Dianggarkan Melalui APBD Kota Senilai Rp 3,9 Miliar
TARAKAN – Pembangunan pagar dan dua pintu gerbang Masjid Raya Baitul Izzah yang berada di Jl Sei Sesayap Kelurahan Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur ditargetkan bakal selesai akhir tahun ini atau Desember nanti.
Proyek pembangunan pagar dan pintu gerbang tersebut, seperti disampaikan Roswan, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Cipta Karya DPUPTR, bakal menelan dana sekitar Rp 3,9 miliar.
“Dana ini dari APBD Kota, dan belum termasuk pembuatan taman dan fasilitas lainnya,” sebut Roswan. Kegiatan pembangunan pagar dan pintu gerbang sendiri telah dimulai sejak pertengahan pekan lalu.
Roswan mengatakan, selain pembuatan pagar dan pintu gerbang, melalui bidang cipta karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan juga membuat perencanaan pembangunan sarana dan prasarana di halaman masjid raya seluas sebesar 5 hektare itu.
“Pagarnya dibangun di sekeliling masjid dan memiliki 2 pintu gerbang. Dan posisi kolam renangnya persis di depan pintu masuk di halaman masjid ini dengan luas 1,6 meter,” tambahnya. Ia menyebutkan untuk mempercantik taman di sekitar masjid kebanggaan masyarakat Tarakan ini hingga pada tahap finishing akan menyedot dana APBD kota sebanyak Rp 20 miliar.
Selain pembangunan pagar, pengerjaan lainnya yang akan dikerjakan DPUTR Tarakan. Di antaranya taman rekreasi, taman diskusi, kolam air terjun dan tiang listrik atau lampu penerangan. “Kita selesaikan pembangunan pagarnya dulu setelah baru sisanya secara bertahap tapi tergantung dananya juga. Diperkirakan kalau dananya lancar paling cepat 2 tahun sudah rampung semuanya,” katanya.
Menyinggung material untuk landscape pada masjid raya ini, misalnya taman rumputnya akan menggunakan jenis rumput gajah mini atau rumput yang mudah dirawat. Sementara jalannya sendiri terdiri dari bahan abriasi yang ketahanannya kuat hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.
“Juga akan ditanam pohon palem, dan tanaman trambesi di bagian dalam perkarangan masjid itu. Sementara pagarnya terbuat dari batu alam yang tidak perlu dicat lagi dengan tinggi bervariasi atau minimal 50 sentimeter dari jalan umum,” pungkasnya. (sur/ngh)
Sumber : radartarakan (10 Oktober 2011)
Redirect to TarakanBais
Minggu, 09 Oktober 2011
Desember, Pagar Masjid Raya Ditargetkan Rampung
MUI Tarakan Akan Bentuk Tim Survei
Rutin 4 Kali Setahun, untuk Cek Peredaran Alquran
TARAKAN –Menyusul adanya beberapa kali laporan soal beredarnya Alquran salah cetak di Tarakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan berencana membentuk tim survei, yang nantinya akan melakukan pengecekan rutin terhadap peredaran kitab suci agama Islam tersebut di Kota Tarakan.
Seperti diketahui, sejak 2010 lalu hingga saat ini sudah ada 4 kasus terjadinya kesalahan cetak pada Alquran yang ditemukan beredar di Tarakan. Meskipun dalam pantauan di lapangan oleh MUI Tarakan beberapa hari lalu ke toko-toko buku hasilnya nihil, menurut Ketua I MUI Tarakan Syamsi Sarman, tidak menutup kemungkinan masih banyak Alquran salah cetak yang lepas dari pantauan.
Syamsi Sarman mengatakan, ke depannya MUI akan membentuk tim survei yang bertugas memantau dan mengecek setiap Alquran yang beredar di toko secara rutin. Hal ini untuk menghindari adanya Alquran salah cetak dipakai oleh masyarakat. “Kita berencana akan membentuk tim survei yang secara rutin akan melakukan pantauan ke lapangan, baik saat ada kasus (kesalahan cetak Alquran, red) maupun tidak. Kita akan survei toko-toko buku di Tarakan yang menjual Alquran. Tim ini rencananya akan turun ke lapangan setahun sebanyak 3 sampai 4 kali,” kata Syamsi.
Sementara itu menindaklanjuti laporan dari masyarakat soal ditemukannya alquran salah cetak beberapa waku lalu, MUI Kota Tarakan langsung melakukan pantauan di lapangan dengan memeriksa Alquran yang dijual di toko-toko, seperti di Simpang Tiga, Lingkas Ujung dan toko-toko buku kecil lainnya.
“Kita kembali cek di lapangan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI bersama komisi Fatwa MUI dan hasilnya tidak ada ditemukan kembali adanya Alquran yang salah cetak,” terang Syamsi Sarman. Lebih lanjut Syamsi mengatakan, Alquran salah cetak ini dipastikan tidak hanya beredar di Tarakan, namun juga di daerah lain. Olehnya itu temuan ini akan segera dilaporkan kepada pengurus MUI Wilayah Kaltim untuk kemudian diteruskan ke MUI Pusat. Dari MUI Pusat nantinya akan melaporkan ke penerbit Alquran yang terjadi kesalahan cetak agar seluruhnya ditarik dari peredaran.
