Selasa, 27 September 2011

Kegiatan di Setiap Gereja Dijaga Polisi

. Selasa, 27 September 2011

TARAKAN - Pasca terjadinya ledakan bom bunuh diri di GBIS Solo Jawa Tengah, maka sekitar 62 gereja di Tarakan sejak Minggu malam mulai dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Penjagaan dilakukan pada saat ada kegiatan. Ikhwal ini disampaikan Kapolres Tarakan Ajun Komisaris Besar Polisi Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH, melalui Kasubag Humas Polres Tarakan, AKP Subarjo.

Lebih rinci dia menjelaskan, sejak adanya bom bunuh diri di GBIS Solo, maka ada instruksi dari Mabes Polri untuk dilakukan pengamanan setiap gereja di kota masing-masing. “Secara keseluruhan gereja di Tarakan sekitar 62 dan setiap gereja telah ditempatnya masing-masing minimal 1 orang anggota. Namun anggota polres yang non muslim juga difokuskan untuk melakukan pengamanan di gerejanya masing-masing,” sebutnya.

Anggota yang diperintahkan untuk melakukan pengamanan di setiap gereja tersebut, wajib memantau aktivitas di setiap gereja, terutama pada saat ada kegiatan. Baik itu kebaktian pada hari Minggu atau kegiatan lainnya. Yang perlu diawasi oleh anggota selama pengamanan adalah, kegiatan orang-orang yang dicurigai dan pelaksanaan kegiatan itu sendiri.

Untuk orang-orang yang dicurigai, tentunya kata Subarjo, harus koordinasi antara petugas keamanan dengan pihak gereja. Secara keseluruhan hingga hari ini, kondisi keamanan di Tarakan pada umumnya maupun ditempat-tempat ibadah masih kondusif. Soal waktu pelaksanaan pengamanan gereja, tegas dia belum ada batas waktu. (noi/iza)

Sumber : radartarakan (28 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com