Selasa, 06 September 2011

Ajuan Tenaga Kesehatan Tarakan Dibawah 60 Orang

. Selasa, 06 September 2011

TARAKAN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, dr Haji Khaerul MKes mengatakan, pada penerimaan CPNS formasi kesehatan untuk tahun 2009, sebanyak 140 orang yang diajukan ke BKN hanya disetujui 134 orang. “Saat itu jumlahnya paling banyak, bahkan lebih banyak dari tenaga pendidikan,” kata Khaerul kepada Radar Tarakan.

Sementara pada tahun 2010, Dinkes mengajukan penerimaan CPNS sebanyak 60 orang lebih dan disetujui semua. Untuk tahun ini, kemungkinan jumlahnya akan lebih sedikit dari 60 orang. “Saya tidak ingat persis jumlahnya, tapi yang jelas dibawah 60,” kata Khaerul.

Semakin berkurangnya jumlah penerimaan tenaga medis baru lantaran Dinas Kesehatan sendiri sudah mempunyai format kepegawaian tenaga kesehatan untuk jangka waktu lima tahun kedepan sesuai dengan rencana pengembangan.

“Tapi itu belum termasuk pengembangan rumah sakit. Untuk itu, jika rumah sakit sudah jadi, kemungkinan akan ada penambahan,” ujarnya.

Angka 60 orang untuk penerimaan CPNS tahun ini, sambung Khaerul sudah terbilang cukup banyak. “Kalau ditambah lagi, kami khawatir tidak ada lagi tempat duduknya. Jadi kita memenuhinya bertahap saja sesuai kebutuhan pelayanan agar tidak mubazir,” tuturnya.

Artinya, jika pemerintah kota memiliki program pengembangan baru di bidang kesehatan, barulah dilakukan perekrutan. Untuk diketahui, saat ini pegawai negeri di Dinas Kesehatan sudah mencapai angka 600 orang lebih, termasuk tenaga outsourcing. “Yang kurang sekarang sebenarnya adalah tenaga dokter, terutama dokter umum,” tuturnya. Pasalnya, agar tetap eksis, setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) 24 jam minimal harus memiliki 8 orang dokter umum, dengan bertugas bergantian. Untuk PKM Juata Laut yang dikonsep buka 24 jam, kebutuhan SDM-nya sudah dipenuhi pada penerimaan CPNS 2010. “Makanya ada kesan kenapa tenaga kesehatan disana kok banyak sekali, itu lantaran rencana pegawai dan dokter disiapkan untuk 24 jam,” jawabnya.

Namun untuk pelayanan 24 jam-nya sendiri, memang belum bisa dilakukan berikut menanti gedung diopersionalkan dan siapnya fasilitas penunjang termasuk listrik. “Kalau semua sudah ready, pasti pindah karena meubelernya juga sudah siap,” ungkapnya.(ddq)

Sumber : radartarakan (6 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com