Redirect to TarakanBais

Tampilkan postingan dengan label Polres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polres. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2011

Polres Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Pasca Ledakan di ATM Sleman

. Minggu, 09 Oktober 2011

TARAKAN – Pasca ledakan di anjungan tunai mandiri (ATM) di Jalan Affandi, Sleman, Jogjakarta, Jumat dini hari (7/10) sekitar pukul 02.00 Wita, jajaran Kepolisian Resor Tarakan langsung meningkatkan kewaspadaan terhadap bank dan ATM yang ada di kota ini.

Siang kemarin, Kepala Kepolisian Resor Tarakan Ajun Komisaris Besar Polisi Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Subarjo dan dan Kepala Detasemen Objek Vital AKP Ambri langsung melakukan koordinasi dengan perbankan melalui Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Tarakan, Muhammad Hidayat.

“Meskipun belum ada instruksi dari pusat untuk melakukan pengamanan di setiap ATM dalam waktu 24 jam, namun dengan kejadian yang ada di Sleman, Polres Tarakan mulai mengambil langkah preventif,” jelas Subarjo.

Upaya yang dilakukan pihak Kepolisian kata Subarjo, dengan melakukan patroli secara rutin di setiap ATM yang ada di luar lingkungan bank. Selain itu, fungsi dan peranan intelijen dalam melakukan deteksi dini juga ditingkatkan untuk bersama-sama mengawasi masuknya orang-orang yang dicurigai.

Subarjo juga menegaskan, selain kedua upaya tersebut sebagai langkah preventif, hampir semua ATM yang ada di luar lingkungan bank telah ada petugas sekuriti.

Dalam pertemuan dengan Ketua BMPD yang juga Pimpinan Bank Kaltim Cabang Tarakan, Muhammad Hidayat, dua perwira Polres Tarakan tersebut menyarankan beberapa poin menjadi perhatian perbankan. Misalnya saat masuk di ruang ATM pengunjung dilarang menggunakan helm, kacamata gelap, dan penutup mulut (masker).

Selain melakukan koordinasi dengan ketua BMPD, keduanya juga langsung melakukan sosialisasi kepada security di Bank Mandiri dengan harapan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap semua pengunjung ATM.

Terpisah, Ketua BMPD Tarakan Muhammad Hidayat mengatakan, selain aparat kepolisian yang melakukan antisipasi, masing-masing perbankan juga melakukan antisipasi secara internal. Langkah yang dilakukan yakni penjagaan dari masing-masing sekuriti di setiap ATM dan melakukan kontrol pada jam- jam yang dianggap rawan.

“Khusus untuk Bank Kaltim, setiap ATM-nya, baik yang ada di lingkungan bank atau di luar selalu ada sekuriti yang disiagakan secara bergilir dalam waktu 24 jam,” kata Muhammad Hidayat.

Selain itu, keberadaan CCTV (closed circuit television) juga sangat penting dipasang pada setiap ATM, sehinggapihak perbankan bisa melakukan identifikasi sesuatu kejadian atau persoalan.

Hidayat juga mengimbau kepada setiap kepala bank yang ada di Tarakan untuk sesegera mungkin melengkapi fasilitas di setiap ATM-nya. “Jika ada bank yang memang di ATM-nya belum terpasang CCTV, maka saya imbau supaya bisa dipasang. Karena keberadaan CCTV ini sangat penting untuk perbankan itu sendiri,” kata Hidayat.(noi)

Sumber : radartarakan (8 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 07 Oktober 2011

Waspadai Bom, Polres Tarakan Tingkatkan Patroli di Sejumlah ATM

. Jumat, 07 Oktober 2011

TARAKAN – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Tarakan, mengambil langkah siaga menyusul ancaman teror bom di berbagai daerah. Salah satunya dengan meningkatkan patroli di sejumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di kota Tarakan.

Kapolres Tarakan AKBP Agustinus Budi Prasetyo melalui Kasubag Humas Polres Tarakan AKP Subarjo mengatakan, tindakan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya teror bom masuk ke wilayah Tarakan, menyusul aksi peledakan ATM milik Bank BRI di Jalan Gejayan, Yogyakarta, Jumat dini hari.