Dia mengatakan, kesalahan cetak pada Alquran ini kebanyakan ditemukan saat masyarakat melaksanakan tadarusan. Sebab saat tadurus Alquran para jamaah akan saling menjaga bacaan agar tidak terjadi salah baca. Sedangkan saat sedang membaca sendiri-sendiri, kemungkinan untuk mendapati adanya kesalahan pada ayat-ayat Alquran akan sulit ditemui apalagi bagi masyarakat awam yang tidak hapal Alquran. “Kecuali ustaz atau orang yang hapal Alquran. Meskipun begitu, saya himbau kepada masyarakat agar lebih teliti lagi, jika ada yang ganjil atau berbeda pada bacaan Alquran mohon dilaporkan kepada MUI,” imbaunya.(jnu/ngh)
Sumber : radartarakan (10 Oktober 2011)
Jumat, 07 Oktober 2011
FKUB Tarakan Enggan Berpolemik Soal Rumah Ibadah
TARAKAN - Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan, KH Zainuddin Dalila, mengatakan tidak ingin berpolemik dengan Walikota Tarakan Udin Hianggio terkait wacana pembangunan rumah ibadah terpadu yang diusulkan pihaknya sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Zainuddin, usulan tersebut sudah digulirkan sejak dua tahun lalu namun hingga kini belum menemui titik terang. Terkait dengan pernyataan Walikota Udin Hianggio mengenai belum diterimanya usulan secara resmi dari FKUB, Zainuddin menanggapi dingin.
Menurut pria yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan ini, pihaknya sudah pernah menyampaikan surat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan sejak beberapa waktu lalu.
"Kalau soal surat saya rasa sudah pernah diberikan. Karena pas saya tanya Sekretaris tempo hari, katanya surat itu sudah pernah diberikan. Tapi karena disana mungkin tidak diketemukan," terang Zainuddin, Kamis (6/10/2011) siang.
Kendati demikian, ia tidak ingin masalah ini menjadi polemik di kalangan FKUB dan Pemkot Tarakan. "Barang kali saya mengusulkan untuk tidak berpolemik apakah surat itu sudah dikirim atau tidak. Yang jelas saya menangkap ada respon baik dari Pak Walikota," katanya.
Penulis : Syaiful Syafar
Editor : Adhinata Kusuma
Sumber : Tribun Kaltim
Sumber : tribunnews (6 Oktober 2011)
Senin, 03 Oktober 2011
Murid Sekami Punya Peranan Dalam Gereja
SEBELUM meninggalkan umatnya di Gereja Katolik Santa Maria Imaculata, Romo Antonius Rajabana OMI menyempatkan diri bersama anak-anak Sekolah Minggu (Sekami) dalam kegiatan camping rohani.
Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu sore hingga Minggu siang lalu (2/10) menunjukkan anak sekolah minggu yang berusia di bawah 10 tahun juga punya peranan dalam gereja. Selama ini mereka juga sudah banyak berbuat, baik melalui doa maupaun keterlibatan lainnya di dalam gereja.
“Meskipun saya sudah tidak bertugas lagi di Tarakan, tetapi perbuatan nyata yang dilakukan selama ini harus ditingkatkan terus,” pesan Romo Antonius.
Sementara itu, Ny. Yunista VM SAg selaku salah satu pembina Sekami menyatakan, kegiatan tersebut terdiri dari beberapa rangkaian acara, meliputi camping rohani sekaligus ramah tamah dengan Romo Bono.
“Tujuannya adalah mendidik anak-anak untuk mengenal dan mencintai Allah,” kata Yunista.
Kegatan tersebut melibatkan sekitar 105 anak sekami dan didampingi kurang lebih 12 pendamping Sekami di Gereja Katolik Santa Maria Imaculata. Dua di antaranya adalah frater CMM dari Don Bosco.(noi)
Sumber : radartarakan.co.id (4 Oktober 2011)
Minggu, 02 Oktober 2011
FKUB Tarakan Akan Gelar Sosialisasi Di Kalangan Pelajar Dan Mahasiswa
Tarakan, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) kota Tarakan akan melakukan Sosialisasi Dan Dialog Tentang “Pemahaman Kerukunan Antar Umat Beragama Di Kalangan Pelajar Dan Mahasiswa” yang rencananya akan digelar 8 Oktober 2011 mendatang.
Dalam jumpa pers yang dilakukan beberapa waktu lalu, Rabu (21/09), di Ruang Media Center Diskominfo, Winario Djieftara salah satu tokoh umat Hindu menyampaikan bahwa rencanya sosialisasi ini akan melibatkan kurang lebih 300 pelajar SMA dan mahasiswa dengan mengambil tempat di Aula SMP Negeri 1 Tarakan.
“Kita akan berupaya memberikan pemahaman pentingnya kerukunan antar umat beragama khususnya bagi mereka (pelajar SMA dan Mahasiswa, red),” jelasnya.
