Redirect to TarakanBais

Kamis, 07 Juli 2011

Miniatur Rumah Ibadah di Tarakan Terkendala Lahan

. Kamis, 07 Juli 2011

TARAKAN - Wacana Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tarakan untuk membangun kompleks miniatur rumah ibadah tampaknya belum dapat terwujud dalam waktu dekat. Persoalannya, menurut H Salafa Hefa, salah satu unsur pengurus FKUB adalah karena lahan yang akan digunakan belum ada. “Kita masih menunggu pemerintah,” kata Salafa.

Wacana ini, sambungnya, memang sudah bergulir sejak masa kepemimpinan walikota Jusuf SK. Namun sampai kepemimpinan H Udin Hianggio pun belum ada tanda-tanda akan dilakukan. Awalnya, FKUB memang meminta agar wacana ini dibangun di sekitar kawasan Pantai Amal dengan luas lahan yang dibutuhkan sekitar 2 hektare. Konsepnya sama seperti Bukit Kasih di Manado, Sulawesi Utara sebagai lambang kerukunan dan perdamaian umat. “Ide miniatur tersebut sedang dikandung, menunggu lahirnya saja,” timpal Pdt Khalep Ramat dari pengurus Kristen FKUB.

Menurut mereka, memang sudah ada perencanaan untuk membangun miniatur tersebut, dan diperkirakan anggaran akan mencapai miliaran. “Seandainya saja ada lahan, dan FKUB diminta membangun sendiri kami juga siap melalui dana umat. Kalaupun dari salah satu agama lain ada yang anggarannya kecil, dari agama lain sangat siap untuk membantu,” jelas Pastor Rajabana, pengurus FKUB dari unsur Katolik.

Dikatakannya, jika miniatur ini telah terbangun, maka ini akan menjadi aset kota Tarakan, bukan aset siapa-siapa. Meski yang diwacanakan FKUB tersebut dinamakan miniatur, namun FKUB memastikan bahwa rumah-rumah ibadah yang akan dibangun tersebut bisa digunakan untuk ibadah umum. “Seperti Bukit Kasih di Manado dan Mandala Krida di Bali, semuanya menjadi aset pemerintah dan memberikan pemasukan untuk pendapatan asli daerah,” kata Salafa Hefa.

Disana, rencananya akan dibangun gereja Protestan, gereja Katolik, masjid, pura, vihara.

Walikota Tarakan H Udin Hianggio yang dikonfirmasi Radar Tarakan justru baru mendengar informasi tersebut dari wartawan. “Saya kurang tahu kalau ada surat yang masuk, saya belum tahu. Ini saya baru dengar dari Anda,” kata Udin Hianggio kepada media. Menurutnya, jika FKUB mempunyai keinginan untuk membangun miniatur tersebut, tentu harus ada kajian dari berbagai sektor. “Kalau permasalahannya lahan kita tidak ada masalah, kami siap saja,” katanya. (ddq)

Sumber : radartarakan.co.id (7 Juli 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com