Redirect to TarakanBais

Tampilkan postingan dengan label Kelurahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelurahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Pelebaran Sungai Karang Anyar Warga Merasa Selalu Dirugikan

. Selasa, 25 Oktober 2011

TARAKAN – Penanganan banjir di Sungai Karang Anyar ternyata tidak hanya menyisakan polemik ganti rugi tanah yang selama ini kerap dilontarkan banyak pihak. Warga justru menuding Pemerintah Kota Tarakan (Pemkot) tidak adil dalam proses pelebaran Sungai Karang Anyar.

Warga RT 36 Kelurahan Karang Anyar, Agus menjelaskan, pelebaran sungai Karang Anyar selalu merugikan mereka. Pasalnya, tanah mereka yang terkena imbas pelebaran tidak sesuai dengan ukuran yang mereka inginkan saat pelebaran sungai beberapa tahun lalu. “Maunya tanah yang sebelah (seberang sungai dari rumah Agus, Red) itu juga terkena pelebaran. Tapi nyatanya, tanah kami yang banyak diambil, sebelah tidak. Makanya kami tidak terima pelebaran sehingga pelebaran waktu itu tidak dilanjutkan,” jelas Agus kepada Radar Tarakan di kediamannya, kemarin (25/10).

Pemilik 29 pintu kontrakan inipun mengaku heran dengan cara Pemkot mengatasi banjir. Belum lagi, dua buah rumah orang penting di pemerintah kota dan DPRD berada tepat diatas bantaran sungai malah tidak banyak terkena pelebaran. “Semua mau (dilebarkan, Red) asal adil, jangan setengah-setengah,” ujarnya.

Tidak hanya itu, warga juga mengaku sering mendengar rencana pelebaran sungai dan ganti rugi tanah, namun sejauh ini mereka tidak pernah diajak duduk bersama membahas ganti rugi. “Memang pernah disampaikan edaran, tapi tidak pernah membicarakan ganti rugi. Nego-nego pun belum pernah, apalagi dipanggil,” aku Agus.

Hal serupa disampaikan seorang warga yang juga punya rumah di bantaran Sungai Karang Anyar. Bahkan, rumahnya sempat dibongkar untuk kepentingan pelebaran sungai, namun proyek itu tiba-tiba berhenti tanpa alasan.

“Demi kepentingan orang banyak, saya malah mau dengan senang hati dilebarkan. Tapi, selama ini tidak pernah diajak berdiskusi,” ungkap wanita yang tidak berkenan namanya dikorankan kepada Radar Tarakan kemarin.

Terkait pelebaran, warga RT 36 Kelurahan Karang Anyar ini juga mengungkapkan, tindakan pemerintah yang tidak adil menyebabkan warga di sekitar tempatnya tinggal tidak mau tanahnya dikorbankan. “Maunya, biar adil, ukur dari tengah. Misalnya ke sini 5 meter, ke sana 5 meter. Tapi yang terjadi, tanah kami banyak yang diambil. Inikan tidak adil namanya,” akunya kesal.

Kendati demikian, kedua warga Karang Anyar ini mengaku antusias menunggu realisasi rencana Pemkot memberikan paparan terkait penanggulangan banjir di Sungai Karang Anyar.

“Biar kita saling tahu kemauan masing-masing. Kalau sama-sama diam dan tidak dibicarakan, siapa yang tahu kemauan kita. Intinya, harus adil,” kata Agus lantas mengusulkan pelebaran sebaiknya dilakukan dari muara sungai. “Sungai yang dekat Jalan Straat Buntu (sungai antara samping Masjid Darul Faizin-Jalan Cenderawasih, Red.). Kita kan semua tahu, sungai di situ kurang lebar, jadi perlu dilebarkan terlebih dahulu biar air lancar ke laut,” usulnya.

