Minggu, 09 Oktober 2011

Polres Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Pasca Ledakan di ATM Sleman

. Minggu, 09 Oktober 2011

TARAKAN – Pasca ledakan di anjungan tunai mandiri (ATM) di Jalan Affandi, Sleman, Jogjakarta, Jumat dini hari (7/10) sekitar pukul 02.00 Wita, jajaran Kepolisian Resor Tarakan langsung meningkatkan kewaspadaan terhadap bank dan ATM yang ada di kota ini.

Siang kemarin, Kepala Kepolisian Resor Tarakan Ajun Komisaris Besar Polisi Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Subarjo dan dan Kepala Detasemen Objek Vital AKP Ambri langsung melakukan koordinasi dengan perbankan melalui Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Tarakan, Muhammad Hidayat.

“Meskipun belum ada instruksi dari pusat untuk melakukan pengamanan di setiap ATM dalam waktu 24 jam, namun dengan kejadian yang ada di Sleman, Polres Tarakan mulai mengambil langkah preventif,” jelas Subarjo.

Upaya yang dilakukan pihak Kepolisian kata Subarjo, dengan melakukan patroli secara rutin di setiap ATM yang ada di luar lingkungan bank. Selain itu, fungsi dan peranan intelijen dalam melakukan deteksi dini juga ditingkatkan untuk bersama-sama mengawasi masuknya orang-orang yang dicurigai.

Subarjo juga menegaskan, selain kedua upaya tersebut sebagai langkah preventif, hampir semua ATM yang ada di luar lingkungan bank telah ada petugas sekuriti.

Dalam pertemuan dengan Ketua BMPD yang juga Pimpinan Bank Kaltim Cabang Tarakan, Muhammad Hidayat, dua perwira Polres Tarakan tersebut menyarankan beberapa poin menjadi perhatian perbankan. Misalnya saat masuk di ruang ATM pengunjung dilarang menggunakan helm, kacamata gelap, dan penutup mulut (masker).

Selain melakukan koordinasi dengan ketua BMPD, keduanya juga langsung melakukan sosialisasi kepada security di Bank Mandiri dengan harapan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap semua pengunjung ATM.

Terpisah, Ketua BMPD Tarakan Muhammad Hidayat mengatakan, selain aparat kepolisian yang melakukan antisipasi, masing-masing perbankan juga melakukan antisipasi secara internal. Langkah yang dilakukan yakni penjagaan dari masing-masing sekuriti di setiap ATM dan melakukan kontrol pada jam- jam yang dianggap rawan.

“Khusus untuk Bank Kaltim, setiap ATM-nya, baik yang ada di lingkungan bank atau di luar selalu ada sekuriti yang disiagakan secara bergilir dalam waktu 24 jam,” kata Muhammad Hidayat.

Selain itu, keberadaan CCTV (closed circuit television) juga sangat penting dipasang pada setiap ATM, sehinggapihak perbankan bisa melakukan identifikasi sesuatu kejadian atau persoalan.

Hidayat juga mengimbau kepada setiap kepala bank yang ada di Tarakan untuk sesegera mungkin melengkapi fasilitas di setiap ATM-nya. “Jika ada bank yang memang di ATM-nya belum terpasang CCTV, maka saya imbau supaya bisa dipasang. Karena keberadaan CCTV ini sangat penting untuk perbankan itu sendiri,” kata Hidayat.(noi)

Sumber : radartarakan (8 Oktober 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com