Senin, 24 Oktober 2011

Lion Air dari Tarakan Tergelincir, Sepinggan Lumpuh 7 Jam

. Senin, 24 Oktober 2011

Ratusan Penerbangan Terganggu

Lion Air dari Tarakan Tergelincir, Sepinggan Lumpuh 7 JamBALIKPAPAN- Insiden masih mengakrabi dunia penerbangan negeri ini. Yang terbaru terjadi di Bandara Internasional, Sepinggan, Balikpapan, Minggu (23/1) pagi Wita. Pesawat Lion Air JT-673 dari Tarakan, ambles dan membuat ratusan jadwal penerbangan dari dan ke Sepinggan berantakan.

Roda burung besi tipe Boeing 737 ER 900 itu ambles di ujung runway, sekira 10 meter dari garis akhir. Cuaca Kota Minyak kemarin pagi memang kurang bersahabat. Hujan gerimis membuat landasan basah. Setelah rodanya terbenam di landasan, evakuasi sebanyak 198 penumpang pun dilakukan. Barang-barang mereka juga segera diturunkan.

Namun, efek paling fatal dari kejadian kemarin adalah imbas ke mana-mana. Sejak kejadian sekira pukul 07.30 hingga bandara kembali dibuka pukul 15.00 Wita, praktis lebih tujuh jam aktivitas penerbangan di Sepinggan lumpuh total.

Semua maskapai tak bisa menggunakan satu-satunya bandara internasional di Kaltim itu. Baik yang ingin berangkat maupun mendarat. Dari data yang diperoleh Kaltim Post, sebanyak 58 pesawat datang dan 60 pesawat yang sedianya berangkat, harus mengalami delay. Pesawat yang ingin berangkat itu rencananya terbang ke berbagai kota, seperti Tarakan, Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, maupun Makassar.

Selain itu, penerbangan dari Manado, Surabaya, dan Jakarta, terpaksa dialihkan ke kota lain. Khusus pesawat dari Makassar, Banjarmasin, Berau dan Tarakan diminta kembali ke bandara keberangkatan (RTB/return to base). “Dua pesawat yang RTB ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dan Bandara Sam Ratulangi, Manado. Satu divert (dialihkan) ke Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin,” kata Humas PT Angkasa Pura (AP) 1 Bandara Sepinggan, Abdullah Husein.

Ribuan penumpang juga kecewa berat. Ini karena tak ada kejelasan kapan pesawat mereka bisa berangkat. Terminal keberangkatan Lion yang baru pun dipadati oleh lautan manusia. M Salahuddin, salahseorang penumpang yang sedianya bertolak ke Makassar pukul 11.00 Wita dengan pesawat bernomor JT 679, akhirnya baru berangkat pukul 19.35 Wita. “Ada sih makanan disiapkan pihak Lion, tapi tak semuanya kebagian karena jumlah terlalu banyak. Yang jelas, penumpang hanya teriak “huuuu” bila mendengar (pengumuman) pesawat yang ditunda keberangkatannya,” ujar dia.

Insiden Lion juga berdampak ke maskapai lain. Sejumlah pendaratan pesawat Garuda dari Jakarta menuju Balikpapan pun dialihkan, seperti ke Makassar dan Banjarmasin. “Akibat pengalihan pendaratan tersebut, penerbangan Garuda dari Balikpapan menuju Jakarta juga terpaksa tidak dapat diberangkatkan, dan hal tersebut berdampak pada keterlambatan penerbangan-penerbangan Garuda selanjutnya atau lainnya," kata VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia, Pujobroto.

Sedangkan, Manajer Operasional Bandara Sepinggan Kasiadi menjelaskan, sejak dibukanya landasan pukul 15.00, penerbangan kembali normal. Hanya, ada pengurangan landasan 250 meter dari jumlah yang semestinya 2.500 meter. Ini demi menghindari insiden dengan bodi pesawat Lion Air yang masih tertahan di pengujung runway. Evakuasi pesawat berlangsung lama. “Dengan menggunakan dua unit buldozer (dari pekerjaan proyek terminal Sepinggan, Red). Alat dongkraknya belum kuat. Kami masih nunggu alat tambahan lagi,” papar Kasiadi, kemarin sore.

Pukul 23.12 Wita, pesawat akhirnya baru bisa bergerak setelah ditarik menggunakan tiga unit push back car. Sebelumnya, pesawat baru bisa terangkat setelah didongkrak menggunakan hidrolik jack khusus untuk tipe Boeing 737 ER 900. Hingga berita ini diturunkan, proses penarikan pesawat ke hanggar masih berlangsung.

