Jumat, 17 Juni 2011

Gerhana Bulan Total Terlihat Sempurna di Wilayah Utara

. Jumat, 17 Juni 2011

TARAKAN – Gerhana bulan total juga terlihat sempurna di wilayah utara, khususnya di Tarakan. Sejumlah warga rela bangun tidur lebih awal atau bahkan ada yang memilih bergadang hanya untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.

Tini misalnya, warga Jalan Aki Balak mengaku bangun tidur lebih awal untuk menyaksikan gerhana bulan total. “Tidak sia-sia menahan kantuk setelah melihat indahnya gerhana bulan tadi,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bulungan Armunanto mengatakan, gerhana bulan yang terjadi dini hari kemarin hanya berdampak pada pasang surut air laut, tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap cuaca. Terlebih akan datangnya bencana seperti di percaya sebagian masyarakat Indonesia. Sebenarnya, meski tidak terjadi gerhana, tetap ada pengaruh pasang surut, pasalnya gerhana terjadi pada bulan purnama yang selama ini mempengaruhi pasang surut air laut.

“Kalau secara teoritis atau ilmiah, pengaruh gerahana bulan hanya pasang surut pada saat terjadinya gerhana dan purnama, soal bertambah atau berkurang pasang surutnya, saya kurang tahu. Kalaupun ada yang mengkait-kaitkan dengan datanganya bencana itu, hanya pengalaman tempo dulu,” kata Armunanto kepada Radar Tarakan kemarin.

Termasuk juga cuaca cerah kemarin. Menurut Armunanto, bukan pengaruh dari adanya gerhana bulan. Untuk diketahui, Rabu (15/6) kemarin, Tanjung Selor dan sekitarnya diselimuti awan mendung. Namun, pasca gerhana bulan kemarin, kondisi cuaca di Tanjung Selor jadi cerah. ”Tidak ada pengaruhnya gerhana bulan dengan cuaca,” tegasnya.

Dari pengamatan wartawan koran ini, gerhana bulan terjadi mulai sekitar pukul 02.30 Wita. Puncaknya sekitar pukul 03.30. Pukul 05.05, totalitas pun berakhir dan bulan mulai menampakkan dirinya.

Armunanto menjelaskan, saat terjadi gerhana, bulan, bumi, dan matahari terletak dalam satu garis lurus. Saat gerhana bulan total, seluruh permukaan bulan benar-benar tertutup oleh Bumi. Meskipun demikian, bulan tidak akan berwarna gelap seperti matahari ketika mengalami gerhana. Jika bulan terlihat berwarna merah karena pengaruh atmosfer. Ini bisa jadi juga indikator polusi. Kalau polusinya makin tinggi, warna merahnya makin pekat.(ian)

Sumber : radartarakan.co.id (17 Juni 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com