Redirect to TarakanBais

Tampilkan postingan dengan label Proyek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proyek. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

Rp 40 M untuk Penanggulangan Banjir

. Senin, 24 Oktober 2011

Ditargetkan Rampung Desember, Sungai Sebengkok Tunggu Tahun Depan

TARAKAN-Perlahan tapi pasti, penanggulangan banjir terus diupayakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Belakangan, beberapa proyek pembangunan di bidang pengairan terus dikebut untuk mengurangi dampak banjir yang selama ini menjadi persoalan serius di kota ini. Anggarannya pun tidak main-main, sekitar Rp 40 miliar (M) dikucurkan Pemkot Tarakan khusus penanganan banjir dalam bentuk pembangunan saluran dan gorong-gorong.

Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, Abdul Khair mengatakan, proyek penanganan banjir berupa pembangunan saluran dan gorong-gorong ini tersebar di beberapa titik rawan banjir. Paket pembangunan saluran dan gorong-gorong tersebut dipastikan rampung akhir Desember tahun ini. “Kita upayakan akhir tahun ini sekitar 70 persen pengerjaan saluran dan gorong-gorong selesai,” terangnya kepada Radar Tarakan, kemarin (23/10).

Salah satu proyek yang terpantau Radar Tarakan adalah perbaikan saluran di sungai Jalan Pulau Banda. Dijelaskan Abdul Khair, sungai yang mengalir dari hulu Kampung Satu Pebabri hingga Dermaga Pamusian itu dibangun untuk mengantisipasi banjir di kawasan Kampung Satu dan sekitarnya. Sebelum dibangun, sungai ini memang kerap meresahkan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai tersebut saat hujan turun. Jika meluap, banjir pun menenggelamkan beberapa rumah warga sekitar.

“Pembangunan di sungai itu (Sungai Jalan Pulau Banda, red.) memang untuk mengantisipasi banjir dan memang di tempat itu langganan banjir,” katanya.

Lantas, bagaimana dengan nasib sungai-sungai lainnya, seperti sungai Karang Anyar yang tiap hujan pasti menggenangi rumah warga? “Karang Anyar ada satu paket pembangunan saluran dan gorong-gorong,” ungkap Abdul Khair kepada wartawan media ini.

Saat ini, lanjutnya, banyak proyek pembangunan saluran dan gorong-gorong yang masih menjalani proses tender. Meki sebagiannya ada yang sudah berjalan. “Sebenarnya sudah berjalan, tinggal dievaluasi saja,” katanya.

Sementara itu, nasib beberapa saluran di Kelurahan Sebengkok yang merupakan salah satu titik paling sering tergenang banjir, dipastikan tidak mendapatkan perbaikan tahun ini. “Sebengkok belum, kita rencanakan tahun depan karena anggaran kita memang terbatas,” katanya.

Abdul Khair juga mengaku, sejauh ini seluruh proyek pembangunan saluran dan gorong-gorong belum mengalami kendala berarti. Meskipun hujan kerap turun dan mengganggu pekerjaan, Abdul Khair memastikan hujan itu tidak mengganggu teknis proyek di lapangan. “Kan hujannya sebentar saja, sehingga menurut kami tidak terlalu mengganggu,” katanya.

Dia juga optimis, seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan pengendalian banjir bisa rampung sesuai dengan waktu yang ditetapkan. “Minta doanya saja, semua sudah direncanakan dan dikerjakan, kita yakin bisa selesai,” katanya mengakhiri. (nat/ngh)

Sumber : radartarakan.co.id (24 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 20 Oktober 2011

Rp 2,8 Miliar untuk DED Jembatan Tarakan-Pulau Sadau

. Kamis, 20 Oktober 2011

2012 Bisa Mulai Pemancangan

TARAKAN - Pembangunan jembatan dari Tarakan menuju Pulau Sadau yang selanjutnya diwacanakan akan menghubungkan ke Kabupaten Bulungan dengan Kota Tarakan saat ini telah memasuki proses penandatanganan Detail Engineering Design (DED) atau bestek gambar kerja detail.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan Puji Utomo menyampaikan, rencana penandatangan kontrak penyusunan DED antara DPUTR Tarakan dengan pihak pemenang tender, yakni PT Lapi Ganesha Tama Consultik dari Bandung itu paling lambat akan dilakukan pada 24 Oktober atau akhir pekan ini.

“Dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,869.575.000 selama 8 delapan. Dengan panjang jembatan Tarakan-Pulau Sadau diperkirakan 1,1 kilometer,” sebut Puji Utomo saat ditemui Radar Tarakan di ruang kerjanya, Jumat (20/10) lalu.

Mengenai sumber dana untuk penyusunan DED proyek jembatan terpanjang di utara Kaltim ini merupakan sharing dari APBD 2011 Kota Tarakan dengan Provinsi Kaltim. Nominalnya meliputi Rp 1,9 miliar lebih dari bantuan keuangan Provinsi Kaltim dan Rp 900 juta lebih dari APBD Kota Tarakan.

“Masa DED-nya ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2012 nanti atau sesuai kontrak kerja. Artinya untuk kegiatan fisiknya seperti pemancangan akan dilakukan setelah DED-nya selesai,” kata mantan Kepala Bidang Pengairan DPUTR Tarakan ini menambahkan.

Pembangunan jembatan Tarakan-Pulau Sadau tersebut, lanjutnya, diproyeksikan dimulai dari sekitar wilayah PT Intraca Wood Industries bagian pesisir atau tepatnya di Kelurahan Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara. Sementara konsep jembatan yang nantinya memiliki dua jalur itu menggunakan pondasi kaki seribu dengan kontruksi beton serta cable stay.

“Setelah dibangun ke Pulau Sadau, selanjutnya akan dibangun ke daratan Kabupaten Bulungan yang melewati beberapa pulau. Tapi kelanjutan itu nantinya perlu kerjasama antara Pemkot Tarakan, Pemkab Bulungan dan Provinsi Kaltim,” beber pria berkumis tipis ini.

Lebih jauh Puji mengharapkan, jembatan ini nantinya dapat dijadikan suatu koridor jalan nasional atau sekelas dengan jembatan-jembatan besar lainnya di Indonesia. Sebab, konstruksi jembatan ini juga mirip dengan jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura, Jawa Timur. “Sebagian besar tenaga ahlinya untuk pembangunan jembatan Tarakan-Pulau Sadau ini dari ITB dengan lebar jalan keseluruhannya 16 hingga 20 meter” cetus dia.

Selain itu, tambah Puji, di bawah jembatan ini nantinya akan dipasang instalasi air bersih dan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tarakan terutama masalah air dari Kabupaten Bulungan.

Sementara itu, untuk kondisi Pulau Sadau sendiri, lanjut Puji, nantinya akan dilakukan penataan sebagai kawasan Wisata Marina atau kawasan wisata laut. “Penyesuaian-penyesuaiannya nanti akan menjadi tanggung jawab pemerintah kota Tarakan terutama soal pemukimannya,” katanya.

Diwacanakan, setelah DED jembatan Tarakan-Pulau Sadau ini rampung, Pemkot Tarakan akan memaparkan kepada Provinsi Kaltim terkait langkah-langkah pembangunan selanjutnya yang dihadiri dari masing-masing kepala daerah atau instansi terkait se-utara Kaltim. (sur/ngh)

Sumber : radartarakan.co.id (21 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 14 Oktober 2011

Baru 10 Paket Proyek Dikerjakan

. Jumat, 14 Oktober 2011

Dari 32 Paket Perbaikan Drainase di Tarakan

TARAKAN – Untuk mengatasi dan menghindari banjir yang setiap tahun melanda sebagian kota Tarakan, pemerintah melakukan pembangunan sarana pengairan dan saluran drainase di tiap kecamatan. “Perbaikan ini bertujuan mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Tarakan,” kata Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tarakan Ir Abd Chaierj kepada Radar Tarakan saat di temui di ruang kerjanya (12/10).

