, inflasi maupun indeks harga konsumen (IHK) pada Februari memang lebih kondusif. “Jauh lebih rendah dari inflasi Januari yang sebesar 0,84 persen,” ujarnya di Kantor BPS kemarin (1/3). (yud/owi)

Sumber : Radar Tarakan (2 Maret 2010) Borneo

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com