Rencananya dalam sosialisasi tersebut, FKUB akan menghadirkan beberapa narasumber dari kalanganan dunia pendidikan yang akan diwakili oleh Dinas Pendidikan Kota Tarakan, kemudian dari Kantor Kementrian Agama Kota Tarakan, serta dari Kepolisian dan Kodim 0907 Tarakan dari Bidang Keamanan.
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 26 September, FKUB Kota Tarakan menerima kunjungan dari FKUB pusat. H. Salepa Hepa, salah seorang tokoh umat Islam di FKUB Tarakan menjelaskan bahwa kunjungan FKUB pusat ke Tarakan tak lain untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat Tarakan yang dianggap mampu menjaga kerukunan antar umat beragama ditengah banyaknya permasalahan sosial yang ada di Tarakan.
“Kita perlu bangga dengan seluruh element yang ada di Tarakan, karena Kota Tarakan mejadi rujukan dari FKUB daerah lainya dalam hal kerukunan antar umat beragama,” tuturnya.
Sumber : tarakankota.go.id (3 Oktober 2011)
Kamis, 29 September 2011
Warga Tarakan Gelar Doa Tolak Balak
TARAKAN – Sekitar pukul 05.30 Wita pagi atau usai melaksanakan salat subuh Rabu (28/9) kemarin, sebagian warga Tarakan bersama-sama menggelar doa selamat tolak balak di Masjid Agung Al Ma’arif Kelurahan Selumit.
Ritual doa selamat tolak balak ini bercermin pada berbagai peristiwa yang melanda Kota Tarakan setahun terakhir seiring meningkatnya tingkat kriminalitas serta bencana yang terjadi di kota ini.
Salah satu peristiwa yang membuat miris seluruh masyarakat Tarakan itu yakni musibah kebakaran yang menimpa warga RT 3 dan 5 di kawasan Beringin, Kelurahan Selumit Pantai pada 21 September lalu.
“Semoga saja dengan pembacaan doa selamat tolak balak ini masyarakat Tarakan dijauhkan dari semua bencana yang muncul,” ujar tokoh masyarakat Tarakan Abdul Wahab usai memimpin doa bersama tersebut kepada Radar Tarakan kemarin.
Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar setengah jam ini, juga menyediakan berbagai macam makanan. Makanan-makanan ini selain disiapkan pihak panitia, masyarakat yang antusias mengikuti acara doa bersama itu juga membawa bekalnya masing-masing untuk memperoleh keberkahan bagi keluarganya, umumnya untuk seluruh masyarakat Tarakan.
“Ini merespon kegiatan ini dengan baik mengingat peristiwa-peristiwa yang dialami masyarakat Tarakan setahun ini. Saya mewakili Pemerintah Kota Tarakan memberikan apresiasi kegiatan mulia untuk keselematan umat,” kata Asisten I Setkot Tarakan Drs Ibrahim, MAP kepada Radar Tarakan yang ikut serta dalam kegiatan itu.
Oleh karenanya, ia berharap agar doa yang dipanjatkan warga Tarakan ini dapat dikabulkan Allah SWT agar kota Tarakan tetap berada dalam lindungan-Nya serta menjadi kota yang aman dan tentram. “Kita upayakan akan menggelar kegiatan seperti setiap ini secara rutin, apakah itu dua bulan sekali atau 6 bulan sekali,” pungkas Ibrahim. (sur/ash)
Sumber : radartarakan (29 September 2011)
Selasa, 27 September 2011
Kegiatan di Setiap Gereja Dijaga Polisi
TARAKAN - Pasca terjadinya ledakan bom bunuh diri di GBIS Solo Jawa Tengah, maka sekitar 62 gereja di Tarakan sejak Minggu malam mulai dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Penjagaan dilakukan pada saat ada kegiatan. Ikhwal ini disampaikan Kapolres Tarakan Ajun Komisaris Besar Polisi Drs Agustinus Budi Prasetyo SH MH, melalui Kasubag Humas Polres Tarakan, AKP Subarjo.
Lebih rinci dia menjelaskan, sejak adanya bom bunuh diri di GBIS Solo, maka ada instruksi dari Mabes Polri untuk dilakukan pengamanan setiap gereja di kota masing-masing. “Secara keseluruhan gereja di Tarakan sekitar 62 dan setiap gereja telah ditempatnya masing-masing minimal 1 orang anggota. Namun anggota polres yang non muslim juga difokuskan untuk melakukan pengamanan di gerejanya masing-masing,” sebutnya.
Anggota yang diperintahkan untuk melakukan pengamanan di setiap gereja tersebut, wajib memantau aktivitas di setiap gereja, terutama pada saat ada kegiatan. Baik itu kebaktian pada hari Minggu atau kegiatan lainnya. Yang perlu diawasi oleh anggota selama pengamanan adalah, kegiatan orang-orang yang dicurigai dan pelaksanaan kegiatan itu sendiri.