Sebagai langkah awal, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Tarakan yang dikomandoi BPD Kaltim (Bankaltim), Jumat (7/10/2011). Pertemuan yang dihadiri Kasat Pengamanan Objek Vital (Pam Ovit) Polres Tarakan AKP Amri Idrus dan Kasubag Humas Polres Tarakan AKP Subarjo bersama sejumlah unsur pimpinan BPMD Tarakan itu, mencapai kesepakatan mengenai peningkatan pengamanan di semua titik ATM yang tersebar di Tarakan.

“Intinya intensitas secara rutin penambahan pengawasan. Ini dilakukan di semua ATM yang ada di Tarakan,” ujar Subarjo kepada tribunkaltim.co.id, seusai menggelar pertemuan.

Mengenai spekulasi yang beredar tentang motif pemboman ATM di Yogyakarta, Subarjo mengaku tidak terpengaruh. Baginya, terlepas aksi terorisme maupun kriminal murni, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan ekstra ketat di Tarakan. “Kita tidak mau terpengaruh dengan motifnya, saya kira apapun itu, baik terkait terorisme maupun tindakan kriminal murni, kita harus tetap waspada,” ujarnya.

Meski sejauh ini belum pernah ditemukan aksi pemboman di Tarakan, Subarjo mengatakan pihaknya tidak ingin kecolongan. Untuk pengamanan tersebut, Polres Tarakan akan melakukan patroli keliling di sejumlah ATM serta menempatkan 3 hingga 4 orang personel di ATM Centre dan lembaga keuangan seperti Bank yang tersebar di Tarakan.

Penulis : Syaiful Syafar
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : tribunnews (7 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 27 September 2011

Tembus Cahaya Tidak Kurang Dari 70 Persen

. Selasa, 27 September 2011

Kaca Kendaraan Angkutan Umum Disarankan Tidak Boleh Gelap

TARAKAN – Mencuatnya kasus tindak pidana pemerkosaan atau pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta dengan modus baru, yakni terjadi di dalam angkutan umum cukup membuat resah pihak kepolisian, tak terkecuali Kepolisian Resort Tarakan.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat tak terkecuali Tarakan agar bertindak hati-hati dalam menggunakan angkutan umum. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Tarakan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) beberapa waktu lalu mengadakan operasi pekat untuk menyosialisasikan agar angkutan umum tidak memakai kaca reben atau gelap.

Sebab, hal tersebut memberi peluang terjadinya tindak pidana pemerkosaan atau pelecehan seksual di dalam angkutan umum, lantaran disebabkan keadaan mobil yang gelap tak terlihat dari luar. Sementara itu, anjuran untuk menggunakan kaca terang atau tembus pandang juga berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur Nomor 35 Tahun 2002 tentang Petunjuk Teknis dan Standar Pelayanan Minimum Penyelenggaraan Pengajuan Berkala Kendaraan Bermotor di Kalimantan Timur. Tepatnya pada lampiran 2 No 1.C poin 3 tentang kaca-kaca samping.

Di aturan tersebut disebutkan bahwa kegelapan warna kaca atau bahan pelapis dengan light motor standarisasinya tembus cahaya tidak kurang dari 70 persen, dan pelapis tersebut tidak memantulkan cahaya baru. “Jadi toleransinya sampai 70 persen tingkat gelapnya, tidak boleh sampai 100 persen. Yang jelas pandangan mata harus terlihat ke bagian dalam mobil. Boleh reben tapi tetap harus kelihatan bagian dalamnya, sesuai SK Gubernur tersebut,” kata Drs Budi Prayitno MSi, Kepala Dishub Tarakan yang ditemui di ruang kerjanya kemarin, sembari menegaskan bahwa ketentuan kaca angkutan umum tidak boleh gelap sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 436/U/1976.

Menanggapi adanya masyarakat penyedia jasa angkutan umum yang keberatan dengan penerapan aturan tersebut dengan alasan agar terhindar dari panas sinar matahari, menurut Budi, tidak bisa dijadikan alasan untuk dituruti. Hal ini karena sudah menjadi aturan dan harus dipatuhi. Apalagi aturan tersebut seenarnya juga sudah sejak lama berlaku dan baru-baru ini kembali digalakkan disebabkan karena adanya kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi beberapa kali di Jakarta yang membuat resah masyarakat dan pihak berwajib.