Dikatakannya, pembangunan sarana pengairan dan drainase menelan biaya sebesar Rp 1.107.975.000 melalui anggaran Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011. Dengan target penyelesaiannya sekitar 4-6 bulan untuk semua paket. “Targetnya Desember selesai, namun sepertinya tidak dapat terpenuhi, pasalnya masih ada sebagaian paket yang belum selesai pelelangan,” terangnya.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan sedikit terhambat akibat proses pelelangan yang menggunakan sistem online. Sehingga sebagian proyek belum dilaksanakan. Namun, tidak menghalangi dan membatalkan segala perencanaan yang telah disiapkan. “Apalagi pembangunan ini untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Sebanyak 32 paket pembangunan untuk kanal dilakukan di seluruh kota Tarakan yang terbagi di setiap kecamatan. Yakni untuk kecamatan Tarakan Barat sebanyak 12 lokasi, di kecamatan Tarakan Timur ada 8 tempat, di kecamatan Tarakan Tengah juga ada 8 lokasi dan Kecamatan Tarakan Utara ada 2 tempat. “Diantara 32 paket, baru sekitar 10 paket yang telah berlangsung pelaksanaannya, untuk sisanya masih dalam tahap pelelangan,” jelasnya.

Diharapkan, dengan adanya perbaikan drainase dan kanal ini akan dapat mengurangi bahkan mencegah terjadinya banjir. “Untuk pembangunan di drainase di Kampung Satu/Skip Kecamatan Tarakan Tengah tepatnya depan kantor Polisi Militer (POM), pembangunan tersebut hingga saat ini masih sementara berjalan, kita berharap tahun ini selesai,” pungkasnya. (*/sam/iza)

Sumber : radartarakan.co.id (14 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 10 Oktober 2011

Amankan Lelang Proyek, 50 Personel Siaga

. Senin, 10 Oktober 2011

Berikan Kenyamanan Warga, Gelar Operasi Patuh

TARAKAN - Untuk menjaga dan meningkatkan kondusivitas kota serta memberikan kenyamanan terhadap warga dalam beraktivitas. Maka, kini Polres Tarakan melakukan Operasi Patuh dan mengamanan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Salah satunya adalah melakukan pengamanan selama proses pelelangan proyek di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR).

“Jumat lalu ada 16 item proyek yang dilelang. Dan sebagaimana yang lalu-lalu, pasti ada permintaan dari dinas terkait ke polisi untuk pengamanan,” jelas Kapolres Tarakan AKBP Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH, melalui Kasubag Humas AKP Subarjo.

Soal banyaknya personel yang ditempatkan di DPUTR, kata Subarjo, memang dalam permintaan tidak menyebutkan berapa jumahnya. Namun, sebagai langkah antisipasi atau untuk menghindari terjadinya hal-hal diluar dugaan, maka Polres Tarakan mengerahkan personel sekitar 50 orang.

Yang mana pelaksanaan pengamanannya tidak hanya pada saat lelang, tetapi sampai tahapan pengumuman pemenang lelang itu sendiri. Masih menurut Kasubag Humas, pengamanan semacam ini tidak hanya di DPU-TR, tetapi pada semua instansi apabila ada permintaan. Sementara untuk keseluruhan atau memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga kota dalam melakukan aktivitas, maka sejak pekan terakhir September Polres Tarakan telah menggelar operasi yang diberi sandi Operasi Patuh. (noi/iza)

Sumber : radartarakan (10 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 09 Oktober 2011

Bulan Depan Pemenang Lelang PLTU Diumumkan

. Minggu, 09 Oktober 2011

RENCANA pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga uap (PLTU) berkapasitas 4x7 Megawatt (MW) di Sungai Maya Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara melalui PLN Pikitring Balikpapapn kini sudah memasuki masa proses penetapan lelang.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Tarakan, Khusnul Mubein mengatakan, dari sembilan rekanan yang mengikuti kualifikasi lelang PLTU Sungai Maya tinggal menunggu pengumuman atau penunjukkan pemenang, yang rencananya dilakukan November 2011 nanti.

“Penunjukkan pemenangnya dari tiga rekanan yang tersisa pada lelang ini masih menunggu izin multiyearsnya, bulan ini sudah bisa masuk kalau ijin multiyears sudah ada, tapi kira perkirakan November baru bisa rampung,” ungkap Khusnul kepada Radar Tarakan.

Menurut informasi yang diperoleh PLN Tarakan melalui PLN Pikitring hingga saat ini proses wacana pembangunan PLTU itu tengah berlangsung pada tahap evaluasi penawaran serta analisis pembangunan proyek. “Atau evaluasi dokumen administrasi dan teknisnya,” kata Khusnul.

