Sabtu, 24 September 2011

Dua Kelompok Siswa Nyaris Bentrok

. Sabtu, 24 September 2011

TARAKAN – Memalukan! Hanya karena persoalan SMS dari sang pacar, sekelompok siswa dari dua sekolah yang berbeda di tarakan siang kemarin bentrok.

Meski pun tidak ada korban maupun luka-luka dalam insiden yang mencoreng citra pendidikan tersebut, namun langsung direspon aparat kepolisian dengan mengamankan dan memeriksa 5 siswa dari salah satu sekolah menengah atas yang berada di Kecamatan Tarakan Timur.

IGN alias IW di hadapan polisi menceritakan, awal persoalannya dia tidak tahu menahu. Hanya saja dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju rumahnya, ia dipanggil oleh beberapa temannya untuk singgah di sekolah menengah atas yang berada di Kecamatan Tarakan Tengah.

Setelah berada di sekitar sekolah swasta ini, barulah dia mengetahui kalau sekelompok temannya yang lebih dari 10 orang itu berencana menyerang siswa di sekolah yang beralamat di Kelurahan Pamusian itu.

“Sempat saya menanyakan pokok persoalan dan melarang teman-teman karena orang yang bermasalah juga tidak ada,” kata IGN.

Aksi nekad sekelompok siswa ini tentu membuat siswa sekolah yang didatangi tersebut terusik, sehingga begitu pagar sekolah bagian belakangnya dibuka (bertepatan jam pulang sekolah) aksi kejar-kejaran pun terjadi dan mulai mengarah pada bentrokan.

Beruntuk pihak sekolah dan pihak kepolisian sigap atas insiden dimaksud, sehingga aksi bentrokan tidak meluas dan 5 siswa dimaksud berhasil diamankan.

Sementara itu, CRD -- siswa kelas II IPS 2 yang diketahui sebagai aktor di balik insiden tersebut mengakui jika saat datang ke sekolah tersebut bersama 6 orang teman sekolahnya.

Tujuannya, dia ingin menanyakan ICR -- pacarnya tentang isi pesan yang dikirimkan kepada dirinya. “Saya datang bersama 6 orang teman saya dengan maksud mau menanyakan SMS yang dikirim melalui nomor telepon pacar saya,” kata ICR.

Namun belum sempat menanyakan ikhwal tersebut, justru sudah terjadi insiden keributan antara kedua kelompok siswa dari sekolah yang berbeda itu. Hingga siang kemarin, kelima siswa masih menjalani pemeriksaan secara maraton di Kepolisian Resor Tarakan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo mengungkapkan, masalah tersebut harus dilihat terlebih dahulu duduk persoalannya. "Bila insiden itu sudah sangat fatal, kita akan melaksanakan tindakan yang lebih keras lagi baik terhadap siswa yang melakukan itu maupun kepada pihak sekolah," jelas Tajuddin.

Diakuinya, kejadian tersebut belum mengerti karena tidak mendapat laporan dari pihak kedua sekolah tersebut. Mengenai skorsing yang akan diberikan kepada siswa, jelas Tajuddin, tetap perlu dilihat dari persoalannya. Menurutnya, barang (handphone) tidak pantas dibawa anak-anak ke sekolah karena salah satu penyebabnya yang menghimpun secara cepat siswa dengan cara SMS-an dan telepon-teleponan.(noi/ipk)

Sumber : radartarakan (24 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com