Untuk orang-orang yang dicurigai, tentunya kata Subarjo, harus koordinasi antara petugas keamanan dengan pihak gereja. Secara keseluruhan hingga hari ini, kondisi keamanan di Tarakan pada umumnya maupun ditempat-tempat ibadah masih kondusif. Soal waktu pelaksanaan pengamanan gereja, tegas dia belum ada batas waktu. (noi/iza)
Sumber : radartarakan (28 September 2011)
BMAG Imbau Warga Tak Terprovokasi
TARAKAN – Pasca ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kampung Kepunton, Solo Jawa Tengah pada Minggu kemarin, Badan Musyawarah Antar Gereja (BMAG) langsung menggelar rapat. Hasilnya, para pendeta yang merupakan pemimpin gereja-gereja di Tarakan mengimbau agar umat Kristen di Tarakan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang. “Terkait kejadian di Solo, kami sepakat untuk mengiimbau seluruh umat Kristen di Tarakan dan gereja-gereja agar tidak terprovokasi sedikitpun,” kata Pdt Ir Joko Susanto MA, Ketua BMAG Tarakan usai menggelar rapat di kantor BMAG Jalan Diponegoro GOR Naga Mas, kemarin pagi.
Meski demikian, BMAG meminta kepada seluruh umat Kristiani di Tarakan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di gereja masing-masing baik dalam bentuk ibadah maupun pada saat kegiatan-kegiatan kerohanian lainnya. “Khususnya terhadap keberadaan orang asing dan orang yang tidak dikenal masuk ke kawasan ibadah,” pesan Joko.
Imbauan lainnya yang disepakati BMAG adalah, mengingatkan kepada seluruh umat Kristiani bahwa tidak membenarkan dari sudut pandang manapun melakukan pengrusakan terhadap rumah ibadah agama apapun. “Marilah kita senantiasa turut menjaga keamanan dan kedamaian Kota Tarakan ini,” pesannya lagi.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kasat Binmas Polres Tarakan tersebut, sempat dilakukan doa bersama untuk korban umat Kristen yang dirawat di Solo dan tentunya untuk kedamaian kota Tarakan. “Puji Tuhan sejauh ini kondisi di Tarakan masih kondusif,” akunya.
Pihak BMAG Tarakan juga meminta kepada seluruh umat Kristiani, jika ada informasi atau sesuatu yang mencurigakan di tempat ibadah masing-masing, agar secepatnya melaporkan atau berkoordinasi dengan Polres Tarakan, atau bisa juga difasilitasi BMAG untuk dilaporkan ke polisi secepatnya. “Tadi juga sempat berkoordinasi dengan Ketua FKUB, agar seluruh umat di Tarakan tetap menjalin silaturahmi dan kerukunan umat yang sudah tercipta sejak lama,” kata Joko lagi. Dalam beberapa hari ini, BMAG sendiri akan mengeluarkan surat edaran berupa himbauan kepada seluruh umat Kristiani di Tarakan melalui gereja-gereja untuk tetap menjaga kondusivitas.(ddq/ndy)
Sumber : radartarakan (28 September 2011)
Senin, 05 September 2011
Shalat Id di Baitul Izzah Tarakan Dipadati Ribuan Jamaah
Walikota Tarakan Udin Hianggio bersama Wakil Walikota Tarakan Suhardjo Trianto dan sejumlah unsur Muspida kota Tarakan tampak hadir sebagai jamaah dalam shalat Id tersebut. Pelaksanaan shalat Id dipimpin Ketua MUI kota Tarakan KH Zainuddin Dalila yang bertindak sebagai imam, dan Prof Dr Komaruddin Amin dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Khatib.
Dalam ceramahnya, khatib Prof Dr Komaruddin Amin mengajak umat muslim Tarakan untuk senantiasa menjaga toleransi meskipun terjadi perbedaan dalam lebaran tahun ini. Selain itu, ia juga mengajak kepada umat muslim untuk banyak mempererat silaturahmi dan saling memaafkan satu sama lain.
Sementara, Ketua Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) kota Tarakan Drs Ibrahim MAp mengatakan, tercatat sedikitnya ada 8 hingga 10 ribu orang jamaah yang memadati Islamic Centre Baitul Izzah tahun ini. Ini juga merupakan kali pertama masjid Islamic Centre Baitul Izzah menggelar pelaksanaan shalat Idul Fitri sejak resmi dipakai tahun lalu. "Tahun lalu sudah kita pakai untuk shalat Idul Adha, dan kebetulan untuk shalat Idul Fitri baru tahun ini kita gelar," ujarnya.
Selain di masjid Islamic Centre Baitul Izzah, pelaksanaan shalat Idul Fitri juga digelar di 100 titik lainnya yang tersebar di empat Kecamatan kota Tarakan. (*)
Penulis : Syaiful Syafar
Editor : Fransina
Sumber : tribunnews (31 Agustus 2011) Klik disini untuk melanjutkan »»
Ratusan Warga Tarakan Takbiran Keliling Kota
TARAKAN - Ratusan warga kota Tarakan memadati halaman kantor Walikota, Selasa (30/8/2011) malam.
