Selasa, 20 September 2011

KPAP Seriusi HIV/AIDS Masuk Kurikulum SMP-SMA

. Selasa, 20 September 2011

Ujicoba Kurikulum di Samarinda, Balikpapan dan Tarakan

TARAKAN – Didasarkan pada keinginan untuk memenuhi target Millenium Development Goals (MDGs); pencapaian pengetahuan remaja usia 15 hingga 24 tahun tentang HIV/AIDS mumpuni dan komprehensif, Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Kalimantan Timur pun mulai menseriusi rencana penyisipan pengetahuan tentang HIV/AIDS kedalam kurikulum pendidikan jenjang pendidikan SLTP dan SLTA. Harapannya ketika HIV/AIDS telah disampaikan secara komprehensif kepada pelajar SLTP-SLTA, maka pada tahun 2015 remaja sudah mengetahui secara mendalam apa itu HIV/AIDS. Sehingga berbagai stigma tentang penyakit yang belum ada obatnya ini dapat dihilangkan. “Yang harus diketahui, HIV/AIDS penularannya tidak gampang. Hanya lewat empat empat media, yakni hubungan seks tidak aman, penggunaan jarum suntik yang berulang, Air Susu Ibu (ASI) dan transfusi darah (tingkat penularan mencapai 0 persen, lantaran penanganan transfusi sudah melalui proses screening, red.),” ucap Marsono, Kelompok Kerja KPAP Kaltim kepada Radar Tarakan, baru-baru ini.

Rencana penyisipan HIV/AIDS sebagai materi pelajaran SLTP dan SLTA, di Kaltim untuk sementara hanya diujicoba di tiga kota. Yakni, Samarinda, Balikpapan dan Tarakan. Alasannya, kata Marsono, penanganan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS sudah dilakukan secara efektif dan komprehensif. Salahsatu indikatornya, sudah diterapkannya pendeteksian dini pengidap HIV/AIDS menggunakan sistem VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Global Fund (sejak 2006). “Di Tarakan, Wakil Walikota sudah memberikan respons positif terkait rencana ini. Kini tinggal media pendidikannya, instansi teknis terkait yakni Dinas Pendidikan (Disdik) dan sekolah,” tandas Marsono.

Langkah KPAP Kaltim ini juga didukung oleh Keputusan Presiden RI. Dari itu, rencana ini kemungkinan besar dapat segera direalisasikan. “Kalau sudah diwujudkan, maka materi yang akan dimasukkan kedalam pelajaran antara lain pengenalan awal soal HIV/AIDS, cara penularannya, pencegahannya, bagaimana reaksi sepatutnya terhadap penderita HIV/AIDS dan lainnya,” jelas Marsono lagi.

Sementara itu, Sudirman-Staf Ahli Walikota Tarakan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan mengaku sangat mendukung rencana ini. Hanya saja ia menyarankan agar dalam realisasinya nanti, materi HIV/AIDS tidak berdiri sendiri tapi disisipkan ke mata pelajaran yang memiliki rumpun terkait, semisal mata pelajaran Biologi atau Olahraga. “Nantinya, guru terkait yang akan menyampaikan materi tersebut. Jadi, KPAP diharapkan dapat menggelar pelatihan untuk guru guna memperdalam pengetahuannya soal HIV/AIDS,” tandas Sudirman kepada Radar Tarakan, belum lama ini.

Guru yang dilatih pun tak harus dari tiap SLTP atau SLTA. “Dinas terkait akan menyiapkan guru-guru yang akan dilatih. Nah setelah dilatih, guru-guru tersebutlah yang bertanggungjawab untuk menularkan pengetahuannya kepada guru lain (mata pelajaran Biologi atau Olahraga) lewat media Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP),” ujarnya. Untuk diketahui, Tarakan saat ini memiliki 21 SLTP (MTs; 4) dan 19 SLTA (MA; 2).(ndy

Sumber : radartarakan (20 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com