Selasa, 26 April 2011

Air PDAM Tarakan Berbau Busuk dari Embung Binalatung

. Selasa, 26 April 2011

PDAM Tarakan Bakal Kuras Lagi, Butuh Waktu Seminggu

Warga Tarakan Keluhkan Air PDAM Kuning dan Bau - Ardiz Borneo
TARAKAN - Direktur Utama PDAM Tarakan, Agus Adnan membenarkan keluhan-keluhan warga yang masuk melalui rubrik Warga Bicara di Radar Tarakan, bahwa kondisi air bersih yang dihasilkan PDAM dari Embung Binalatung berbau dan berwarna kecoklatan.

Menurut Agus, kondisi tersebut terjadi karena PDAM masih melakukan tahap ujicoba power listrik yang sudah diaktifkan di Embung untuk dilakukan pengaliran air selama 24 jam.

“Sebenarnya air tersebut sudah jernih, namun baunya yang masih pekat karena ada proses pembusukan di embung,” kata Agus Adnan kepada Radar Tarakan kemarin (25/4).

Ujicoba tersebut dilakukan PDAM pada hari Jumat (22/4), dan sebagai konsekuensinya PDAM kembali memberlakukan penggiliran karena tuntutan masyarakat adalah kualitas bukan kuantitas. “Saat ini biarlah bergilir dulu agar kualitasnya bagus,” kata Agus.

Meski demikian, dikatakan Agus, pada Jumat tersebut power listrik untuk 24 jam pengaliran PDAM ini sudah kembali diaktifkan. “Memang permasalahan di intake lama tersebut ada pada pompa sehingga kita mengaktifkan yang baru dan yang baru ini prosesnya seperti ini,” tuturnya.

Dia mengkhawatirkan, jika pelaksanaan ujicoba memerlukan waktu yang lama maka akan dilakukan pengurasan di embung terlebih dahulu. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 2.500 pelanggan PDAM yang harus menikmati air PDAM yang kotor dan berbau tersebut. Ini tersebar di beberapa wilayah, seperti kelurahan Kampung Satu/Skip, Markoni, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Kampung Enam, Kampung Empat dan Mamburungan.

Dalam 2-3 hari ke depan, PDAM sendiri akan melakukan pengurasan embung yaitu dengan membuang air di dasar embung dengan tetap mengupayakan agar air berjalan 24 jam. Pengurasan embung ini sedikitnya membutuhkan waktu selama seminggu.

“Nanti kalau sudah stabil kualitas air embung tersebut pasti akan kita manfaatkan, karena kemarin sempat terhenti dan PDAM tidak menggunakan air embung namun menggunakan over flow air embung yang kita manfaatkan di intake lama,” jelasnya.

Untuk jatah bergilir dalam beberapa hari ini, sambungnya, PDAM akan memberlakukan giliran per wilayah setiap tiga hari sekali.

Meski demikian, Agus tidak menampik jika pengurasan embung ini sudah dilakukan beberapa kali. Bahkan di tahun 2010, embung Binalatung juga pernah dikuras karena kualitas airnya kotor.

“Dulu ujicoba menggunakan genset, apakah pompa-pompanya bagus atau tidak. Pompa sudah bagus namun saat mau kita operasikan genset tidak bisa 24 jam, hanya 10 jam,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya kembali mengaktifkan pipa lama. “Saat ini listrik sudah mulai masuk dan otomatis yang masuk tersebut masih mengalami kendala pembusukan.(ddq)

Sumber : radartarakan (26 April 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com