Kamis, 14 Juli 2011

Ratusan Anak di Tarakan Terancam Putus Sekolah

. Kamis, 14 Juli 2011

Mayoritas Kendala Biaya Masuk Sekolah Swasta

TARAKAN – Diperkirakan, ratusan anak-anak Tarakan terancam putus sekolah. Mereka merupakan lulusan tahun ini mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah pertama dan atas. Estimasinya untuk lulusan Sekolah Dasar yang belum tertampung di Sekolah Menengah Pertama sebanyak 243 anak, dan lulusan Sekolah Menengah Pertama sekitar 205 anak.

Persoalan ratusan anak Tarakan yang terancam putus sekolah ini lebih didominasi kendala biaya masuk sekolah swasta. Padahal, kursi kosong alias kuota sekolah swasta yang belum terpenuhi jumlahnya melebihi angka tersebut. Misalnya untuk Sekolah Menengah Pertama, kursi kosong mencapai 263. Kemudian, Sekolah Menengah Atas sederajat masih bisa menerima sekitar 210 siswa baru.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Sudirman kembali menegaskan, sekolah swasta harus memberikan kesempatan kepada ratusan anak Tarakan yang belum terakomodir tersebut. Hal ini ditegaskannya di hadapan seluruh kepala sekolah dasar, menengah pertama hingga menengah atas dan kejuruan swasta dan negeri dalam pertemuan di Ruang Auditorium Sekolah Menengah Negeri Pertama 1 Tarakan kemarin (13/7).

“Kalau ada yang mendaftar, ambil saja. Setelah itu kita bicarakan bagaimana langkah selanjutnya," kata Sudirman.

Langkah konkret itu lanjut Sudirman dalam sambutannya, pihaknya akan mengundang kembali kepala sekolah swasta untuk membicarakan hasil penerimaan siswa yang belum terakomodir tadi.

“Sekolah negeri kan sudah memenuhi kuota mereka, sekarang yang swasta harus ikut juga mendukung pendidikan di Tarakan,” harap kepala Dinas Pendidikan Tarakan.

Sudirman juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah yayasan yang sudah membuka peluang agar anak-anak Tarakan bisa sekolah. “Saya sangat salut dan berterima kasih kepada beberapa yayasan yang sudah membantu pemerintah memberikan kesempatan anak-anak kita sekolah,” ucapnya.

“Jangan urus bayaran dulu, nanti kita bicarakan soal itu (bayaran, Red.), terimalah dululah anak itu. Selanjutnya kita bicarakan akhir bulan atau awal bulan nanti,” lanjut Sudirman dalam arahannya.

Seperti disampaikan Sudirman sebelumnya, total siswa baru di jenjang sekolah dasar 4.404, lalu ada 2.893 siswa baru jenjang menengah pertama dan 2.481 siswa jenjang menengah atas yang juga sudah tertampung di sekolah swasta dan negeri.

“Tapi jumlah itu sudah berubah, karena setiap saat bergerak. Beberapa sekolah sudah mengakomodir beberapa siswa yang belum terdaftar tadi, sehingga masih ada sedikit lagi yang belum tertampung,” kata mantan kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kota Tarakan kepada wartawan koran ini dikonfirmasi usai pertemuan tersebut.

Tidak hanya itu, dia juga menghimbau orang tua siswa agar proaktif mendatangi sekolah swasta terdekat untuk mendaftarkan anaknya. Jika masih bingung, mereka juga bisa mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Tarakan di Jalan Jenderal Sudirman (samping DPRD Kota Tarakan) untuk diarahkan ke sekolah yang masih kosong.

“Yang penting sekarang bukan hanya karena tuntutan undang-undang, tapi bagaimana sekolah ini berguna untuk masa depan anak itu. Mereka butuh sekolah untuk masa depannya, itu yang penting,” tegas Sudirman.(nat)

Sumber : radartarakan.co.id (14 Juli 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com