Kamis, 25 Maret 2010

Lion Air Mulai Simulasi

. Kamis, 25 Maret 2010

Lion Air Mulai Simulasi Rute Tarakan – Jakarta dan Jakarta – TarakanRUTE Tarakan – Jakarta dan Jakarta – Tarakan direct menjadi idola baru bagi maskapai penerbangan di Indonesia. Setelah Batavia Air, kini menyusul Lion Air yang rencananya akan menerbangkan satu armadanya pada rute tersebut. Armada yang disiapkan tersebut dari jenis Boeing 737 - 900ER dengan jumlah penumpang sekitar 200-an orang.

Rachimsyah, Plt Station Manager Lion Air Tarakan menyebutkan saat ini perizinan terkait rencana penerbangan rute Tarakan – Jakarta direct tersebut sudah komplet. Kini, tinggal pelaksanaan persiapan internal yang dilakukan Lion Air baik di Jakarta maupun Tarakan. “Simulasi dimaksud dilaksanakan sambil jalan seperti mengalkulasikan kecepatan proses check in, lalu kesiapan perangkat teknologi IT. Untuk IT, kami mendatangkan teknisi yang akan menginstalasi line-nya,” ucap Boim, panggilan akrab Rachimsyah.

Proses tersebut, kata Boim dilakukan agar awak darat Lion Air tak kaget saat penerbangan perdana Jakarta – Tarakan mulai dilaksanakan. Untuk diketahui, Lion Air sebenarnya bukan maskapai penerbangan baru yang melayani kebutuhan transportasi udara di Tarakan. Sebab, di tahun 2007 sebelum vakum Lion Air menjadi salah satu maskapai penerbangan pilihan masyarakat Tarakan. “Untuk reservasinya sendiri, sebenarnya sudah dibuka namun sementara ini hanya beberapa agen yang bisa melihatnya (sekitar 5 agen,Red). Sementara sub agen, masih dalam proses penjajakan. Dari itu, kami akan datangi mereka langsung,” ujarnya.

Lion Air jenis Boeing 737 – 900ER tersebut, akan terbang dari Jakarta pukul 02.40 waktu setempat dan tiba di Tarakan pukul 06.15 waktu setempat. Sementara, take off dari Bandara Udara Internasional Kelas 1 Khusus Juwata Tarakan pukul 07.00 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 08.30 waktu setempat. “Pastinya untuk penerbangan perdana ini, harganya promo. Dan, kisarannya tak jauh dari harga promo dari maskapai penerbangan lain yang melayani rute ini,” terang Boim kepada wartawan harian ini, kemarin.

Secara teknis, pesawat ini memiliki daya angkut sekitar 4 ton sudah termasuk bagasi dan kargo. Kelasnya ada dua, yakni business class dan ekonomi. Bisa mengangkut total penumpang 205 orang yang terdiri dari 195 sheet ekonomi dan 10 sheet bisnis. “Kenapa kami memilih rute ini? Tentunya karena prospeknya bagus, dan kenapa pagi lantaran kami mempertimbangkan kemudahan connecting flight yang akan dilakukan penumpang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Udara Internasional Kelas 1 Khusus Juwata Tarakan H Husni Djau mengungkapkan, pesawat Lion Air Boeing 737 – 900ER tersebut akan memperbanyak pilihan bagi masyarakat Tarakan yang ingin bepergian ke Jakarta langsung tanpa harus transit dengan harga yang cukup bersaing. Selain itu, pesawat ini juga akan mencetak sejarah baru bagi penerbangan komersial di Tarakan khususnya bagi Bandara Udara Juwata Tarakan. “Pesawat ini adalah pesawat yang paling maksimal bisa mendarati bandara kita. Lantaran, panjang runway-nya masih 2.250 meter sementara untuk terbang atau landing, jenis ini butuh landasan sepanjang 1,8 kilometer (km),” imbuhnya.

Namun, setelah proses pengembangan runway menjadi 2.500 meter dengan lebar 45 meter usai di tahun 2012, bandara udara Juwata mampu didarati pesawat narrow body atau berbadan lebar seperti Airbus 330 atau Boeing 767.(ndy)

Sumber : Radar Tarakan (26 Maret 2010) Borneo

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com