Selasa, 05 Juli 2011

Atasi Banjir, Tiga Sungai Harus Dikendalikan

. Selasa, 05 Juli 2011

TARAKAN - Asisten II Sekretariat Kota Tarakan, Sofian Raga mengatakan, agar banjir tidak semakin parah di kota Tarakan ini, perlu keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. Pasalnya, Tarakan ini adalah sebuah pulau. Jika air yang mengalir dari hulu daratnya ke laut tidak ada ruang yang cukup di sungai, maka ada kemungkinan air akan meluap.

“Kecenderungan air akan mengalir dari tinggi ke rendah, dan air-air tersebut akan mengalir melalui drainase yang menjadi anak-anak sungai menuju ke induknya yaitu sungai,” kata Sofian.

Untuk itulah, sungai yang menjadi tempat mengalirnya air tersebut harus mempunyai ruang yang cukup untuk menampung debit air. Sementara untuk drainase-drainase yang ada, lebih banyak berfungsi untuk memperlancar aliran sungai tersebut.

“Drainase yang kecil memang betul dibersihkan, tapi sungai jangan diabaikan,” kata Sofian.

Pasalnya, jika sungai tidak sanggup menampung debit air yang besar akibat ruang sungai yang mengecil dan menyempit, maka air yang mengalir dari drainase menuju sungai akan meluap dan menyebabkan banjir. Pemerintah kota sendiri secara bertahap mengaku tetap memikirkan persoalan ini secara kontinyu. Salah satu contoh aliran sungai yang sudah bisa diatasi adalah Sungai Sesanip di Jalan Aki Balak.

“Dulu sebelum diperlebar sungai Sesanip, bandara selalu banjir kalau hujan datang. Tapi coba lihat sekarang, artinya di sungai itu sudah ada ruang yang cukup untuk menampung debit air,” kata Sofian kepada Radar Tarakan kemarin (4/7).

Memang selain memelihara sungai, drainase juga penting untuk dijaga agar air yang mengalir tidak terhambat untuk masuk ke sungai.

“Untuk kondisi sekarang ini, sebaiknya jangan ada penambahan-penambahan pemukiman di badan sungai lagi agar ruang untuk sungai tetap cukup baik lebar dan kedalamannya,” ungkapnya.

Apalagi saat ini pemerintah kota Tarakan masih dalam proses penanggulangan banjir melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) bersama konsultan yang ahli di bidangnya akan membuat desain program yang cocok. Ini penting agar luapan air yang datang ketika hujan datang, bisa tertampung di badan sungai.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah kota adalah dengan melakukan pelebaran-pelebaran sungai sekaligus pendalaman-pendalaman, dengan harapan air seluruhnya dapat tertampung di badan sungai dan tidak tumpah sampai ke pemukiman warga.

Terkait rumah-rumah warga yang banyak berada di pinggir bahkan badan sungai, menurutnya tentu akan dilakukan kajian oleh pemerintah kota. “Kita tentu akan kaji secara cermat dan tepat, kemudian akan disosialisasikan kepada mereka apa yang akan dilakukan pemerintah,” jelas Sofian.

Menurutnya, untuk menangani banjir di Tarakan, perlu ada pendapat masyarakat dan pemerintah sehingga ada program dan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Mengenai waktu relatif karena pemerintah butuh konsep yang jelas, dukungan anggaran dan lainnya, sehingga ketika program ini berjalan maka semuanya dapat berjalan sesuai rencana,” pesannya.

Dikatakan Sofian Raga, saat ini sedikitnya ada tiga sungai besar yang perlu dikendalikan agar tidak terjadi banjir. Di antaranya Sungai Pamusian, Sungai Karang Anyar dan Sungai Sebengkok.

“Memang perlu ada kajian yang cukup dan bisa diterima semua pihak, dan konsep yang dilakukan harus jangka panjang,” pungkasnya.(ddq)

Sumber : radartarakan.co.id (5 Juli 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com