Minggu, 11 September 2011

Tidur di kolong Jembatan, Domi Dipindahkan Satpol PP Tarakan

. Minggu, 11 September 2011

TARAKAN – Satu orang terlantar kembali diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa waktu lalu. Yakni Domi, pria berumur 35 tahun yang selama ini menghuni kolong jembatan di bilangan Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Hotel Taufiq. Berdasarkan laporan warga sekitar yang merasa prihatin dengan kondisi pria yang diketahui berasal dari Papua Jayapura ini, Domi sudah menghuni kolong jembatan depan Hotel Taufiq sekitar 2-3 minggu belakangan.

Kronologisnya, sekitar dua minggu lalu warga menemukan Domi yang tinggal di bawah kolong jembatan dengan kondisi lemah. Warga kemudian melaporkan kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) agar diamankan dan diberikan bantuan. Laporan ini kemudian diteruskan ke Satpol PP yang selanjutnya dilakukan koordinasi dan menjemput Domi dikolong jembatan. “Setelah ditanya-tanya ke warga sekitar, kemudian kami cek di lokasi, ternyata yang bersangkutan berada di bawah jembatan depan Hotel Taufiq, Jalan Yos Sudarso. Saat kami temukan Ia sedang dalam kondisi tidur dan langung kami bawa ke kantor,” terang Dison SH kepada Radar Tarakan.

Saat dibawa ke markas Satpol PP di Ladang, Domi dalam keadaan sakit parah dan badan yang kurus. Domi juga tidak bisa berjalan dan sulit berdiri saat akan dibawa, sehingga harus dipapah petugas. Saat ditanyakan kondisinya, Domi mengaku sedang sakit perut, sakit di bagian belakang pinggang dan tidak bisa makan. Jika dibiarkan, maka kondisi Domi akan semakin parah. Olehnya itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Satpol PP kemudian berkonsultasi dengan Dinsosnaker untuk membawanya ke Rumah Sakit Umum.

“Yang jelas dia ini terlantar. Setelah kami konsultasi dengan Dinsosnaker, kami langsung membawanya ke rumah sakit untuk ditangani dan diberikan pengobatan. Dari rumah sakit kemudian meminta kami dan Dinsosnaker ke Unit Gwat Darurat (UGD) terkait dengan biayanya. Setelah dibawa, sekarang ini biayanya ditanggung oleh dinas sosial baik perawatan maupun inapnya dan obat-obatan,” kata Dison.

Setelah dilakukan diagnosa, dokter memastikan Domi terserang penyakit malaria dan lever dan dilakukan perawatan di rumah sakit selama 4 hari untuk memulihkan kondisi. Setelah 4 hari dirawat kemudian dokter sudah menyatakan dia bisa keluar dan Satpol PP kembali membawanya ke markas sejak Jumat lalu hingga hari ini. Rencananya, Domi akan kembali dipulangkan ke kampung halamannya di Jayapura, Papua, setelah dilakukan koordinasi dengan Dinsosnaker. “Pemulangan koordinasi dengan sosial, setidaknya Senin besok (hari ini, Red),” ungkapnya.

Menurut informasi yang diterima Satpol PP langsung dari Domi, Ia awalnya kerja di perusahaan kayu di Samarinda. Karena kondisinya sakit-sakitan dan semakin kurus, kemudian Ia diingatkan oleh temannya agar istirahat kerja. Ia pun mendengar saran tersebut dan lantas berhenti bekerja. Lalu Ia bersama temannya sekitar 3 orang menuju Tarakan. Sesampainya di Tarakan, ke 3 teman lainnya menuju Malaysia untuk mencari pekerjaan, sementara Domi tetap bertahan di Tarakan untuk mencari kerja di sini. Hingga saat ini Domi belum juga memperoleh pekerjaan dan malah kondisi kesehatannya semakin memprihatinkan. Di Tarakan ini Ia tidak memiliki keluarga.

“Dia sudah berada di Tarakan sekitar 1 bulan lalu dan tinggal di kolong jembatan sekitar 2-3 mingguan. Ini hasil keterangan yang bersangkutan. Selama tinggal di bawah jembatan dia juga jarang makan, makanya kondisinya sangat lemah. Selama di Satpol PP sejak awal pulang dari rumah sakit hingga saat ini anggota-anggota Satpol PP yang berikan makanan,” tutup Kepala Satpol PP ini. (jnu)

Sumber : radartarakan (12 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com