Mereka datang dengan membawa kendaraan roda 4 dan 2 yang akan digunakan untuk konvoi keliling kota dalam pawai Takbiran 1432 H. Kendati sempat mengalami penundaan kemarin malam, namun tidak menyurutkan antusias warga untuk mengikuti pawai takbiran kali ini.
Antusiasme warga yang begitu tinggi, membuat Walikota Tarakan Udin Hianggio ikut melepas arak-arakan tersebut. Konvoi dimulai sekitar pukul 20.00 dengan mengambil start di halaman kantor Walikota untuk selanjutnya diarak berkeliling kota melalui ruas jalan protokol seperti jalan Ahmad Yani, Yos Sudarso, Kesuma Bangsa, Mulawarman, dan finish di Masjid Raya Baitul Izzah Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur.
Ketua Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) kota Tarakan Drs H Ibrahim M.Ap mengatakan, pihaknya tidak menduga jika antusias warga untuk menggelar pawai takbiran sangat tinggi. Pasalnya, sebelumnya pihaknya telah menghimbau warga untuk menggelar takbiran di masjid-masjid menyusul keluarnya keputusan Pemerintah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu esok.
"Sebenarnya kita sudah ngumpul kemarin malam, tapi karena itu dibatalkan akhirnya kita menganjurkan masyarakat untuk menggelar di masjid saja. Tapi ternyata mereka justeru berkenan hadir malam ini, dan antusiasmenya cukup tinggi," katanya.
Penulis : Syaiful
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim
Sumber : tribunnews (30 Agustus 2011)
Pimpinan Muhammadiyah Tarakan Gelar Open House
TARAKAN - Seusai melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan Pelabuhan Ten Kayu I, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tarakan Syamsi Sarman menggelar open house di kediamannya, di Jl Pulau Kalimantan Kelurahan Pamusian Tarakan Tengah, Selasa (30/8/2011).
Open house berlangsung sederhana, dan dihadiri sejumlah unsur Pimpinan Muhammadiyah kota Tarakan. Dalam kesempatan itu, seluruh warga Muhammadiyah kota Tarakan juga berdatangan satu persatu sekedar bersalaman dan bersilaturahmi dengan orang nomor satu Muhammadiyah Tarakan ini.
Para tamu juga dijamu dengan makanan sederhana, seperti ketupat, opor ayam, dendeng balado, dan rendang. Dalam keterangannya, Syamsi Sarman menghimbau warga Muhammadiyah untuk merayakan lebaran secara tertutup, dan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah puasa umat Islam lainnya. (*)
Penulis : Syaiful
Editor : Sumarsono
Sumber : kaltim.tribunnews (30 Agustus 2011)
Warga Muhammadiyah Tarakan Shalat Id di Lapangan Pelabuhan Ten Kayu
Ribuan umat muslim dari kalangan Muhammadiyah kota Tarakan menggemakan takbir sebagai tanda 1 Syawal 1432 H. Selepas shalat Shubuh, satu persatu umat muslim Muhammadiyah berdatangan di lapangan sambil terus menyerukan lantunan takbir.
Mereka menunaikan shalat Id setelah PP Muhammadiyah resmi mengumumkan 1 Syawal jatuh pada hari ini. Bertindak sebagai Khatib dalam shalat Id tersebut adalah KH Siswanto SAg yang juga selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim. Sementara Imam diisi Ahmad Syauqi, Imam besar masjid Al Amin kota Tarakan.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Tarakan Syamsi Sarman sempat memberikan sambutan dihadapan ribuan jamaah shalat Id. Ia mengatakan, terkait dengan sikap Muhammadiyah yang memutuskan 1 Syawal jatuh pada hari ini, adalah keyakinan yang benar secara Syar'i dan bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan Al Quran dan Sunnah. Untuk itu ia menghimbau jamaah tidak ragu dalam menunaikan shalat Id kali ini.
Selain itu, warga Muhammadiyah kota Tarakan juga dihimbau untuk tidak merayakan lebaran secara demonstratif atau berlebihan mengingat harus menghormati umat muslim lainnya yang masih menjalani ibadah puasa. "Silahkan kita bersilaturahmi secara internal, tanpa harus merayakannya secara demonstratif. Jangan sampai apa yang kita rayakan justeru mengganggu puasa saudara-saudara kita yang lain," terangnya.
Usai menunaikan shalat Id, ribuan jamaah satu persatu bersalaman dan berpelukan, lalu bertolak pulang dengan tertib.
Selain di lapangan pelabuhan Ten Kayu I, shalat Id juga digelar di dua titik lainnya di kota Tarakan, yakni di masjid Jabal Nur Kelurahan Juata Laut dan masjid Al Mujtahidah Kelurahan Mamburungan. (*)
Penulis : Syaiful
Editor : Fransina
Sumber : tribunnews (30 Agustus 2011) Klik disini untuk melanjutkan »»
Muhammadiyah Tarakan Pusatkan Takbiran di Satu Titik
TARAKAN - Warga Muhammadiyah kota Tarakan tetap menggelar takbiran menyambut Idul Fitri 1432 Hijriah, Senin (29/8/2011) malam ini.