Terpisah, Lurah Karang Anyar, Wijianto SE juga menyambut baik rencana Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan memaparkan hasil kajian dan penanganan Sungai Karang Anyar. Meski mengaku belum mendengar langsung rencana paparan itu, Wijianto berharap agar penanggulangan banjir di lingkungan kerjanya disusun dalam rencana pembangunan jangka pendek.

“Jangan terlalu lama. Karena warga menginginkan pekerjaan ini cepat selesai dan mereka terbebas dari masalah banjir,” ujarnya kepada wartawan, kemarin (25/10).

Soal warganya yang meminta keadilan dalam proses pelebaran sungai, pria ramah ini hanya berharap paparan itu segera direalisasikan. “Kita berharap bukan hanya harapan pemerintah yang direalisasikan. Apa maunya warga, apa maunya pemerintah, semua akan diakomodir dalam paparan itu,” tandasnya.

Dari pantauan Radar Tarakan siang kemarin, penyelesaian masalah banjir di Karang Anyar tampaknya akan sedikit ruwet. Pasalnya, banyak rumah warga yang sudah melewati bantaran sungai. Bahkan, ada beberapa rumah baru berbahan beton sengaja dibangun tepat di bibir sungai. Jika Pemkot tidak mau repot dikemudian hari, seharusnya rumah-rumah baru ini tidak diberikan izin atau sebaiknya dilarang mendirikan bangunan yang melanggar GSS (Garis Sempadan Sungai) sejak sekarang. (nat/ash)

Sumber : radartarakan.co.id (26 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 25 September 2011

Lewat RT, Ambil Bantuan ke Kelurahan

. Minggu, 25 September 2011

Banyak Ngungsi ke Keluarga, 2 Tenda Masih Kosong

TARAKAN – Data terakhir korban kebakaran Beringin, pada Rabu (21/9) lalu, yang dihimpun Kelurahan Selumit Pantai tercatat sebanyak 157 Kepala Keluarga atau 561 jiwa yang bermukim di RT 3 dan RT 5 di kawasan Beringin, Selumit Pantai Kecamatan Tarakan Tengah. “Mengenai data rinci untuk bantuan belum dapat kami rilis karena sementara masih dalam proses pendataan, dan akan dibuka selama seminggu,” tambah Eddy, Lurah Selumit Pantai, kepada Radar Tarakan, kemarin.

Sementara itu bantuan untuk korban kebakaran hingga Jumat (23/9) kemarin terus mengalir. Bantuan yang berasal dari berbagai kolega dan organisasi serta masyarakat ini banyak berupa kebutuhan pokok (sembako) seperti beras, mie instan, ikan kaleng dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. “Bantuan ini merupakan hasil sumbangan dari hampir seluruh organisasi yang ada di Tarakan yang sampai saat ini terus mengalir termasuk dari beberapa SKPD Pemkot Tarakan dan PMI Tarakan baik secara perorangan maupun perkumpulan,” kata Eddy.

Bagaimana dengan distribusinya ke korban? Karena hampir 99 persen korban mengungsi ke tempat keluarganya pihaknya mempersilakan warga yang terkena musibah untuk mendatangi kantor Kelurahan Selumit Pantai melalui Ketua RT-nya masing-masing untuk mengambil bantuan tersebut. Karena banyak yang mengungsi ke tempat keluarga itulah, dua tenda yang dibangun di Mako Lanal untuk penampungan korban sampai saat ini belum ada yang tempati. “Ya belum ada yang menempati,” kata mantan Lurah Mamburungan Timur ini.

Sementara itu, Camat Tarakan Tengah Hendra Arfandhi menambahkan, penataan eks kebakaran di kawasan Beringin ini kedepannya, akan dibahas bersama pihak-pihak terkait melalui kebijakan pembangunan wilayah tempat tinggal di pesisir. “Nantinya akan kita bahas secara menyeluruh dari segi aspek, sehingga nanti kawasan di RT 5 dan 3 ini sebagai bagian dari penataan pembangunan di wilayah pesisir,” kata dia. “Langkah pertama mungkin kami akan melakukan penempatan pemadam kebakaran mini yang reprenstatif dan terjangkau,” sambung Hendra. (sur)

Sumber : radartarakan (24 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Fokus di Wilayah yang Sering Banjir

.

