Kamis, 15 September 2011

Suplai Minyak Tanah Tak Boleh Dikurangi

. Kamis, 15 September 2011

PERSOALAN tidak adanya isi ulang untuk tabung gas elpiji 3 kg yang telah diterima masyarakat sejak beberapa bulan lalu disesalkan Wakil Walikota Tarakan Suhardjo Trianto. Menurutnya, pemerintah pusat melalui Pertamina tidak memiliki kesiapan untuk meluncurkan program konversi dari minyak tanah ke gas elpiji tersebut kepada warga Tarakan.

“Yang menjadi kesulitan di Tarakan ini tidak adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) sehingga harus diisi ulang ke Balikpapan. Ini perlu suatu pemikiran kedepan supaya stok gas elpiji pengguna bisa terus kontinu,” kata Suhardjo di ruang kerjanya kemarin.

Wawali juga mengatakan, pemerintah kota mengajak Pertamina untuk memikirkan persoalan gas elpiji 3 kg yang telah digunakan masyarakat tersebut harus diisi ulang kemana. “Pemerintah kota tidak berdaya ketika tidak ada komitmen terkait konversi dari gas ke elpiji tersebut lantaran tidak dipersiapkan secara matang,” kata Suhardjo.

Meski demikian menurut wawali, program konversi dari minyak tanah ke gas tersebut adalah program yang baik sebagai program nasional yang harus didukung. “Saya masih percaya dengan Pertamina apalagi jika Pertamina memikirkan bagaimana kebutuhan ini bisa dipenuhi,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah tidak mampu berbuat banyak. Pasalnya yang berkompeten dan memiliki kapasitas untuk melakukan isi ulang tabung gas elpiji 3 kg tersebut hanya Depo Pertamina.

“Saya berharap Pertamina merespon cepat dan harus ada langkah konkrit,” ungkapnya.

Sambil menunggu langkah Pertamina, pemerintah kota akan melakukan koordinasi dengan Perusda, apakah memungkinkan persoalan isi ulang tabung gas elpiji 3 kg tersebut dikelola oleh perusahaan daerah saja atau tidak.

Yang perlu diingat, sambung Suhardjo, sebagai konsekuensinya selama isi ulang tabung gas elpiji 3 kg belum ada maka suplai minyak tanah belum dapat dikurangi sampai isi ulang benar-benar siap.

“Apapun alasannya ini amanah ini dibebankan pemerintah pusat ke Pertamina, kami pemerintah daerah sifatnya mendukung apa yang menjadi kesulitan, apa yang menjadi hambatan kita bersama-sama selesaikan,” tuturnya.

“Jangan sampai masyarakat yang dibebani, minyak tanah dikurangi sementara di sisi lain stok tabung gas elpiji 3 kg tidak ada,” kata wawali.(ddq)

Sumber : radartarakan (15 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com