“Kalau ketentuan sudah seperti itu, mau bagaimana lagi, ya harus dipatuhi. Ini kan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi didaerah kita,” tegas Budi. Sosialisasi ini rencanya akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi angkutan umum yang masih menggunakan kaca gelap atau kaca reben melebihi standar 70 persen kejelasan pandangan, yang membuat kondisi di dalam kendaraan tidak tampak dari luar. (jnu)

Sumber : radartarakan (27 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 25 September 2011

Kasus Tawuran, Polres Fasilitasi Perdamaian

. Minggu, 25 September 2011

TARAKAN - Setelah mengamankan sejumlah siswa dalam aksi tawuran antara dua sekolah yang berbeda, pada Jumat siang di Jl RE Martadinata, pihak Polres Tarakan kemudian mendamaikan kedua pihak yang saling bertikai tersebut. “Permasalahan hanya karena cewek, dan ini terjadi antara pelajar maka langkah yang ditempuh adalah mendamaikan kedua belah pihak,” jelas Kapolres Tarakan AKBP Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH, melalui Kasat Reskrim AKP Guruh Chandra Permana SH SIK.

Solusi damai, tegas kasat bukan berarti perbuatan yang mereka lakukan (maksudnya tawuran) dilegalkan. “Sesungguhnya perbuatan itu adalah pidana. Namun, tidak ada korban dan semuanya pelajar juga yang pertama kali jadi penyelesaiannya secara persuasif,” tegasnya. Penyelesaian dimaksud, tegas kasat reskrim, pihaknya memanggil guru dari kedua sekolah, orangtua dari siswa yang terlibat dan siswa itu sendiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, tawuran antara kedua sekolah Jumat siang itu dipicu urusan perempuan. Meskipun tidak ada korban maupun luka-luka dalam insiden tersebut, namun langsung direspon aparat kepolisian dengan mengamankan dan memeriksa sejumlah siswa dan akhirnya mendamaikan mereka.

IGN alias IW siswa sekolah negeri, dihadapan polisi menceritakan, awal persoalannya dia tidak tahu menahu. Hanya saja dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju rumahnya, dia dipanggil oleh beberapa temannya untuk singgah di SMU Hang Tuah. Setelah berada di sekitar sekolah swasta ini, barulah dia mengetahui kalau sekelompok temannya yang lebih dari 10 orang itu berencana menyerang siswa SMU Hang Tuah. “Sempat saya menanyakan pokok persoalan dan larang teman-teman, karena orang yang bermasalah juga tidak ada,” pungkasnya.

Sementara itu CRD siswa kelas II IPS 2 sekolah negeri ini, yang diketahui sebagai aktor dibalik insiden tersebut mengakui jika, datang ke SMU Hang Tuah bersama 6 orang teman sekolahnya.

Niatnya, dia ingin menanyakan ICR pacarnya (siswi Hang Tuah) tentang isi pesan yang dikirimkan kepada dirinya. “Saya datang bersama 6 orang teman saya dengan maksud mau menanyakan SMS yang dikirim melalui nomor telepon pacar saya,” jelasnya. Namun belum sempat menanyakan ikhwal tersebut, justru sudah terjadi insiden keributan antara kedua kelompok siswa dari sekolah yang berbeda itu. (noi)

Sumber : radartarakan (26 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Hanya Dapat 13 Pria Tak Ber-KTP

.

Razia Gabungan Polres-TNI

TARAKAN - Aparat gabungan Polres Tarakan dan TNI menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam atau diskotik, Sabtu malam (24/9). Dalam razia di beberapa tempat hiburan malam itu, petugas gabungan yang terdiri dari sekitar 60 anggota Polres Tarakan dan belasan anggota TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara itu menggeledah serta memeriksa kartu identitas pengunjung satu persatu.

