Jumat, 23 September 2011

Walikota Tarakan Evaluasi Stasiun Kebakaran Mini

. Jumat, 23 September 2011

WALIKOTA Tarakan Udin Hianggio sangat prihatin dengan peristiwa kebakaran hebat yang melanda Beringin, Kelurahan Selumit Pantai malam tadi. Walikota juga menyayangkan peristiwa kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut kembali terjadi. Padahal pemerintah kota sudah membangun stasiun mini pemadam kebakaran di titik-titik rawan penduduk tersebut.

“Laporan yang masuk ke saya stasiun mini ini tidak berfungsi maksimal,” kata Udin Hianggio malam tadi. Dijelaskan walikota, dirinya sangat hapal betul bahwa stasiun mini pertama kali yang dibangun pemerintah kota di kawasan pesisir adalah di kawasan Beringin. Itupun saat dirinya masih menjabat sebagai ketua DPRD Tarakan. “Kalau memang kurang berfungsi, ini menjadi peringatan. Saya akan evaluasi itu dan menjadi catatan buat pemerintah kota,” tegas walikota tegas.

Rencananya, siang ini walikota menuju ke lokasi kebakaran untuk melihat kondisi terkini. Untuk bantuan, menurutnya pemerintah kota sudah pasti akan diberikan. Namun apa bentuknya, diserahkan kepada tim yang terkait untuk langsung menyesuaikan dengan kebutuhan warga. “Untuk bantuan Insya Allah protabnya sudah ada,” pungkas Udin.


TERHEBAT TAHUN 1990

Kebakaran telah beberapa kali melanda Pasar Beringin. Peristiwa terhebat terjadi tahun 1990, Hajah Zubaedah A.D. yang sekarang menjadi anggota Komisi I DPRD Kota Tarakan merupakan salah satu korban kebakaran. “Saat itu Bunda langsung pindah ke Perumnas,” kata Zubaedah dihubungi Radar Tarakan tadi malam.

Saat itu, hampir seluruh bangunan di kawasan Pasar Beringin terbakar. “Total mulai RT 1 hingga RT 13 yang terbakar. Mulai Beringin I sampai dekat Mako Lanal,” terangnya. Tahun 2002, kebakaran juga terjadi. Tapi tidak sebesar peristiwa yang terjadi pada 1990. Kemudian November 2004, ratusan warga Beringin kembali kehilangan rumah akibat kebakaran.

Kebakaran di tahun 2004 inilah yang akhirnya membawa perubahan besar bagi Pasar Beringin. Jika sebelumnya Pasar Beringin dikenal dengan pasar terapung karena berada pada bangunan di atas laut yang kala itu warga masih bisa menyaksikan perahu hilir mudik di bawah bangunan pasar, kini tidak lagi. Hampir sebagian wilayah pesisir ditimbun tanah urukan dan kini berdiri bangunan beton. (ddq/ris/iza)

Sumber : radartarakan (22 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com