Kamis, 15 September 2011

Empat Tingkatan Sebelum Jadi Perwira Muda

. Kamis, 15 September 2011

TARAKAN - Untuk menjadi seorang perwira TNI AL seorang taruna atau kadet harus menempuh pendidikan selama empat tahun dalam empat tingkatan. Ada tiga tingkatan latihan yang harus mereka lakukan. Untuk tingkatan pertama yaitu melaksanakan pelayaran Jalasesa, kemudian tingkatan kedua masuk ke pengenalan bagaimana kehidupan di kapal, hidup di kapal perang, dinas dalam TNI AL, serta peraturan dinas dalam di TNI AL.

Naik ke tingkat tiga, para kadet kembali melaksanakan latihan pelayaran Kartika Jala Krida. Biasanya untuk tingkat tiga ini yang digunakan adalah kapal latih KRI Dewaruci milik TNI AL dengan melaksanakan pelayaran baik ke luar maupun dalam negeri. Dalam tingkatan ini, kadet banyak diajarkan tentang navigasi astronomi terutama perbintangan. “Dalam pelayaran tersebut, para kadet membawa misi kebudayaan dengan menampilkan kesenian-kesenian daerah dari seluruh Indonesia. Misalnya Reog Ponorogo, tari Saman, tari Perang, kesenian angklung, Rampak Gendang dan tarian lainnya dan yang melaksanakannya adalah para kadet,” kata Mayor Laut (P) Dian Tri Hutanto S.Kel, Dansatlat Jalayudha 2011.

Selain kesenian, rombongan kadet AAL ini selalu membawa Genderang Suling (GS) Gita Jala Kadet –di umum biasa disebut marching band-. Dan GS tersebut selalu mereka tampilkan di setiap kota yang disinggahi baik diluar negeri maupun di dalam negeri. Dan kemarin, para kadet melakukan pertunjukan marching band di sepanjang jalan kota Tarakan. Mereka mendapatkan sambutan antusias warga.

Lanjut, pada tingkat empat atau tingkat akhir inilah para kadet tersebut melaksanakan latihan pelayaran Jalayudha. Pada tingkatan ini, para kadet sudah dianggap matang sehingga mereka sudah melakukan persiapan ketika lulus untuk ditempatkan di KRI-KRI. Pasalnya para kadet ini dipersiapkan untuk menjadi perwira muda baik di kapal perang maupun di satuan-satuan marinir.

Perlu diketahui, kadet AAL ini terdiri dari lima korps. Korps pelaut, korps teknik, korps elektronika, korps suplai dan korps mariner. “Jadi yang korps marinir langsung ke satuan marinir, sementara empat korps lainnya begitu lulus langsung menempati jabatan di kapal-kapal perang,” jelasnya.

Sebanyak 95 orang kadet AAL angkatan 57 ini, pada 2010 lalu sudah melaksanakan pelayaran Kartika Jala Krida (untuk tingkat tiga) ke beberapa Negara Eropa. Disana mereka juga melaksanakan penampilan kebudayaan dan Genderang Suling. Untuk tingkat pertama, semua pendidikan dilaksanakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, dan tingkat kedua hingga tingkat empat dilaksanakan di AAL Surabaya.

“Insya Allah untuk angkatan 57 ini, tahun depan sudah akan dilantik dan lulus dari pendidikan akademi. Untuk itu dalam pelayaran Jalayudha ini, para kadet sudah mempraktikkan semua teori yang mereka dapatkan selama pendidikan mulai tingkat satu sampai tingkat empat awal,” kata Dian yang juga lulusan AAL tahun 1998 angkatan 44.

Khusus untuk korps marinir, sambung pria yang sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Seksi Perencanaan Latihan (kasie renlat) Direktorat Pendidikan AAL Surabaya, pada akhir pelayaran Jalayudha akan melaksanakan latihan pendaratan marinir amfibi di Tanjung Jangkar Situbondo Jawa Timur. “Pendaratan amfibi nanti bertepatan dengan hari ulang tahun TNI, 5 Oktober,” ungkapnya. Setelah dari Tarakan, kedua KRI bersama para kadet ini akan melanjutkan perjalanan ke Ternate, Ambon, Kupang dan Situbondo. Dan kembali ke AAL Surabaya pada 7 Oktober.(ddq)

Sumber : radartarakan (14 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com