Beberapa orang yang sedang menikmati hiburan malam pun kaget dengan kedatangan petugas. Termasuk sejumlah ladies (penghibur) yang sedang asyik menemani tamunya. Dari pemeriksaan, sebanyak 13 pemuda terjaring dari hasil razia gabungan lantaran tak memiliki identititas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Target kami dalam operasi pekat razia gabungan tahun 2011 ini adalah premanisme. Cuma yang kami dapatkan hanya 13 orang karena tidak memiliki KTP dan dikategorikan masuk dalam premanisme,” ujar Kapolres Tarakan AKBP Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH melalui Kepala Bagian Humas Polres Tarakan AKP Subarjo kepada Radar Tarakan, Sabtu malam.

AKP Subarjo mengungkapkan sejatinya ada delapan sasaran operasi pekat kali ini di antaranya narkoba, sajam, senpi illegal, KTP dan lain sebagainya. Mengenai sasaran yang akan dirazia, Subarjo menyebutkan seluruh tempat hiburan malam. Bila dalam razia tersebut ada yang kedapatan membawa sajam atau narkoba, maka pihak kepolisian akan memproses. “Kita akan proses dengan segala ketentuan yang berlaku, karena ini operasi kewilayahan yang diperintahkan dari Polda Kaltim. Sehingga apapun yang ditemukan atau melanggar dengan ketentuan Undang-Undang akan diproses,” terang Subarjo.

Tak hanya itu, dalam razia gabungan yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 02.00 wita dini hari itu, petugas juga memeriksa seluruh izin tempat hiburan malam yang didatangi untuk dirazia. Namun pihaknya tak menemukan adanya surat izin yang habis masa berlakunya atau tak memiliki izin.

“Mengenai izin keramaian, kalau mati (habis masa berlakunya, red) kita perintahkan untuk tutup dan segera untuk mengurus izinnya. Dan untuk 13 orang yang digiring ini hanya dilakukan pembinaan,” tandasnya. Rencananya, razia seperti ini akan dilakukan secara rutin. Menurutnya, jika ada warga termasuk aparat yang tertangkap dan ditemukan adanya pelanggaran maka ditindak sesuai prosedur. (sur/ipk/iza

Sumber : radartarakan (26 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 29 April 2011

Kasatreskrim Polres Tarakan Hijrah ke Nunukan

. Jumat, 29 April 2011

Kasatreskrim Polres Tarakan AKP Imam Muhadi secara resmi dimutasi menjadi Polsek Kota Nunukan. Terkait mutasi ini, Kamis (28/4/2011) di halaman kantor Polres Tarakan melakukan secara terima jabatan dengan penggantinya AKP Guruh Chandra Pratama SH Sik .

Selama bertugas dua tahun di Polres Tarakan Imam yang lahir 5 Oktober 1963 telah berhasil mengungkapkan beberapa kasus kriminal. Diantaranya, berhasil menangkap pelaku uang palsu berserta alat bukti cetak uang dan pelaku pembobolan uang di ATM yang cukup merasahkan masyarakat Kota Tarakan.

Saat menjabat sebagai Kasatreskrim di Polres Tarakan, selama 1 tahun 10 bulan, suami dari Hj Sri Wulan ini murah senyum dan ramah kepada masyarakat, termasuk kepada wartawan yang bertugas di Polres Tarakan.

Setiap informasi kasus kriminal yang ditanganinya ia tidak pelit memberikan informasi baik lewat wawancara maupun lewat telepon kepada wartawan. Tak pelak wartawan pun akrab dengannya.

Imam mengaku, selama bertugas di Tarakan ia mempunyai kesan yang begitu mendalam terhadap kasus yang ditanganinya. "Kalau di Tarakan ini yang paling berkesan itu pergi satu datang empat. Artinya satu kasus selesai, empat kasus baru datang," ujarnya tersenyum.

Penulis : Junisah
Editor : Adhinata Kusuma

Sumber : kaltim.tribunnews (28 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 02 April 2011

Kapolresta Tarakan Diganti

. Sabtu, 02 April 2011

AKBP Dharu Siswanto - Kapolresta Tarakan DigantiKapolresta Tarakan AKBP Dharu Siswanto akhirnya diganti. Posisi Dharu akan digantikan AKBP Budi Prasetyo yang sebelumnya menjabat Kapolres Malinau.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta alasan utama pergantian Kapolres Tarakan ini adalah permintaan masyarakat Tarakan yang disampaikan kepada Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo beberapa waktu lalu. "TR keputusannya keluar tadi malam, untuk sertijabnya segera dilakukan," kata Wisnu kepada tribunkaltim.co.id, Sabtu (2/4/2011).