KEGIATAN Bersih-bersih massal se-Kota Tarakan yang terlaksana Minggu (25/9) kemarin, juga mendapat dukungan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Tarakan. Warga di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Karang Anyar Pantai misalnya, mereka beramai-ramai membersihkan jalan dan drainase di wilayah itu, bersama pihak kelurahan dan dibantu oleh perwakilan dari seluruh RT di Kelurahan Karang Anyar Pantai.

Lurah Karang Anyar Pantai, Nasir SH, yang ikut dalam kegiatan kemarin menyambut positif program ini. Dikatakannya, program pemerintah seperti ini bisa menumbuhkan kesadaran warga agar peduli dengan kebersihan lingkungan. “Paling tidak untuk menghindari penyakit demam berdarah,” kata Nasir.

Selain itu, warga juga tampak sangat antusias. Di RT 43, hampir semua warga yang tinggal di wilayah tersebut turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Seperti dikatakan Ketua RT setempat, Widodo Dwi Santoso. Selain mendukung program bersih-bersih massal se-Kota Tarakan, juga berkenaan dengan giliran kerja bakti rutin yang telah diprogramkan kelurahan Karang Anyar secara bergilir di seluruh RT di kelurahan tersebut. “Alhamdulillah semua warga tampak antusias. Dalam kegiatan ini kita membersihkan drainase dan memangkas pohon yang sudah mulai rimbun. Kita juga membersihkan jalan yang banyak dipenuhi pasir,” kata Widodo kepada Radar Tarakan.

Selain RT 43, wilayah menjadi fokus kegiatan bersih-bersih di Kelurahan tersebut juga diikuti warga Karang Anyar lainnya. Di Jalan Flamboyan, tepatnya di kawasan RT 29, RT 8 dan RT 27, yang merupakan wilayah langganan banjir, juga dilakukan aktivitas ini. Selain itu di RT 02 juga melakukan kegiatan yang sama. Dikatakan Ketua RT setempat, Ariffin T, drainase di Jalan Seroja yang semula kedalamannya mencapai satu meter, saat ini tinggal kurang dari 40 centimeter. Sehingga meskipun hujan tidak deras, air tetap meluap karena drainase tidak lagi mampu menampung debit air hujan. “Luapan airnya bahkan sampai masuk ke rumah warga karena drainase sudah terlalu dangkal,” terang pria 69 tahun yang mengaku sudah menjabat sebagai ketua RT sejak 1976 silam itu.

PLN Ikut Aksi Bersih-Bersih Massal

Aksi bersih-bersih massal kemarin juga kembali mendapat dukungan penuh dari para karyawan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Tarakan. “Sebagai bukti dukungan kami untuk kota Tarakan, 30 persen lebih karyawan PLN kami ikut dilibatkan sejak pukul tujuh pagi tadi,” kata Sekretaris Perusahaan PLN Tarakan Muyoto usai melakukan aksi bersih-bersih tersebut kemarin.

Pada kegiatan aksi bersih-bersih ini, lokasi yang dibersihkan karyawan PLN Tarakan tak hanya terpusatkan di satu titik atau hanya di PLTU dan Kantor PLN Tarakan di Jalan Pangeran Diponegoro Gunung Belah, tapi kegiatan tersebut juga dilakukan di sekitar wilayah Gardu Induk PLN di Jalan Telaga Keramat Kampung Enam sekitar daerah Kelurahan Juata Laut.