Takbiran hanya dipusatkan di satu titik yakni di Masjid Al Amin di jalan Yos Sudarso yang juga sebagai pusat kegiatan dakwah Muhammadiyah kota Tarakan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Tarakan Syamsi Sarman mengatakan, pihaknya sengaja memusatkan takbiran di satu titik untuk menghormati umat muslim lainnya yang masih menunaikan puasa esok hari.
Seperti diketahui, Muhammadiyah tetap memutuskan 1 Syawal jatuh pada hari Selasa (30/8/2011) esok, meskipun keputusan tersebut berbeda dengan Pemerintah yang resmi mengumumkan 1 Syawal jatuh pada Rabu (31/8/2011).
"Kita tetap takbiran tapi tidak secara demonstratif, dan ini untuk menghormati umat muslim yang lain yang masih berpuasa besok hari," terang Syamsi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MUI kota Tarakan ini.
Menurutnya, perbedaan dalam penetapan 1 Syawal selama ini disikapi cukup baik oleh umat muslim Tarakan. Bahkan, ia menyebut hal tersebut sudah menjadi sesuatu yang lumrah, tinggal bagaimana masyarakat bisa menyikapinya secara arif dan bijak. "Alhamdulillah selama ini di Tarakan kalau terjadi perbedaan seperti ini berjalan aman-aman saja. Ini sesuatu yang sudah biasa terjadi, yang penting kita bisa arif dan bijaksana," pungkasnya.
Penulis : Syaiful
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim
Sumber : tribunnews (29 Agustus 2011)
Kamis, 11 Agustus 2011
Kemenag Tetapkan Kadar Zakat Fitrah Hari Ini
TARAKAN – Dijadwalkan mulai pukul 09.00 Wita hari ini, pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan akan mengundang sejumlah pihak untuk membahas dan menetapkan kadar zakat fitrah 2,5 kilogram beras dalam bentuk uang yang wajib dikeluarkan masyarakat pada Ramadan kali ini.
Beberapa instansi yang diundang diantaranya pihak Disperindakopin dan UMKM, MUI, lembaga pengadilan, ormas Islam, Dewan Masjid Indonesia, serta BAZ.
Dikatakan Kasi Wakaf dan Zakat, H Khumaidi SAg MSi, dalam pembahasan ini pihaknya akan melihat data harga beras di masyarakat. “Hasilnya pembahasan ini akan ditetapkan dan dijadikan dalam bentuk SK (surat keputusan). Setelah itu akan dibagi-bagikan ke tiap masjid,” kata Khumaidi. Dalam pembahasan ini yang ditentukan hanyalah besaran zakat fitrah dalam bentuk uang, sementara zakat maal (harta) sudah ada ketentuannya, yakni sebesar 2,5 persen dari jumlah harta yang dimiliki.
Dikatakan Khumaidi, kemungkinan tahun ini jumlah uang yang harus dikeluarkan masyarakat dalam zakat fitrah sebagai pengganti beras 2,5 kilogram, akan naik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mengingat tiap tahun selalu ada kenaikan kadar zakat fitrah. Pada tahun lalu jumlah uang dizakatkan masyarakat paling tinggi Rp 24 ribu per jiwa, kemudian Rp 20 ribu dan yang paling rendah Rp 16 ribu.
Hasil pengumpulan zakat ini, kata Khumaidi, akan dibagikan kepada delapan golongan warga sesuai petunjuk Al-Quran dalam surah At-Taubah ayat 60. Yakni dibagikan 1,8 persen kepada masing-masing fakir, kemudian warga miskin, amil, muallaf, serta hamba sahaya, gharimin dan kepada fisabilillah dan terakhir kepada ibnus sabil.
Mengenai penyaluran zakat ini, Khumaidi berharap masyarakat dapat menyalurkannya ke lembaga amil, seperti BAZ. “Kalau menyampaikan langsung kepada 8 golongan ini, takutnya terjadi tumpang tindih. Sudah diberikan orang lain lalu diberikan lagi, sementara ada warga yang berhak tapi tidak mendapatkannya. Selain itu juga dikhawatirkan salah sasaran, tidak diberikan kepada orang yang tepat,” terangnya. (ash)
Sumber : radartarakan.co.id (11 Agustus 2011)
Selasa, 26 Juli 2011
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H Kota Tarakan
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H / 2011 M Kota Tarakan dan Sekitarnya [Download] [Mirror 1] [Mirror 2]
Kantor Wilayah Departemen Agama Prov. Kaltim telah mengeluarkan Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadhan Untuk Kota Tarakan dan sekitarnya.
Catatan :
- Awal Puasa Ramadhan dan 1 Syawal 1432 H / 2011 M, menunggu Pengumuman Resmi dari Kementerian Agama RI.
- Imsak adalah saat memulai menjalankan Ibadah Puasa.
- Magrib adalah saatnya berbuka puasa.
- Untuk ketelitian, cocokkan jam saudara dengan jam TVRI/RRI setiap 2 (dua) hari sekali.
- Jadwal ini menyalin dari Sumber jadwal yang disusun oleh Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan
- Jadwal ini dicetak dan diperbanyak oleh DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA TARAKAN
- Diperbolehkan memperbanyak dengan menyebutkan sumbernya.
