Jumat, 15 Juli 2011

Butuh IPLT dan TPA yang Representatif

. Jumat, 15 Juli 2011

TARAKAN – Permasalahan genangan air di Kota Tarakan menjadi salahsatu fokus pada program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP), selain beberapa bidang sanitasi permukiman lainnya. Dikatakan Dardjat Widjonarso, Ketua Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), garis besar penanganan genangan air di Tarakan adalah mengurangi luasan wilayah genangan serta waktunya. “Akan tetapi agak sulit, karena masyarakat sudah banyak yang mendirikan permukiman hingga ke tengah badan sungai,” jelas Dardjat pada Kick Off Meeting dan Lokalatih PPSP Kota Tarakan, kemarin pagi di Ruang Imbaya Setkot Tarakan.

Selain itu, perlu juga melakukan pengelolaan persampahan untuk mencapai upaya penanganan genangan air tersebut. Salahsatu metode yang paling dianjurkan adalah pola 3R (Reuse-Reduce-Recycle). “Tarakan mungkin sudah lama melakukannya, dan aplikasinya adalah ketersediaan TPA yang representatif. Tapi satu atau dua tahun lagi, TPA Tarakan akan dihentikan operasinya karena sudah terlalu ‘lelah’. Dari itu, agar upaya penciptaan sanitasi yang baik tercapai maka perlu disediakan TPA baru yang dirancang dan direncanakan di bangun di Juwata,” jelasnya.

Soal ketersediaan TPA dalam upaya mendukung percepatan pembangunan sanitasi permukiman, berapapun besaran dana yang akan digunakan untuk membangun konstruksinya, pihaknya akan bersedia mengupayakan penyediaannya. “Seperti di Bontang, konstruksinya sudah dianggarkan Rp 40 miliar, Malinau Rp 10 miliar dan Nunukan Rp 6 miliar. Tapi, belum kelihatan fungsi dan manfaatnya bagi pencapaian PPSP,” keluh Dardjat.

Bidang sanitasi yang patut menjadi catatan Pemkot Tarakan, adalah pengelolaan air limbah. Lantaran, sampai saat ini belum tersedia instalasi pengelolaan air limbah tinja (IPLT) yang terstandar. “Harapannya, tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan. Itu saja,” singkatnya Dardjat sembari mengungkapkan, paling tidak Pemkot Tarakan sudah menyiapkan master plan sistem air limbah. “Di Kaltim, kami akan mencoba Pulau Derawan (Kabupaten Berau) sebagai daerah percontohan pengelolaan air limbah dengan sistem pemipaan, berikut sampahnya,” ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Hersonsyah-Kepala Sub Bidang Sumberdaya Air Bappeda Kota Tarakan mengatakan, Tarakan menjadi salahsatu kota di Kaltim yang menerima tawaran dari konsultan manajemen wilayah (KMW) Kaltim terkait pelaksanaan program PPSP. “Konsennya, kepada pengenalan buku putih dan rencana strategi sanitasi Kota Tarakan,” ucap Hersonsyah. Buku putih dimaksud, merupakan buku yang berisi kumpulan data kondisi sanitasi Kota Tarakan.(ndy)

Sumber : radartarakan.co.id (15 Juli 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com