Menurutnya, jika sekitar lingkungan kita kelihatan bersih maka secara otomatis nampak pemandangan yang sedap atau nampak indah dipandang mata dan bernilai hidup sehat. Kedepan ia mengharapkan kegiatan tersebut tak putus sampai disini saja, melainkan dapat terus berkelanjutan. Untuk itu, PLN Tarakan telah mencanangkan agenda bersih-bersih dilingkungan perusahaan penghasil tenaga listrik itu. (*/yan/sur/ash)

Sumber : radartarakan (26 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 10 Mei 2011

Kelurahan Kampung Empat Mewakili Tarakan Ke Tingkat Kaltim

. Selasa, 10 Mei 2011

TARAKAN – Tim penilai lomba kelurahan tingkat Provinsi Kaltim melakukan penilaian terhadap Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur yang terpilih sebagai kelurahan yang mewakili Kota Tarakan ke Lomba Desa/Kampung/Kelurahan Tingkat Provinsi Kaltim, Senin (9/5/2011)

Tim penilain, terdiri dari unsur LPPM Universitas Mulawarwan, PPK Kaltim, BPP dan KB Kaltim, LPM Kaltim, Bidang Pemerintahan BPM-PD Kaltim Bidang Ekonomi BPM-PD Kaltim, dan Dinas Kesehatan Kaltim.

Ada 8 indikator dinilai yakni bidang pendidikan (19 sub indikator), bidang kesehatan masyarakat (16sub indikator) ekonomi masyarakat (17 sub indikator), keamanan dan ketertiban masyarakat (27 sub indikator), partisipasi masyarakat (8 sub indikator), pemerintahan (9 sub indikator) kelembagaan masyarakat (8 sub indkator) pemerdayaan kesejahteraan keluarga (12 sub indikator) dan ditambah penilaian pariwisata, kepustakan dan kearsipan.

Menurut Sarno salah seorang tim penilai, penilaian lomba desa/ kampung/ kelurahan ini dilaksanakan setiap tahun. Yang dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, kota, provinsi hingga nasional. “Kami melakukan penilaian ini berdasarkan tingkat keberhasilan pembangunan yang dilaksankan pemerintah bersama masyarakat yang menitik beratkan pada usaha gotong royongan dan swadayaan masyarakat,” ucapnya.

Kelurahan Kampung Empat terpilih, setelah menyisihkan 20 kelurahan dari empat kecamatan di Kota Tarakan. Diantaranya, Kelurahan Juata Laut, Pamusian, Karang Balik, Sebengkok, Kampung Satu Skip.(*)

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews (10 Mei 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Entri Populer

Label

Agama (23) Anggaran (2) Barongsai (1) BAZ (2) BBM (17) Bencana Alam (1) Budaya (5) CPNS (2) Cuaca (2) Ekonomi (25) English (3) Expo (1) Fasilitas (28) Galeri Foto (21) Gas (4) Hiburan (9) HUT Tarakan (2) Iklim (1) Kampus (1) Kasus (4) Kebersihan (5) Kecelakaan (4) Kehutanan (3) Kejaksaan (1) Kelurahan (4) Kependudukan (1) Kesehatan (23) Keuangan (1) KNPI (2) Komunitas (4) Koperasi (12) Korupsi (2) Kriminal (26) KTP (9) Lingkungan Hidup (7) Lowongan Kerja (5) Migas (2) Narkoba (2) Olahraga (32) Pariwisata (22) Parlemen (16) PDAM (5) Pejabat (1) Pelayanan (3) Pemerintah (35) Pendidikan (80) Peraturan (8) Perbankan (3) Perikanan (1) Peristiwa (27) Perizinan (1) Pertambangan dan Energi (2) Pertanahan (1) Pertanian (8) Perumahan (9) Peternakan (2) PLN (6) PNS (11) Polisi (2) Politik (7) Polres (11) Prestasi (38) Proyek (8) Sembako (1) Serba Serbi (8) Sosial (8) Tarakan (334) Teknologi Informasi (14) Telpon (1) Tenaga Kerja (2) TNI-AD (1) TNI-AU (4) Transportasi (35) Walikota (24) Warga (2)
 

Link Banner

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com