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Tarakan menggelar unjuk rasa di depan Polresta Tarakan menuntut agar Kapolda Kaltim mengganti Kapolres Tarakan. Dharu dianggap gagal menjaga keamanan Tarakan menyusul terjadinya aksi pembakaran kapal yang dilakukan sekelompok warga ke warga lainnya.

Tidak hanya Tarakan. Mutasi juga terjadi lingkungan pejabat utama Polda Kaltim dan beberapa kapolres, seperti Balikpapan, Bontang, Berau, Bulungan, dan Malinau.(*)

Penulis : Abduh Kuddu
Editor : Fransina

Sumber : tribunnews (1 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tiga Polres Bantu Pengamanan Kota Tarakan

.

Tiga Polres Bantu Pengamanan Kota Tarakan - Ardiz BorneoTARAKAN - Demi mengamankan Kota Tarakan agar tetap kondusif dari hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Tarakan mendapatkan Bantuan Keamanan Operasi (BKO) personel dari tiga polres di bagian Utara yaitu, Nunukan, Bulungan dan Berau.

Wakapolres Kota Tarakan, Kompol Edwin Hariandja mengatakan, personel BKO ini akan ditempatkan di tiga kantor Polsek Kota Tarakan, seperti Polsek Timur, Utara dan Barat. "Personel ini tadi pagi tiba di Tarakan," ucapnya, Jumat (1/4/2011)

Edwin mengatakan, BKO ini dilakukan karena personel brimob yang menjaga keamanan Kota Tarakan sedang melakukan petugas keamanan di Malinau menjelang pelantikan Bupati Malina yang akan dilaksanakan Minggu (3/4) mendatang.

Seperti diketahui, Kamis (31/3) kemarin, ribuan warga Tarakan melakukan aksi demo damai di depan kantor polres Tarakan. Mereka menuntut Kapolres Tarakan AKBP Dharu Siswanto dicopot dan mundur dari jabatannya.

Penulis : Junisah
Editor : Adhinata Kusuma
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : tribunnews (1 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 31 Maret 2011

Walikota Tarakan : Biar Institusi POLRI Yang Memutuskan

. Kamis, 31 Maret 2011

Walikota Tarakan : Biar Institusi POLRI Yang Memutuskan - Ardiz BorneoPolres Tarakan,- Kelompok massa yang berjumlah ribuan orang melakukan aksi damai didepan Polres Tarakan, Kamis (31/03). Kelompok massa tersebut menuntut Kapolres Tarakan, AKBP. Drs. Dharu Siswanto, untuk mundur dari jabatannya.

Sementara itu Walikota Tarakan H. Udin Hianggio, menegaskan apresiasinya terhadap perhatian Polda Kalimantan Timur dalam mengahadapi masalah keamanan di Kota Tarakan.

Dalam himbauannya, Udin meminta kepada aparat untuk menindak tegas terhadap pelaku kekerasan dan pelanggaran hokum yang selama ini merisaukan masyarakat.

“Penegakan hukum harus tegas, kebenaran harus kita tegakan,” tegas Udin.

Terkait masalah permitaan masyarakat untuk mengganti Kapolres, Udin menyampaian bahwa Pemerintah sudah mengkomunikasikannya kepada Polda Kaltim dan menyerahkan keputusan pada intitusi tersebut.

“Aspirasi dari masyarakat sudah kami sampaikan ke Polda, dan kami tidak akan ikut campur terlalu jauh, biarlah Polda yang memutuskan” jelasnya.

Walikota Tarakan juga mengajak seluruh masyarakat Tarakan dan Media untuk dapat melihat dan berfikir jernih dan tidak teprovokasi terhadap isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

ADR - TT - DD, Diskominfo Kota Tarakan

Sumber : tarakankota.go.id (1 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Walikota Tarakan Serahkan Tuntutan Pendemo ke Kapolda Kaltim

.

