Selasa, 12 Juli 2011

Premium Habis, Pertamax Laris

. Selasa, 12 Juli 2011

TARAKAN - Meski Pemkot Tarakan sudah mengakomodir penjual premium botolan dalam sebuah koperasi, nyatanya kamarin (10/7) antrean panjang masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) dan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS). Bahkan, premium SPBU Gunung Lingkas sejak tengah hari sekitar pukul 11.30 Wita sudah habis.

Akibatnya, antrean panjang terjadi di SPBU Mulawarman. “Sudah habis di Gunung Lingkas (SPBU Gunung Lingkas, Red), makanya kami ke sini (SPBU Mulawarman, Red),” kata M Said, salah satu sopir taksi kepada Radar Tarakan, kemarin. Tidak seperti kejadian sebelumnya, antrean kali ini cukup panjang dan membuah macet salah satu ruas Jl Mulawarman. “Inilah yang dinamakan kota kaya minyak tapi antrenya minta ampun. Bagaimana mau jadi Singapura kalau minyaknya saja tidak bisa diatur. Selama saya jadi sopir, inilah antrian terpanjang yang saya lihat,” kesal Said di SPBU Mulawarman.

Sopir angkot ini menduga, ada pemain besar dibalik langkanya premium di sejumlah SPBU hingga APMS. Menurut dia, kejadian ini disebutnya sebagai pemulus larisnya pertamax. “Dulu sebelum pertamax ada tidak ada antrean seperti ini ? Coba buka mata, setelah direncanakan mau ada pertamax tahun lalu, antrean panjang terus terjadi,” kata Said menduga.

Soal pertamax, Said menilai, sebaiknya pengguna kendaraan dinas milik pemerintah menggunakan pertamax dan tidak mengganggu premium yang disubsidi untuk warga miskin. “Mereka kan sudah kaya dan membeli premiumnya pakai nota (voucher, Red), bukan bayar langsung, seharusnya beli pertamax, kasihan kita yang sering mengantre,” katanya.

Dari pantauan Radar Tarakan, tidak tampak satupun pengawasan dari petugas seperti biasanya. Jika di SPBU Mulawarman ramai warga mengantre premium, SPBU Gunung Lingkas justru dipadati warga yang “terpaksa” membeli pertamax.

“Harganya Rp 9.600, ya kalau dihitung-hitung Rp 10 ribulah perliter. Mahal dari bensin. Saking mahalnya, aku beli 1 liter saja,” ujar salah satu pelajar, Randy.

Antrian panjang inipun diperkirakan terus berlangsung hingga hari ini. “Seperti biasanya, setiap hari Sabtu kami diberi stok untuk 2 hari, Sabtu dan Minggu. Kemarin (Sabtu 9/7, Red) cuma 40 ton, sisanya kami jual tadi (kemarin, Red) dan sisanya habis jam setengah 12,” ungkap salah satu sumber di SPBU Gunung Lingkas. (nat)

Sumber : radartarakan.co.id (11 Juli 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com