Minggu, 11 September 2011

Kembangkan Perkembangan Pertanian Organik

. Minggu, 11 September 2011

TARAKAN – Perkembangan pertanian organik di Tarakan, tahun ini memasuki era keemasan. Keuntungan yang didapat, tak hanya memengaruhi peningkatan kesehjateraan petani organik tapi turut memberikan efek positif terhadap penikmatnya. Lantaran, seluruh produk pertanian organik tak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Hal ini, kata Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) UB Tarakan Amarullah, disebabkan pola pertanian organik yang ‘mengharamkan’ penggunaan pestisida dan zat kimia pembantu pertumbuhan tanaman. Dan, lebih mengutamakan pemanfaatan kearifan lokal seperti biota yang ada sebagai katalis untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. “Penerapan pola pertanian organik, tak bisa hanya dari satu sisi saja. Tapi harus menyentuh seluruh sisi yang menjadi bagian pertanian organik seperti lahan, pelatihan, pembinaan, dan petani itu sendiri,” tandas Amarullah yang ditemui Radar Tarakan, kemarin pagi di sela kuliah umum Faperta UB Tarakan untuk mahasiswa baru di lantai 7 gedung rektorat UB Tarakan, beberapa waktu lalu.

Amarullah mengakui peranan akademisi dalam mengembangkan penerapan pertanian organik di Tarakan harus mendapat dukungan berbagai pihak, salahsatunya pihak swasta-yang diharapkan dapat menggelontorkan community development-nya untuk memberdayakan masyarakat. Sebab, untuk mengubah pola pertanian yang biasa diterapkan masyarakat-pola pertanian tradisional- menjadi berpola pertanian organik, sangat membutuhkan waktu dan dana (pembinaan dan pelatihan) yang tidak sedikit. “Mengubah kebiasaan itu sebuah hal yang sulit, dari itu perkembangan pertanian organik yang ada di Tarakan saat ini cukup menggembirakan. Meski masih dalam kelompok-kelompok tertentu, tapi tingkat dan kualitas produksi pertaniannya sudah melampaui perkiraan,” jelas Amarullah.

Sementara itu, Walikota Tarakan Haji Udin Hianggio sebelumnya juga mengatakan bahwa sangat mendukung pengembangan pertanian organik di Tarakan. Tak hanya untuk beras organik, diharapkan pola pertanian seperti ini dapat diterapkan pada komoditi pertanian lainnya seperti sayuran, umbi-umbian dan lainnya. “Kerjasama perusahaan dengan instansi teknis diharapkan juga dapat dikembangkan, hingga instansi teknis dapat membantu mensosialisasikan pola pertanian organik tersebut. Hal ini sangat baik dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesehjateraan petani di Tarakan,” ucap Walikota, belum lama ini. Pengembangan pola pertanian organik di Tarakan, juga diharapkan mampu meminimalisir dampak kerusakan lingkungan akibat residu dari pestisida yang bertahun-tahun digunakan petani di Tarakan terhadap tanamannya. Urgensinya begitu tinggi, mengingat Tarakan adalah sebuah kota kepulauan yang berpenduduk padat dengan tingkat konsumsi pangan yang cukup tinggi. Dari itu, kebutuhan konsumsi pangan yang sehat sangat diperlukan. (ndy)

Sumber : radartarakan (12 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com