Selasa, 02 Agustus 2011

Kelurahan Pamusian Tarakan Ngaku Tak Tarik Retribusi

. Selasa, 02 Agustus 2011

TARAKAN – Pasar Ramadan yang menjual aneka panganan untuk berbuka puasa kembali marak ditemui di hampir berbagai sudut kota. Salah satunya di depan Kantor Kelurahan Pamusian.

Pasar Ramadan yang berada di dekat Taman Oval Markoni ini pada hari pertama puasa kemarin sudah dipenuhi oleh masyarakat untuk membeli keperluan berbuka puasa, baik bermacam kue manis berupa kurma maupun kue manis lainnya Pasar Ramadan garapan Kelurahan pamusian ini mulai ramai dikunjungi masyarakat pada pukul 16.00 sampai menjelang berbuka puasa.

Lurah Pamusian, M. Ali Daud, mengatakan, pasar Ramadan ini sudah menjadi program kerja tahunan. Secara turun-temurun, lurah yang menjabat di Kelurahan Pamusian ini selalu meneruskan program tersebut secara estafet. “Setiap tahunnya kelurahan pamusian selalu membuka pasar Ramadan didepan kantor. Dulu memang ada himbauan dari Pemkot untuk setiap kelurahan membuka pasar Ramadan, tahun ini tidak ada lagi. Tapi walaupun tidak ada imbauan kita tetap teruskan program ini,” terangnya.

Selain antusiasme warga akan kehadiran pasar Ramadan di Kelurahan Pamusian ini yang menjadi pertimbangan utama pemerintah kota dengan dibukanya pasar Ramadan ini adalah untuk mengakomodir masyarakat khususnya pedagang kue takjil untuk dipusatkan di satu tempat dalam berjualan. Hal ini untuk menghindari banyaknya penjual kue takjil berjualan di sembarang tempat yang dapat mengganggu keindahan kota. Karena itu, inisiatif membuka pasar Ramadan di Kelurahan Pamusian terus dilakukan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun meski diakui Ali Daud tanpa ditarik retribusi bagi pedagang yang berjualan di pasar Ramadan.

Pasar ini berkapasitas sekitar 75 pedagang dan telah terisi semua. “Meja kurang lebih ada 75 dan sudah terisi semua. Pendaftarannya sendiri dilakukan di kelurahan dan tanpa ditarik biasa sewa. Pedagangnya juga kita utamakan warga Kelurahan Pamusian,” imbuhnya.

Seperti pengalaman puasa sebelumnya, jumlah masyarakat yang datang ke pasar Ramadan untuk membeli kue takjil cukup banyak, menurut pantauan harian ini berkisar hingga ratusan orang setiap harinya. Hal ini menggambarkan perputaran uang dipasar Ramadan cukup besar. Masyarakat yang datang untuk belanja di pasar Ramadan ini juga bukan hanya berasal dari warga setempat.

“Warga daerah lain juga banyak yang membeli kue di sini, bahkan pegawai negeri sipil saat pulang kerja juga biasanya singgah dulu dipasar ini untuk beli kue takjil untuk berbuka puasa,” tuturnya.(*/jnu)

Sumber : radartarakan.co.id (2 Agustus 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com