Dalam postingan ini sekaligus saya ucapkan : Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga Amal Ibadah Kita di Terima Allah SWT. Aminn.
Sumber : Diskominfo (27 Juli 2011) Klik disini untuk melanjutkan »»
Senin, 25 Juli 2011
5 Jenis Tempat Hiburan di Tarakan Dilarang Buka Selama Ramadhan
Keputusan ini dikeluarkan setelah Pemkot Tarakan menggelar Rapat Kordinasi dengan Kementrian Agama (Kemenag) Tarakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Tarakan dan sejumlah Tokoh Masyarakat, Senin (25/7/2011) di ruang Imbaya kantor Walikota Tarakan.
Dalam rapat yang dipimpin Wakil Walikota Tarakan Suhardjo tersebut, dicapai empat keputusan penting, diantaranya larangan tempat hiburan beroperasi.
Lima jenis tempat hiburan yang harus tutup selama Ramadhan antara lain klub malam, diskotik, mandi uap, panti pijat, serta tempat karaoke. "Kita tidak mentolerir, tempat hiburan semacam itu harus tutup selama sebulan penuh saat Ramadhan," kata Wakil Walikota Tarakan Suhardjo.
Penulis : Syaiful
Editor : Fransina
Sumber : tribunnews.com (25 Juli 2011) Klik disini untuk melanjutkan »»
Jumat, 15 Juli 2011
Tempat Hiburan Malam di Tarakan Tutup Total
Imbauan MUI Tarakan Selama Ramadan
TARAKAN – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota TArakan, KH Zainuddin Dalila mengimbau seluruh tempat hiburan malam tutup total selama bulan Ramadan. Imbauan ini juga tertuju pada lokalisasi seperti di Sei Bengawan dan sejenisnya.
“Jika masih beroperasi, menjadi kewenangan pemerintah khususnya aparat keamanan baik itu kepolisian maupun Satpol PP,” kata Zainuddin Dalila kepada Radar Tarakan kemarin (14/7).
Imbauan penutupan kegiatan berbau asusila itu, Majelis Ulama Indonesia Kota Tarakan akan mengkoordinasikan kepada Pemerintah Kota Tarakan, termasuk sejumlah pihak terkait di antaranya Kepolisian Resor Tarakan.
Selain itu, Zainuddin Dalila juga menyampaikan imbauan lembaga yang dipimpinnya agar semua pemilik rumah makan yang berjualan di siang hari harus memasang tenda penutup. Sehingga, tamu yang makan di dalam rumah makan tersebut tidak vulgar terlihat secara umum.
“Hal ini setiap tahun selalu kita meminta untuk menertibkan tempat hiburan malam, dan itu sudah ada kesepakatan dari pengelola bahwa kalau di bulan Ramadan mereka sepakat untuk ditutup,” ujarnya.
Bagaimana kalau masih ada yang buka diam-diam? “Kami berharap jangan terjadi. Artinya, kalau sudah diimbau untuk tutup ya tutup. Itu sudah menjadi tugasnya aparat untuk menertibkan,” tegas Zainuddin Dalilla yang ditemui wartawan koran ini di kediamannya di Kelurahan Sebengkok.
Dia juga menerangkan, imbauan tersebut bertujuan membentuk saling menghargai bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. “Kami harapkan dapat dilaksanakan oleh para pengelola tempat hiburan malam dan sejenisnya,” tandasnya.
Zainuddin Dalila menambahkan, dalam menyambut bulan Ramadan nanti, Majelis Ulama Indonesia Kota Tarakan mengharapkan jangan terlalu berlebihan seperti anak-anak menyalakan ledupan yang dapat menganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
“Gembira untuk menyambut bulan suci itu bukan dengan perbuatan hura-hura tapi melakukan dengan persiapan untuk menunjang suksesnya bulan Ramadan,” saran Zainuddin Dalilla.
Tak hanya itu, Majelis Ulama Indonesia Kota Tarakan juga meminta kepada orang tua dan anak remaja untuk tidak melakukan kebiasaan buruknya di bulan tersebut seperti di subuh hari atau pada saat sahur untuk melakukan kebut-kebutan di jalan.(sur)
Sumber : radartarakan.co.id (15 Juli 2011)
Minggu, 03 April 2011
Salat Jumat Pertama Hanya 4 Shaf
TARAKAN – Untuk kali pertamanya, Masjid Raya Tarakan digunakan sebagai tempat salat Jumat kemarin (1/4), meski hanya terisi 4 shaf saja, pelaksanaan salat berjamaah yang dihadiri Wali Kota Tarakan H Udin Hianggio, mantan wali kota Jusuf S.K., mantan wawali Joesoef Abdullah dan sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Tarakan, termasuk Sekretaris Kota H Badrun, berlangsung khitmad.
Petugas yang dipercaya menjadi imam pertama salat Jumat kemarin adalah H Abdul Latif Selayung. Pengumandang adzan dipercayakan kepada Rusli, dan khatib Ketua Umum MUI Tarakan KH Zainuddin Dalila. Diberi kesempatan menjadi khatib pertama, khutbah Zainuddin menekankan pentingnya meramaikan masjid dan mengajak warga menjadikan masjid sebagai sarana menjalin kebersamaan.
