Jumat, 23 September 2011

Kerugian Tembus Rp 10 Miliar

. Jumat, 23 September 2011

536 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

TARAKAN – Kerugian akibat terbakarnya kawasan Beringin, Selumit Pantai Kecamatan Tarakan Tengah pada Rabu malam (21/9) lalu diprediksi mencapai Rp 10 miliar. Sementara untuk jumlah korban, data sementara yang dihimpun Kelurahan Selumit Pantai hingga siang kemarin tercatat sebanyak 103 rumah warga di dua RT (RT 3 dan RT 5). Kebakaran ini membuat 134 kepala keluarga (KK) atau 536 jiwa kehilangan tempat tinggal.

“Kerugian diperkirakan Rp 10 miliar. Ini baru data sementara, karena kita masih melakukan pendataan sampai besok (hari ini, red),” kata Camat Tarakan Tengah, Hendra Arfandi kepada Radar Tarakan, kemarin (22/9). Ia mengatakan, pihaknya masih kesulitan mendata, karena banyak dari korban yang mengungsi ke tempat keluarganya. “Memang masih banyak yang mengungsi ke tempat keluarga,” timpal Lurah Selumit Pantai, Eddy.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat terjadi di kawasan Beringin, Tarakan Rabu (21/9) malam. Asal apa diperkirakan dari sebuah rumah yang ditinggal pemiliknya. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, meskipun ada beberapa orang yang sempat dirawat karena luka ringan. Kapolres Tarakan, AKBP Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH, melalui Kasubag Humas AKP Subarjo menjelaskan, hingga siang kemarin pihak kepolisian belum melakukan olah tempat kejadian perkata. Sehingga secara pastinya pun belum dapat diketahui. Kendati demikian, dugaan sementara dan sesuai keterangan saksi, diduga penyebabnya adalah hubungan pendek arus listrik. “Menurut keterangan saksi-saksi, sebelum terjadi kebakaran sempat dua kali terjadi pemadaman listrik. Kemudian saat listrik nyala yang kedua kalinya, terdengar bunyi ledakan di rumah awal api itu,” katanya.

Namun ditegaskannya lagi, hal tersebut barulah dugaan awal yang perlu ada pembuktian secara ilmiah oleh tim forensik. Untuk itu, Polres Tarakan telah berkoordinasi dengan Puslabfor Polri di Surabaya untuk melakukan oleh TKP. ”Olah TKP-nya sendiri belum kami lakukan, karena masih menunggu tim labfor Surabaya,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan Drs Badrun mengatakan, Pemkot Tarakan saat ini tengah membentuk tim evaluasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait serta seluruh elemen masyarakat kelurahan Selumit Pantai. Pihak terkait itu seperti, sebut dia, yaitu dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemukiman serta Dinas Pendidikan.

“Dan segala sesuatunya (akan disegerakan, red) apakah itu menyangkut kesiapan dapur umum, dan termasuk kegiatan-kegiatan pendataan korban serta bangunan yang disengaja dibongkar untuk memadamkan api. Ini semuanya masih berjalan,” kata Badrun. Ia memperkirakan pendataan korban kebakaran akan selesai Jumat hari ini.

Sifat bantuan lainnya yang akan dilakukan Pemkot Tarakan adalah bantuan kepada anak-anak sekolah berupa perlengkapan sekolah. Kepala Dinsosnaker Tarakan, Drs Nasib, M.AP menambahkan, untuk mengurangi penderitaan warga yang terkena musibah ini, pihaknya telah menurunkan 50 orang relawan di Posko Kebakaran yang bertempat di Kelurahan Selumit Pantai.

Relawan yang tergabung di bawah Forum Pekerja Sosial Masyarakat (FPSM) Dinsosnaker Tarakan itu rencananya akan bekerja selama seminggu atau selama masih dibutuhkan. “Bagi warga yang ingin berpartisipasi menyumbang untuk memberikan bantuan silakan menyerahkannya di Posko Kelurahan Selumit Pantai,” imbau mantan Asisten I Setkot Tarakan ini.

Selain di Kantor Kelurhan Selumit Pantai, pihaknya juga membuka di salah satu SD di Selumit Pantai, Mako Lanal dan salah satu rumah warga. “Tapi sampai saat ini dua posko itu belum berfungsi maksimal karena masih ada warga yang tinggal di tempat keluarganya. Nantinya kita akan siapkan disana semacam dapur umum,” ujarnya. “Untuk tenda sementara dibangun di Mako Lanal,” sambung Nasib.

BANTUAN MULAI MENGALIR

Warga RT 5 dan RT 3 yang terkena musibah kebakaran, sampai kemarin terus didata oleh ketua RT, untuk kemudian diberi bantuan. Bantuan sementara ini diakomodir oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang membuka posko bantuan di sekitar eks lokasi kebakaran. PSM adalah sebuah lembaga yang merupakan berisi tenaga kontrak yang dinaungi oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker).

“Saya terus melakukan pendataan bagi warga saya. Mereka akan diberi bantuan, tapi jangan sampai ada yang sampai dapat dua kali,” kata Ketua RT 5, Dahlan. Hingga kemarin, mereka terus menerima bantuan dari pihak swasta, instansi pemerintahan, masyarakat dan sebagainya. Jenis bantuan yang diterima beragam. Mulai dari sembako, seperti beras, gula, mie instan, pakaian, uang, minyak goreng, air mineral, nasi bungkus sampai pakaian dan jenis bantuan lainnya.

Untuk jenis bantuan nasi bungkus kemarin langsung dibagikan kepada warga yang tertimpa musibah. “Bantuan untuk nasi bungkus dan air mineral langsung dibagikan kepada masyarakat yang tertimpa musibah yang mungkin belum makan. Korban yang diberikan bantuan ini berdasarkan data dari RT, sedangkan bantuan sembako dan lainnya belum dibagikan menunggu data korban lengkap,” terang Arfiawan Bayu Takwa pengurus PSM Juata Laut yang turut bergabung dengan PSM di seluruh kelurahan se-kota Tarakan.

Bantuan sembako, uang, pakaian dan bantuan lainnya belum dibagikan kepada korban kebakaran karena masih menunggu data valid dari ketua RT. Bantuan juga sedang dipaket agar mudah disalurkan. “Sementara ini masih terus di update jumlah korban bencana, setelah semua terdata baru akan dibagikan per- Kepala Keluarga. Ini untuk menghindari warga yang tidak terkena bencana tapi malah dapat bantuan yang bukan haknya,” ujar Hendra Arfandi, Camat Tarakan Tengah.

Selain PSM, organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan juga turut membuka posko di sekitar lokasi eks kebakaran. Misalnya KNPI dan HMI. (sur/noi/jnu/iza)

Sumber : radartarakan (23 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com