Minggu, 11 September 2011

Waspadai Penyelundupan Premium Bersubsidi

. Minggu, 11 September 2011

TARAKAN – Meskipun sudah tidak terjadi antrean panjang baik roda emat dan roda dua di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Pengisian Minyak dan Solar (APMS) setelah lebaran Idulfitri 1432 Hijriah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak akan lengah. Satpol PP tetap akan terus melakukan pemantauan di sejumlah pengisian BBM bersubsidi agar tidak terjadi penyalahgunaan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti pengetap BBM bersubsidi yang dilakukan oleh kendaraan roda empat maupun roda dua yang banyak terjadi saat bulan puasa lalu.

“Kita masih terus melakukan pemantauan, meskipun aktivitas pembelian premium bersubsidi sudah tidak setinggi saat lebaran lalu,” ujar Dison SH, Kepala Satpol PP kepada Radar Tarakan, Minggu (11/9).

Ramainya antrian pembelian BBM bersubsidi selama Ramadan lalu menurut Dison juga berdasarkan asumsi penambahan stok premium bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan selama puasa. Terlepas apakah masih dilanjutkan penambahan stock tersebut hingga saat ini, Dison tidak mempersoalkannya, asalkan tepat sasaran.

Olehnya itu, pihak Satpol PP akan terus mengawal tentang pengawasan dan pengendalian BBM bersubsidi sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2008. Dan mencegah adanya oknum yang melakukan pelanggaran terhadap Perda tersebut, baik melakukan pengetapan atau membeli BBM bersubsidi secara berulang-ulang, atau membeli dengan menggunakan alat yang tidak dibenarkan menurut aturan yang ada.

Apalagi baru-baru ini Satpol PP telah menggagalkan aksi beberapa oknum yang akan melakukan penjualan BBM jenis minyak tanah sebanyak 1,4 ton atau 7 drum ke luar Kota Tarakan. Percobaan penyelundupan ini tertangkap tangan oleh Satpol PP di Karang Anyar Pantai, Jembatan Bongkok RT 32 yang dilakukan oleh 3 oknum yang berasal dari Berau. Untung aksi ilegal tersebut tidak sempat terlaksana, meskipun sebelumnya, menurut pengakuan 3 orang tersangka tersebut, aksi semacam ini untuk pembelian minyak tanah dengan jumlah besar di Tarakan juga pernah dilakukan dijual ke Berau. Kegiatan tersebut sudah terjadi hingga dua kali.

Hal ini tentunya menjadi perhatian Satpol PP Tarakan. Sebab tidak menutup kemungkinan aksi tersebut juga terjadi untuk BBM jenis premium. “Makanya kita terus lakukan pantauan dan pengawasan. Siapa tahu ada juga premium bersubsidi ilegal yang akan dijual keluar daerah,” tegas Dison. (jnu)

Sumber : radartarakan (12 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com