Selasa, 02 Agustus 2011

Tarakan Perlu Tambah 2 Industri

. Selasa, 02 Agustus 2011

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan masih kesulitan mengatasi pengangguran khususnya pengangguran terbuka yang setiap tahun cenderung meningkat. Ribuan tenaga kerja asal Tarakan harus bersaing seiring tidak seimbangnya jumlah lowongan yang tersedia. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Tarakan, Tajuddin Tuwo, karena masih minimnya jumlah industri yang beroperasi sehingga belum bisa melakukan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Dari data Dinsosnaker saja, per semester pertama di tahun 2011 jumlah pencari kerja yang didominasi lulusan SMA mencapai 1.485 orang, dengan lulusan SMA berjumlah 1.094 orang yang mengurus administrasi AK-1 atau yang sering disebut kartu kuning.

“Pemerintah melalui dinsosnaker juga telah lakukan berbagai upaya mengatasi pengangguran, misal dengan melakukan pelatihan keterampilan. Tapi memang antara lowongan kerja yang tersedia dan jumlah pencaker tak seimbang. Salah satu cara, perlu ada penambahan industri,” ungkap Tajuddin.

Terlebih ujar mantan Kepala SMAN 1 Tarakan ini, jumlah pengangguran pasti bertambah setiap tahunnya sesuai dengan piramida terbalik. Ada 10 kali lipat dari pencari kerja dibanding lowongan kerja yang masuk. Dimana hingga data Juni, lowongan dari beberapa perusahaan, industri dan lainnya hanya membutuhkan 183 tenaga kerja.

“Lowongan kerja setiap bulan pun tidak menentu. Seperti dibulan Januari ada 26 lowongan, Februari Cuma 4, Maret ada 22 dan bulan April hanya 10. Sedangkan kita tahu, bertahun-tahun sudah hingga sekarang belum ada industri baru yang berdiri,” sebutnya kepada Radar Tarakan.

“Upaya yang harus dilakukan, kalau dilihat potensi alam yang ada dikota Tarakan banyak udang dan ikan, seharusnya ada industri pengalengan. Saya rasa bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Paling tidak 2 industri lagi lah,” imbuhnya sembari menyebutkan, diTarakan baru ada 6 industri di sektor perkayuan, baik kecil hingga besar. Dan 10 industri di bidang perikanan, ditambah jasa konstruksi, toko-toko namun belum bisa mengatasi ribuan pengangguran di Tarakan.

“Memang perlu pendekatan bagi investor yang mau masuk ke Tarakan. Kalau kondisinya seperti sekarang, agaknya sulit mengakomodir jumlah pencaker yang mencapai ribuan ini. Tapi semoga saja, tengah tahun kedua nanti jumlah lowongan bertambah,” terangnya.

Perlunya penambahan industri, minimal 2 industri baru juga disepakati oleh Ketua DPRD Tarakan, Effendhi Djuprianto, dimana mampu andil mengatasi pengurangan jumlah pengangguran. Jelasnya, pemerintah perlu mendukung dengan segera menyediakan lokasi industri pergudangan di Tarakan.

“Dari era tahun 2009-2010, kita sudah berjuang pada perencanaan tata ruang yang kaitannya dengan lokasi industri. Memang harus kita akomodir sesuai dengan kepentingan jasa,” Ungkap Effendhi.

Namun Politisi Golkar ini pun menambahkan, investor yang diupayakan masuk di kota Tarakan dapat menumbuhkembangkan kondisi perekonomian dan berasal dari daerah sendiri. Sebab, jika investor didatangkan dari luar dinilai good will dan keuntungan dari pengembangan industri sangat minim dirasakan oleh daerah.

“Kalau lokasi industri sudah dipersiapkan, investor daerah yang perlu didorong untuk menginvestasikan, berpartisipasi membangun kota Tarakan yang akhirnya dengan aktivitas ekonomi tinggi, penyerapan tenaga kerja juga akan lebih tinggi. Memang perlu kita bangkitkan ekonomi lokal ini,” tuturnya pria yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Tarakan ini.

“Penambahan industri, berpikir kota jasa maka harus menyediakan seluas-luasnya. Ya, tahap awal 2 industri cukup bagus. Lalu kalau kiblat kita Singapura, wilayah pesisir baik jika direklamasi agar penanganan kaitannya dengan limbah, IPAL tidak terlalu sulit. Cocoknya juga bidang perikanan dan agroindustri,” pungkasnya. (dta)

Sumber : radartarakan.co.id (2 Agustus 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com