Kamis, 30 Juni 2011

Dua Potensi Ekonomi di Tarakan Mulai Turun

. Kamis, 30 Juni 2011

TARAKAN – Saat ini, sektor ekonomi yang menjadi primadona peningkatan pertumbuhan ekonomi di Tarakan, diduduki sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Hal tersebut dikemukakan pakar ekonomi dari Universitas Borneo Tarakan, Margiyono SE MSi. Namun diduga telah mencapai posisi full employment (titik maksimal), sehingga Pemerintah Kota Tarakan perlu berinovasi agar tidak terjadi penurunan (decreasing).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UB Tarakan ini mengungkapkan, sektor perkayuan dan perikanan yang sebelumnya justru penggerak roda ekonomi Tarakan, tahun ini turun. Potensi decreasing untuk sektor kayu ditandai dengan kebutuhan tenaga kerja pada perusahaan kayu seperti PT. Intracawood Manufacturing, dan PT Idec Abadi Wood Industries mulai berkurang.

“Dari penelitian, kebutuhan tenaga kerja di perusahaan kayu ini tidak mengalami penambahan. Yang terjadi turn over, hanya keluar dan masuk. Itupun jumlah tenaga kerja yang keluar lebih banyak sedangkan yang masuk lebih sedikit. Ini tanda-tanda bahwal sektor kayu mulai menurun,” terang Margiyono.

Demikian pula sektor perikanan, meski Tarakan sebagai wilayah kepulauan sebelumnya menyatakan diri kaya akan hasil laut. Tambak-tambak yang secara gerografis terletak hampir di daerah pesisir pulau Tarakan, dinilai sudah tidak seproduktif dahulu.

“Tambak kita sudah tidak terlalu menghasilkan, penyerapan pasar juga tidak tinggi. Jadi dua sektor ini (kayu dan perikanan) mengalami full employment berpotensi decreasing,” jelasnya kepada Radar Tarakan.

“Kalau secara teoritis, posisi maksimal ini harus dijawab oleh inovasi daerah. Salah satunya, kalau kita bicara bagaimana meningkatkan barang ekspor melalui barang primer melalui pelabuhan, barang ekspor yang dikirim ke negara luar ini pengolahannya harus di Tarakan,” sambung dosen ekonomi dan agribisnis UB Tarakan ini.

Dimungkinkan bila ada pengelolaan dari sektor perkebunan seperti kepala sawit, perlu kelengkapan infrastruktur yakni pabrikasi atau industry pengolahan di Tarakan. Mutlak menjadi sebuah keniscayaan jika ada kerja sama regional antardaerah Tarakan dan sekitarnya. Pabrikasi di Tarakan, sedangkan wilayah utara lainnya mensuplai bahan baku.

“Tarakan harus menyediakan berbagai infrastruktur untuk stimulus pengusaha memilih Tarakan sebagai lokasi industri. Baik infrastruktur transportasi, komunikasi dan energi. Kalau selama ini hanya menjual produk barang primer dan setengah jadi, lapangan pekerjaan hanya sampai pada tingkat kedua aktivitas ekonomi. Maka perlu sampai proses akhir, hingga pengemasan dan pengiriman,” bebernya.

“Ini menjadi posisi alternatif menghadapi tingkat maksimal dari sektor lainnya. Disatu sisi lain meningkatkan nilai tambah produk jika dijual ke luar negeri, dampaknya pada peningkatan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat ini akan menjadi signifikan,” pungkas Margiyono.(dta)

Sumber : radartarakan.co.id (30 Juni 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com