Jika proses penunjukkan pemenang dan kontrak telah selesai pada November 2011 ini, maka langkah selanjutnya akan dilakukan tahap persiapan pengerjaan fisik yang diperkirakan dimulai pada Januari 2012.

“Faktor masalah yang dihadapi PLN Tarakan saat ini adalah karena pasokan gas yang minim yang akibatnya masih terjadi pemadaman,” tambah dia. Oleh karenanya, pihaknya mengharapkan rencana pembangunan PLTU Sungai Maya 4 x 7 diatas lahan seluas sekitar 20 hingga 30 hektare itu menjadi salah satu solusinya agar PLN Tarakan tidak lagi bergantung pada gas. (sur)

Sumber : radartarakan (10 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 29 September 2011

Tingkatkan Kualitas Jalan, Target Selesai Akhir Tahun

. Kamis, 29 September 2011

TARAKAN – Beberapa sudut jalan Kota Tarakan banyak dipasang rambu tanda berhati-hati bagi pengendara kendaraan bermotor yang melintas. Hal ini terkait adanya pengerjaan proyek jalan untuk meningkatkan kualitasnya. Seperti terlihat di Jalan Jenderal Sudirman, Teuku Umar, Halmahera dan jalan-jalan lainnya. Peningkatan kualitas jalan ini memakai posting anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni Tahun Anggaran 2011.

Dikatakan Haidir, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Tara Ruang (DPUTR), saat ini ada beberapa proyek jalan yang sedang dikerjakan. Seperti Jalan Jederal Sudirman yang sedang dilakukan pelebaran jalan dan meneruskan sebagian tutup drainase yang sekaligus sebagai trotoar jalan. Panjang pengerjaannya kurang lebih sekitar 400 meter dengan lebar ukuran variatif. “Untuk pelebaran jalan Jenderal Sudirman ini sekitar 1,5 meter hingga 4 meter,” ungkapnya. Pos anggaran yang disediakan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 1,1 miliar.

Peningkatan kualitas jalan berupa pelabaran ini juga sebagai penambahan kapasitas jalan yang semakin tahun berkurang karena disebabkan makin bertambahnya jumlah kendaraan roda dua dan roda empat. Sedangkan jalan lainnya yang juga sedang dilakukan peningkatan adalah Jalan Halmahera dengan panjang kurang lebih 200 meter. Anggaran yang dipakai untuk pengerjaan ini sekitar Rp 1,3 miliar yang juga berasal dari APBD murni tahun 2011.

Selain dua paket tersebut, Jalan Teuku Umar yang berada di daerah Markoni juga saat ini dilakukan perbaikan dari segi kualitas. Pengerjaan jalan Teuku Umar ini kurang lebih sepanjang 500 meter dengan menggunakan annggaran sekitar Rp 2,2 miliar. “Anggaran tersebut dipakai untuk paket upgrade jalan, serta pembuatan parit kecil dan pengerjaan trotoar,” jelas Haidir yang juga menyampaikan bahwa paket yang sedang dikerjakan saat ini adalah Jalan Flamboyan. “Jalan Flamboyan akan ditingkatkan kualitasnya sepanjang 200 meter. Selain itu juga kita buatkan drainase dan pembuatan jalan eksisting,” imbuhnya.

Kegiatan pelebaran dan perbaikan jalan ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat untuk kemudian dilakukan pengaspalan. Proyek pengerjaan peningkatan jalan ini ditarget selesai pada tahun 2011 ini dengan proyek-proyek lainnya. “Selain proyek multiyears yang saat ini dikerjakan seperti perpanjangan pelabuhan Tengkayu I dan pembangunan jalan dari Karungan ke Tanjung Pasir, semua ditarget selesai pada akhir tahun ini,” jelasnya. (jnu/ash)

Sumber : radartarakan (29 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 27 September 2011

NJOP PLTU Sei Maya Sudah Benar

. Selasa, 27 September 2011

Ali : Karena Tidak Berdasarkan Nilai Pasar

TARAKAN – Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Tarakan, Ali Machfud mengatakan, persoalan penentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sungai Maya Kelurahan Juata, Kecamatan Tarakan Utara telah memenuhi mekanisme alias sudah benar adanya.