Insiden di Sepinggan juga terpaksa dirasakan bandara di kota lain. Penumpang Lion Air di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya. Mereka hanya bisa mengelus dada ketika ingin mencoba alternatif mengubah penerbangan dengan maskapai lain menuju Balikpapan. Ini karena masalahnya memang bukan pada maskapai, tapi kerusakan di landasan Sepinggan.

“Kalau mau ganti ke maskapai lain juga sama saja, karena masalahnya memang di bandaranya,” kata petugas perempuan check-in di konter Lion Air Juanda. Demi meyakinkan penumpang, petugas lainnya di konter itu lantas menunjukkan foto insiden tergelincirnya pesawat yang terjadi kemarin pagi. "Ini, Mas. Aspalnya ambles," katanya, sambil menunjukkan foto yang beredar di BlackBerry Messenger (BBM).

Meski sudah memastikan sejumlah penerbangan delay, Lion Air dan maskapai lain tetap melayani check in penumpang sesuai jadwal. Calon penumpang yang sudah check in pun menumpuk di ruang tunggu, seperti di pintu 3 dan 4. Penundaan terjadi sekira delapan jam. Seperti jadwal Lion Air yang mestinya terbang pukul 14.45 WIB, baru dapat kepastian terbang pada pukul 20.00 WIB.

Sementara Lion Air dengan nomor penerbangan JT 262 jurusan Balikpapan yang harusnya terbang pada pukul 07.20 WIB, baru terdengar panggilan untuk diminta naik pesawat pukul 14.35 WIB. Di Juanda, penerbangan ke Balikpapan baru dimulai lagi pada pukul 14.00 Wita. Pada jam itu, sudah terdengar panggilan naik pesawat untuk penumpang dengan tujuan Balikpapan dan Tarakan. Dua maskapai yang pesawat mereka terbang pada waktu tersebut adalah Sriwijaya Air dan Batavia Air. Tak lama disusul panggilan dari maskapai Lion Air.

Di Tarakan sejumlah penerbangan juga mengalami penundaan. Bahkan pesawat terakhir yang terbang dari Tarakan tadi malam pada pukul 23.04 Wita. “Ya kami tetap berangkat, tapi ya gini jam 11-an malam. Mau diapakan lagi,” kata seorang penumpang jurusan Jakarta, tadi malam. Tadi malam pesawat terakhir yang masuk di bandara Juwata pada pukul 23.45 Wita.

Penundaan jadwal penerbangan ke Balikpapan juga berimbas di Berau, kemarin (23/10). Pesawat tujuan Balikpapan yang harusnya terbang pagi terpaksa berangkat sekira pukul 15.30 Wita. Sebelumnya, jadwal penerbangan menuju Balikpapan berlangsung normal. Pesawat Sriwijaya Air yang bersiap-siap terbang menuju Balikpapan sekira pukul 7.30 terpaksa harus kembali ke Kalimarau.

“Saya dapat informasi pesawat Lion Air tergelincir di Balikpapan sekitar jam setengah delapan. Yah pesawat terpaksa kembali ke apron,” kata pilot pesawat Sriwijaya Air Capt. Sugeng Hartoyo. “Padahal sudah sempat di landasan mau take off menuju Balikpapan,” tambahnya.

Penumpang Sriwijaya Air pun kembali diturunkan dan dibawa ke ruang tunggu keberangkatan Bandara Kalimarau. Hingga beberapa jam menunggu dan belum mendapat kepastian keberangkatan, satu per satu penumpang pun terpaksa keluar dari ruang tunggu.

Bahkan beberapa penumpang yang tidak betah menunggu lama di bandara terpaksa pulang ke rumahnya. Demikian pula penumpang Trigana Air dengan tujuan Balikpapan, terlihat sebagian meninggalkan bandara lantaran tidak betah menunggu lama.

“Daripada lama menunggu belum ada juga kepastiannya, bagus pulang dulu atau jalan-jalan,” kata Kamaluddin, salah seorang penumpang Trigana Air. Sekira pukul 14.00 penumpang akhirnya mendapat informasi mengenai keberangkatan. “Sekarang saya sudah di dalam pesawat mau berangkat ke Balikpapan,” ujar Liliansyah, penumpang Trigana Air lainnya saat dihubungi melalui telepon seluler sekira pukul 15.20.

(far/*/lim/adm/end)

Sumber : radartarakan.co.id (24 Oktober 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com