Minggu, 09 Oktober 2011

MUI Tarakan Akan Bentuk Tim Survei

. Minggu, 09 Oktober 2011

Rutin 4 Kali Setahun, untuk Cek Peredaran Alquran

TARAKAN –Menyusul adanya beberapa kali laporan soal beredarnya Alquran salah cetak di Tarakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan berencana membentuk tim survei, yang nantinya akan melakukan pengecekan rutin terhadap peredaran kitab suci agama Islam tersebut di Kota Tarakan.

Seperti diketahui, sejak 2010 lalu hingga saat ini sudah ada 4 kasus terjadinya kesalahan cetak pada Alquran yang ditemukan beredar di Tarakan. Meskipun dalam pantauan di lapangan oleh MUI Tarakan beberapa hari lalu ke toko-toko buku hasilnya nihil, menurut Ketua I MUI Tarakan Syamsi Sarman, tidak menutup kemungkinan masih banyak Alquran salah cetak yang lepas dari pantauan.

Syamsi Sarman mengatakan, ke depannya MUI akan membentuk tim survei yang bertugas memantau dan mengecek setiap Alquran yang beredar di toko secara rutin. Hal ini untuk menghindari adanya Alquran salah cetak dipakai oleh masyarakat. “Kita berencana akan membentuk tim survei yang secara rutin akan melakukan pantauan ke lapangan, baik saat ada kasus (kesalahan cetak Alquran, red) maupun tidak. Kita akan survei toko-toko buku di Tarakan yang menjual Alquran. Tim ini rencananya akan turun ke lapangan setahun sebanyak 3 sampai 4 kali,” kata Syamsi.

Sementara itu menindaklanjuti laporan dari masyarakat soal ditemukannya alquran salah cetak beberapa waku lalu, MUI Kota Tarakan langsung melakukan pantauan di lapangan dengan memeriksa Alquran yang dijual di toko-toko, seperti di Simpang Tiga, Lingkas Ujung dan toko-toko buku kecil lainnya.

“Kita kembali cek di lapangan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI bersama komisi Fatwa MUI dan hasilnya tidak ada ditemukan kembali adanya Alquran yang salah cetak,” terang Syamsi Sarman. Lebih lanjut Syamsi mengatakan, Alquran salah cetak ini dipastikan tidak hanya beredar di Tarakan, namun juga di daerah lain. Olehnya itu temuan ini akan segera dilaporkan kepada pengurus MUI Wilayah Kaltim untuk kemudian diteruskan ke MUI Pusat. Dari MUI Pusat nantinya akan melaporkan ke penerbit Alquran yang terjadi kesalahan cetak agar seluruhnya ditarik dari peredaran.

Dia mengatakan, kesalahan cetak pada Alquran ini kebanyakan ditemukan saat masyarakat melaksanakan tadarusan. Sebab saat tadurus Alquran para jamaah akan saling menjaga bacaan agar tidak terjadi salah baca. Sedangkan saat sedang membaca sendiri-sendiri, kemungkinan untuk mendapati adanya kesalahan pada ayat-ayat Alquran akan sulit ditemui apalagi bagi masyarakat awam yang tidak hapal Alquran. “Kecuali ustaz atau orang yang hapal Alquran. Meskipun begitu, saya himbau kepada masyarakat agar lebih teliti lagi, jika ada yang ganjil atau berbeda pada bacaan Alquran mohon dilaporkan kepada MUI,” imbaunya.(jnu/ngh)

Sumber : radartarakan (10 Oktober 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com