Kata dia, transaksi jual beli tanah di Sungai Maya itu tidak bergantung pada nilai jual pasar. Oleh karenanya NJOP lahan PLTU tersebut lebih besar dari nilai pasar. “Karena NJOP itu tidak berdasarkan untuk nilai pasar, bukan untuk dijual,” ujarnya saat ditemui Radar Tarakan di ruang kerjanya, kemarin (27/9).

Menurutnya, jika sebuah NJOP dihitung berdasarkan harga jual pasar, maka biaya untuk pajak bumi dan bangunannya (PBB) akan tinggi. “Oleh karena itu kita memiliki mekanisme untuk penentuan NJOP untuk pengklasterannya,” tutur Ali.

Menyinggung soal keterlibatan KPP Pratama Tarakan dengan pembebasan lahan PLTU tersebut, ditegaskannya pihaknya tak terlibat. Apalagi termasuk didalam Tim Sembilan. “Kita tidak terlibat dalam pemilahan harga tanah itu. Ada peratuan Dirjen Pajak yang mengacu pada peraturan pengalihan tanah. Jadi penetapan nilai tanah itu terserah, bebas. Karena kita hanya menghitung nilai pajak PBB-nya saja bukan untuk nilai ekonomisnya,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan kasus pembebasan lahan Sungai Maya diduga bermasalah. Beberapa saksi sudah diperiksa oleh kepolisian resort Tarakan.

Meski demikian kasus pembebasan lahan yang menghabiskan dana sekitar Rp 7 miliar ini, masih dalam tahap penyelidikan.

Masih soal NJOP, Ali menilai, selama ini banyak masyarakat salah persepsi terkait penentuan NJOP. Seakan-akan NJOP itu sama dengan nilai jual tanah di pasaran. Padahal menurut dia, tidak seperti itu. “Mengenai berapa PPB-nya di lahan Sungai Maya saya tidak ingat, karena kami harus melihat peta dulu,” katanya.

Lantas kenapa dihubungkan dengan indikasi markup ? “Sebenarnya tidak ada kaitannya, yang bicara itu tidak mengerti, dia tidak paham tentang NJOP. Seharusnya, orang hukum ini diajak diskusi dan membaca undang-undang PBB, disitu sudah jelas dasar kewenangan pajak PBB bukan nilai jual ekonomis,” jelas Ali Machfud. Dengan kasus ini, ia menyayangkan banyak orang menjadikan NJOP sebagai patokan membeli tanah.

Apa saja yang harus diketahui untuk menentukan NJOP itu sendiri? Ali menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan pertama adalah lokasi tanah. “Jadi lokasi tanah itu kita bikin klaster, ada yang klasternya baik yang berada didalam gang maupun dipinggir jalan,” katanya.

“Kemudian fasilitas infrastruktur tanah itu serta daerahnya masuk di kawasan sentra bisnis atau bukan. Klasternya jelas beda antara di tepi jalan raya maupun di dalam, semuanya ada kriterianya,” terangnya. “Yang jelas di pinggir jalan NJOP-nya lebih tinggi dibandingkan yang di dalam, mengenai harganya saya tidak ingat,” sambung Ali Machfud. (sur/iza)

Sumber : radartarakan (28 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

DED Jembatan Bulan Rampung

.

Tarakan Kebagian Biayai 30 Persen

TARAKAN – Walikota Tarakan H Udin Hianggio mengatakan, pembahasan pembangunan jembatan Bulungan Tarakan (Bulan) yang dilakukan oleh Pemkab Bulungan dan Pemkot Tarakan hingga saat ini telah memasuki tahap perencanaan. “DED (Detail Engineering Design) sudah ada dan termasuk perencanaannya sudah ada. Dan InsyaAllah tahun depan kita anggarkan di APBD kota,” ujarnya.

Pembangunan jembatan Bulan yang menjadi lintas daerah itu diprediksi akan menelan biaya sebesar Rp 3 miliar sebagai tahap awal dan belum termasuk sokongan dana dari tiga kabupaten lainnya di utara Kaltim seperti Kabupaten Bulungan, Malinau dan KTT (Tana Tidung).

