Sabtu, 24 September 2011

Sulit Bergerak Andalkan Rp 50 Juta

. Sabtu, 24 September 2011

Berharap DPRD Dukung Kegiatan KPAD Tarakan

TARAKAN – Puluhan kegiatan dan rencana kerja disampaikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kepada KPA Daerah Kota Tarakan. Entah mana yang akan dapat terwujud, tentunya tergantung daripada kesiapan sumberdaya manusia (SDM), fisik (sarana dan prasarana) juga pendanaan. Dikatakan ketua KPA Daerah Kota Tarakan Suhardjo, jangan sampai seluruh kegiatan yang disampaikan kepada pihaknya hanya singgah “di mulut’ dan tak terealisasi satupun. “Reaksional kita, pastinya mendukung. Tapi, jangan sampai semua itu hanya sebatas omongan doang. Minimal, kegiatan yang dilakukan KPA Provinsi dapat bersinergis dengan apa yang direncanakan KPA Daerah,” ungkap pria yang menjabat Wakil Walikota Tarakan ini kepada Radar Tarakan, baru-baru ini.

Saat ini, dari sisi dukungan SDM mungkin KPA Daerah Kota Tarakan memiliki kecukupan termasuk ketersediaan sarana dan prasarana. Namun dari dukungan pendanaan-APBD Kota Tarakan, KPA Daerah Kota Tarakan hanya mengandalkan posting anggaran sebesar Rp 50 juta per tahun. Dengan dana sebesar itu, kata Suhardjo, akan sangat sulit bagi pihaknya untuk merealisasikan berbagai program kegiatan yang sudah dirancang pihaknya atau oleh KPA Provinsi dan KPA Indonesia. “Ya, kita sulit bergerak. Dengan dana sebesar itu, ya kita kerjakan apa yang bisa kita lakukan. Dan, pastinya tak mungkin bisa kegiatan yang besar,” keluhnya. “Sementara itu, luasan kegiatan KPA ini sangat penting. Lantaran mengurusi masalah HIV/AIDS yang kini sudah merebak hingga ke remaja,” imbuhnya.

Dari itu Suhardjo berharap selain dukungan SDM dan sarana-prasarana direalisasikan, pendanaan untuk KPA Daerah Kota Tarakan pun dapat ditingkatkan. “Semoga saja DPRD dapat melihat betapa pentingnya keberadaan KPAD bagi penuntasan masalah HIV/AIDS dan dampaknya di masyarakat. Sehingga DPRD dapat memberikan dukungan secara nyata lewat teranggarkannya dana kegiatan KPAD dalam nominal yang masuk akal,” tandasnya.

DAERAH TRANSIT, HIV/AIDS JADI MOMOK

Salahsatu kegiatan yang diharapkan dapat segera terealisasi adalah penyisipan materi HIV/AIDS didalam kurikulum salahsatu mata pelajaran yang serumpun pada jenjang SLTP dan SLTA. Menyikapi hal ini, Suhardjo mengaku hal tersebut adalah sebuah langkah positif yang memang sepantasnya mendapat dukungan. “Lewat penyisipan ini, maka sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS kepada generasi muda dapat dilakukan secara komprehensif. Hanya saja dalam pelaksanaannya kelak, diatur sedemikian rupa sehingga tidak berbenturan dengan aturan terkait,” ujarnya.

Program yang rencananya akan diujicoba di tiga kota di Kaltim ini-Samarinda, Balikpapan dan Tarakan, juga diharapkan dapat berlangsung secara kontinu. “Tarakan kan kota transit, jadi saya kira upaya antisipasi dini dengan memberikan pengetahuan yang mumpuni soal HIV/AIDS kepada masyarakat mampu meminimalisir tingkat penularannya,” tandasnya. Dampak lainnya, adalah makin mudahnya pihak terkait dalam mengumpulkan data soal penyebaran HIV/AIDS di masyarakat. Ekspektasinya, masyarakat Tarakan utamanya generasi muda telah mengetahui bagaimana menghadapi orang dengan HIV/AIDS dan bagaimana memperlakukan mereka.(ndy)

Sumber : radartarakan (24 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com