Selasa, 06 September 2011

PDAM Tarakan Siapkan 8 Mobil Tangki Air

. Selasa, 06 September 2011

TARAKAN – Untuk menghentikan keganasan si “jago merah” melalap rumah warga, tentu diperlukan komponen air yang melimpah penunjang gerakan para petugas pemadam kebakaran. Namun tidak selamanya bergantung dengan persediaan air yang ada di kantor PMK. Karenanya, pemerintah menyiapkan jaringan air melalui fire hydrant sebanyak 15 titik di wilayah perkotaan, bekerja sama dengan perusahaan pengelola air, PDAM Tarakan.

Lalu untuk wilayah yang tidak memiliki jangkauan fire hydrant dan diluar jaringan PDAM, dikatakan Direktur PDAM Tarakan Ir Agus Adnan, mobil tangki air akan stand by di lokasi kebakaran pula. Gerakan dukungan ini rutin dilakukan setiap terjadi peristiwa kebakaran di kota Tarakan.

“Dari dulu memang rutin, seandainya kebakaran di luar jaringan PDAM, antisipasi pula petugas PMK kekurangan air, kami persiapkan mobil tangki. Yang jelas, kami sudah berbuat, dari pengalaman tahun 2001 hingga sekarang terus beroperasi,” kata Agus-demikian disapa.

Armada berwarna biru beroda enam yang disediakan PDAM untuk melayani pasokan air ini berjumlah 8 unit, dengan maksimal beroperasi rata-rata 3-5 mobil. Muatan air dalam masing-masing mobil kurang lebih 4 kubik air. “Mobil tangki air ini juga untuk pelayanan, namun selalu siap dan waspada kebakaran ada 8 mobil. Jadi SOP (Standard Operating Procedure) kami begitu ada kebakaran di suatu daerah, PMK menghubungi PDAM lalu petugas akan ke lokasi sekaligus membawa stang pipa untuk mengatur aliran air,” jelasnya kepada Radar Tarakan.

Sama halnya untuk pengoperasian fire hydrant, kata Agus, saat di beberapa titik hidran dekat lokasi kebakaran namun posisi dalam tekanan rendah, tim dari PDAM akan segera mengatur aliran air dalam jaringan rumah tangga untuk mengarah ke hidran yang dituju. Meski jadi satu dengan jaringan rumah tangga, dipastikan tidak akan terlalu mempengaruhi suplai air apalagi kebakaran juga tidak setiap hari terjadi.

“Memang ada beberapa hidran yang terpasang dengan debit air masih kurang. Tapi begini, kita mandaatkan hidran inikan ketika ada musibah, saat tidak ada kebakaran tentu suplai air ke rumah tangga berjalan seperti biasa. Ketika ada kebakaran, masyarakat juga perlu mendukung dan maklum jika sementara aliran air didistribusikan ke TKP, menghindari kebakaran semakin besar,” terangnya kemudian.

Permasalahan kualitas air yang dikucurkan oleh hidran adalah air sehat bukan air baku, bagi Direktur PDAM Tarakan ini tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Pasalnya, daerah metropolitasn sekalipun, jaringan hidran juga menjadi satu dengan jaringan rumah tangga. Kalaupun harus dengan instalasi terpisah agar tekanan air dalam hidran cukup besar, maka pemerintah perlu merogoh kocek pemasangan instalasi yang tidak sedikit.

“Kalau disiapkan air baku untuk kebakaran, investasi lagi dan butuh dana lagi. Kita pasang lagi instalasi untuk jalur pipa air baku, belum lagi perawatannya. Di kota besar metropolitan juga tidak ada yang seperti itu, jaringan untuk hidran juga jadi satu dengan jaringan rumah tangga,” tutupnya. (dta)

Sumber : radartarakan (5 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com