Untuk itu ia berharap, pembangunan jembatan Bulan ini juga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat serta Pemprov Kaltim dalam jangka panjang. “Tinggal kita harapkan provinsi untuk menjadi penyokong utama. Artinya bagaimana kabupaten/kota ini duduk bersama-sama merancang untuk pembangunan jembatan Bulungan – Tarakan ini,” kata Haji Udin.

Selain itu, mantan Ketua DPRD Tarakan ini juga berharap untuk fisik pembangunan jembatan pada 2012 mendatang sudah dapat dianggarkan. “Secara pasti belum tahu berapa anggarannya, tapi menurut info tidak sampai Rp 500 miliar. Dan kita berharap proyek ini multiyears,” cetusnya.

Berapa anggaran yang akan dikucurkan dari masing-masing daerah? “Anggarannya dari semua daerah tergantung masing-masing daerah. Karena kepentingan daerah juga kita harus utamakan, jadi jangan juga kita mengebu-gebu agar pembangunan harus segera selesai dan ini bukan dana yang sedikit, mungkin triliunan,” jawabnya.

Jika jembatan Bulungan Tarakan ini terwujud, lanjut Udin, Ia memastikan roda pembangunan di semua sektor akan lebih mudah. “Khusus masalah Tarakan yakni bahan baku air, karena kalau selama dua minggu Tarakan tidak hujan betapa sulitnya di kota ini mencari air, jadi masalah yang paling utama adalah air akan terselesaikan jika jembatan itu terwujud,” bebernya.

Kalau jadi, jembatan Bulan ini adalah jembatan yang mempunyai akses jalan raya melalui darat sepanjang 13 km dengan jembatan diatas laut melalui tujuh pulau sepanjang 7 km.

Ketua DPRD Tarakan Effendhi Djuprianto menambahkan, tugas pokok kota Tarakan dalam wacana pembangunan jembatan tersebut sampai ke Pulau Sadau. “Kemungkinan Tarakan hanya mengeluarkan anggaran 20 hingga 30 persen dari biaya pembangunan jembatan itu. Selebihnya dari Kabupaten Bulungan serta melalui APBN Provinsi Kaltim,” katanya.

Mengenai berapa besaran anggaran yang akan dikeluarkan, menurut Effendhi, tergantung kemampuan keuangan Pemprov Kaltim. “Sekarang ini sudah dipersiapkan DEDnya, dari DED nanti baru ketahuan berapa anggarannya. Kalau DED diharapkan tahun ini sudah selesai,” ucap politisi Partai Golkar ini. (sur/iza)

Sumber : radartarakan (27 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Entri Populer

Label

Agama (23) Anggaran (2) Barongsai (1) BAZ (2) BBM (17) Bencana Alam (1) Budaya (5) CPNS (2) Cuaca (2) Ekonomi (25) English (3) Expo (1) Fasilitas (28) Galeri Foto (21) Gas (4) Hiburan (9) HUT Tarakan (2) Iklim (1) Kampus (1) Kasus (4) Kebersihan (5) Kecelakaan (4) Kehutanan (3) Kejaksaan (1) Kelurahan (4) Kependudukan (1) Kesehatan (23) Keuangan (1) KNPI (2) Komunitas (4) Koperasi (12) Korupsi (2) Kriminal (26) KTP (9) Lingkungan Hidup (7) Lowongan Kerja (5) Migas (2) Narkoba (2) Olahraga (32) Pariwisata (22) Parlemen (16) PDAM (5) Pejabat (1) Pelayanan (3) Pemerintah (35) Pendidikan (80) Peraturan (8) Perbankan (3) Perikanan (1) Peristiwa (27) Perizinan (1) Pertambangan dan Energi (2) Pertanahan (1) Pertanian (8) Perumahan (9) Peternakan (2) PLN (6) PNS (11) Polisi (2) Politik (7) Polres (11) Prestasi (38) Proyek (8) Sembako (1) Serba Serbi (8) Sosial (8) Tarakan (334) Teknologi Informasi (14) Telpon (1) Tenaga Kerja (2) TNI-AD (1) TNI-AU (4) Transportasi (35) Walikota (24) Warga (2)
 

Link Banner

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com