Walikota Tarakan Serahkan Tuntutan Pendemo ke Kapolda Kaltim - Ardiz BorneoTARAKAN - Menanggapi tuntutan yang dilakukan warga Tarakan agar Kapolres Tarakan AKBP Dharu Siswanto dicopot dari jabatannya, Walikota Tarakan Udin Hianggio menyerahkan sepenuhnya kepada Kapolda Kaltim.

"Kami serahkan saja kepada Kapolda Kaltim langkah-langkah yang harus dilakukan. Kami mendukung langkah yang diambil Kapolda Kaltim demi keamanan dan kenyamanan Kota Tarakan," ujarnya, Kamis (31/3/2011).

Udin mengaku, permasalahan ini terjadi karena tidak adanya ketegasan hukum, sehingga timbul ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polres Tarakan . "Coba dari dulu ada ketegasan hukum. Tidak begini jadinya. Tapi kami tetap berterimakasih dengan kapolda yang begitu perhatian untuk menjaga keamanan kota Tarakan," katanya.(*)

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : tribunnews (31 Maret 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 21 Oktober 2010

Kapolda Kaltim: Tarakan Seperti Kampung Halaman Saya

. Kamis, 21 Oktober 2010

Kapolda Kaltim: Tarakan Seperti Kampung Halaman Saya - BorneoTARAKAN - Kapolda Kaltim Irjen Polisi Mathius Salempang kembali mengunjungi Kota Tarakan. Dengan menumpangi pesawat Lion Air Kapolda Kaltim bersama istri serta rombongan ini tiba di Bandara Juwata Tarakan pukul 13.00, Kamis ( 21/10/2010).

Kali ini kedatangan Mathius untuk melihat langsung keadaan Kota Tarakan yang telah kondusif dan sekaligus menghadiri upacara penarikan pasukan Brimob Mabes Polri sebanyak 2 SSK atau 174 personel di Kantor Polres Tarakan.

Mathius mengakui, saat menginjakkan kaki di Kota Tarakan ia seperti pulang kampung. Maklum saat terjadi bentrokan dua kelompok beberapa waktu lalu, Kapolda Kaltim selama dua minggu harus berkantor di Polres Tarakan.

"Saya datang kesini seperti pulang kampung. Saya sudah anggap Kota Tarakan ini rumah sendiri, jadi yah serasa pulang kampung. Saya melihat situasi Kota Tarakan yang sudah aman," ujarnya. (*)

Sumber: TribunKaltim (21 Oktober 2010) Borneo

Klik disini untuk melanjutkan »»

Entri Populer

Label

Agama (23) Anggaran (2) Barongsai (1) BAZ (2) BBM (17) Bencana Alam (1) Budaya (5) CPNS (2) Cuaca (2) Ekonomi (25) English (3) Expo (1) Fasilitas (28) Galeri Foto (21) Gas (4) Hiburan (9) HUT Tarakan (2) Iklim (1) Kampus (1) Kasus (4) Kebersihan (5) Kecelakaan (4) Kehutanan (3) Kejaksaan (1) Kelurahan (4) Kependudukan (1) Kesehatan (23) Keuangan (1) KNPI (2) Komunitas (4) Koperasi (12) Korupsi (2) Kriminal (26) KTP (9) Lingkungan Hidup (7) Lowongan Kerja (5) Migas (2) Narkoba (2) Olahraga (32) Pariwisata (22) Parlemen (16) PDAM (5) Pejabat (1) Pelayanan (3) Pemerintah (35) Pendidikan (80) Peraturan (8) Perbankan (3) Perikanan (1) Peristiwa (27) Perizinan (1) Pertambangan dan Energi (2) Pertanahan (1) Pertanian (8) Perumahan (9) Peternakan (2) PLN (6) PNS (11) Polisi (2) Politik (7) Polres (11) Prestasi (38) Proyek (8) Sembako (1) Serba Serbi (8) Sosial (8) Tarakan (334) Teknologi Informasi (14) Telpon (1) Tenaga Kerja (2) TNI-AD (1) TNI-AU (4) Transportasi (35) Walikota (24) Warga (2)
 

Link Banner

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com