Rabu, 12 Oktober 2011

Penyebab Semen Langka di Tarakan

. Rabu, 12 Oktober 2011

Permintaan Meningkat, Kapal Terpaksa Antre

TARAKAN – Kelangkaan semen masih terjadi di Kota Tarakan belakangan ini.Manajer Pemasaran Distributor Semen Bosowa Cabang Tarakan, Santo mengatakan, persoalan kelangkaan semen tersebut disebabkan masalah pengangkutan yang masih menunggu giliran seiring meningkatnya permintaan dari sejumlah daerah di Indonesia di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Kendalanya ada di pengangkutan. Semoga dalam minggu ini sudah masuk, karena kapal kita juga sudah standby di pabrik. Hanya saja harus menunggu giliran pemuatannya,” kata Santo kepada Radar Tarakan kemarin (11/10).

Menurutnya, persoalan tersebut terjadi bukan hal yang baru melainkan hampir setiap tahun selalu mengalami permasalahan serupa. “Sudah sebulan stok semen kami lagi kosong, sementara permintaan meningkat karena semen lain juga banyak yang kosong, jadi mau tidak mau mereka harus menunggu,” beber Santo.

Rencananya, jika persoalan tersebut telah diatasi Bosowa cabang Tarakan akan mendatangkan semen sebanyak 30 ribu sak ke Kota Tarakan. “Permintaan tak hanya dari Tarakan tapi dari luar Tarakan, tapi kita sudah memberikan kuota masing-masing, tapi kita utamakan Tarakan dulu,” katanya.

Mengenai harga, pihaknya menegaskan tidak ada kenaikan yang signifikan. Hanya saja, kata Santo, hampir semua para pengecer telah menaikkanya dengan kisaran Rp 60 ribu lebih per sak. “Dan biasanya hampir setiap mendekati akhir tahun semen selalu langka, kalau bukan karena cuaca atau persoalan di angkutan,” katanya.

Hal serupa juga dikemukakan pihak Distributor Semen Tiga Roda cabang Tarakan kepada wartawan koran ini secara terpisah kemarin. Koordinator Pemasaran David Tan menilai, kelangkaan semen yang terjadi saat ini dikarenakan banyaknya proyek yang dilakukan di sejumlah daerah.

“Jadi dari seratus lebih kapal angkut di Surabaya terpaksa harus antri, dan tidak hanya memuat semen tapi sejumlah barang lainnya seperti sembako sehingga beberapa semen langka,” ujar David.

Namun, untuk semen Tiga Roda di kota ini pihaknya mengklaim tak terjadi kelangkaan melainkan stok yang minim. “Kalau semen kita normal-normal saja, dan rencananya kita akan datangkan 2 ribu sak untuk kebutuhan Tarakan,” katanya.

Pihaknya juga mengeluhkan, selain terkendala pengangkutan dari tempat asal tujuan, persoalan lain juga terjadi di pelabuhan Malundung Tarakan yang dinilai lambat karena kondisi sarana pelabuhan yang tak mampu membackup kapal barang.

“Masalahnya kapal penumpang dan kapal-kapal lain, jadi setiap mau bongkar harus antri juga. Tapi masalah ini sudah kita rapatkan dengan Pelindo dan TKBM Tarakan,” cetusnya.

Mengenai harga, sampai saat ini semen Tiga Roda terbilangh normal yakni antara Rp55-56 ribu per sak. Sementara untuk harga eceran rata-rata dipatok Rp60 ribu. Hal ini menurut, para pengecer banyak memanfaatkan momen kelangkaan semen yang dialami distributor semen lainnya. “Dari pihak kami tidak ada main harga, karena harga merupakan komitmen untuk jangka panjang,” tegas David.(sur/ris)

Sumber : radartarakan (12 Oktober 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com