Dia juga berharap agar warga menjadikan masjid raya kebanggaan warga Tarakan ini sebagai sarana pemersatu.
“Salat Jumat ini akan terus dilakukan, bahkan kita sudah susun imam-imam yang bertugas,” ujar Zainuddin usai salat Jumat. “Kebetulan saya juga dipercaya menjadi imam besar yang tugasnya mengatur imam dan khatib, sehingga kita berharap bisa terus berlanjut dan diramaikan oleh warga Tarakan,” harapnya.
Ditemui wartawan, Wali Kota Tarakan, H Udin Hianggio mengharapkan, salat Jumat pertama ini menjadi lambang kedamaian bagi warga Tarakan. “Karena agama mengajarkan kita untuk mengamalkan kebersamaan itu diantara sesama,” kata wali kota. “Tidak ada permusuhan di antara kita. Sebab semua sarana ibadah, tidak mengenal suku maupun bangsa dan dari mana dia datang, kita semua adalah sama dan masjid ini adalah milik kita semua,” tandasnya.
HALAMAN MASJID DIKERJAKAN TAHUN INI
Meski penganggaran dilakukan secara bertahap, pengerjaan halaman Masjid Raya Kota Tarakan dipastikan dimulai tahun ini.
“Kita menyadari, dengan anggaran yang terbatas tentu kita tidak bisa membangun sekaligus, tapi secara bertahap,” ujar Wali Kota Tarakan, H Udin Hianggio kepada Radar Tarakan kemarin.
“Kalau saya, tahun ini selesai, lebih bagus lagi. Tapi minimal bisa selesai tahun depan,” ujar Udin saat disinggung masa penyelesaian halaman Masjid Raya Kota Tarakan.
Soal anggaran, lanjut Udin, dirinya juga berharap agar ada bantuan anggaran pengerjaan halaman untuk masjid yang dibangun 2 tahun silam ini. Dia beralasan, dengan hanya mengandalkan APBD Tarakan, akan membuat pembangunan lebih lama lantaran anggaran yang terbatas
“Saya tidak tahu persis (besaran anggaran, Red), karena yang tahu itu di Dinas PU (DPUTR, Red) yang melaksanakannya,” pungkasnya.(nat)
Sumber : RadarTarakan (2 April 2011)
Rabu, 05 Januari 2011
Walikota Tarakan Resmikan Masjid Jami Hidayatullah
TARAKAN - Walikota Tarakan Udin Hianggio meresmikan Masjid Jami Pondok Pesantren Hidayatullah di Karungan, Minggu (2/1/2011). Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti pembangunan Masjid Jami.
Udin berharap dengan dibangunnya masjid Jami ini dapat mendukung kelancaran dan kegiatan pondok pesantren, salah satunya meningkatkan kelancaran dalam membaca alquran bagi putra- putri pondok pesantren Hidayatulah.
"Saya juga berharap di Pesantren Hidayatullah ini dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik agar nantinya dapat membawa nama Pemkot Tarakan ditingkat provinsi Kaltim. Sebab beberapa waktu lalu di ajang MTQ tingkat provinsi Kaltim kita sempat diurutan ke 12. Saya harap kedepannya peringkat di MTQ ini dapat diperbaiki," ujarnya.
Ketua Pembangunan Masjid Jami, Salman mengungkapkan, pembangunan masjid Jami yang berlantai II tersebut belum selesai 100 persen. Hingga saat ini pembangunannya baru selesai 70 persen dan masih kurang 30 persen lagi.
"Karena masih kurang 30 persen ini, kami berharap adanya bantuan lagi dari Pemkot Tarakan. Sebab saat ini Pemkot Tarakan sudah membantu sekitar 200 juta dari Rp 2 miliyar lebih dana yang kami anggarkan untuk pembangunan masjid ini," ucapnya. (*)
Sumber : tribunkaltim (2 Januari 2011)
Sabtu, 07 Agustus 2010
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H Kota Tarakan
ini yang Anda cari : Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H Kota Tarakan
- Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H / 2010 M [download] file telah terhapus oleh Ziddu
- Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1430 H / 2009 M [download] file telah terhapus oleh Ziddu
- Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H / 2008 M [download] file telah terhapus oleh Ziddu
Kantor Wilayah Departemen Agama Prov. Kaltim telah mengeluarkan Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadhan Untuk Kota Tarakan dan sekitarnya.
Catatan :
- Awal Puasa Ramadhan dan 1 Syawal, menunggu Pengumuman Resmi dari Menteri Agama RI.
- Imsak adalah saat memulai menjalankan Ibadah Puasa.
- Magrib adalah saatnya berbuka puasa.
- Untuk ketelitian cocokkan jam saudara dengan jam TVRI/RRI setiap 2 (dua) hari sekali.
- Jadwal ini menyalin dari Sumber jadwal yang disusun oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama Prov. Kaltim
- Jadwal ini dicetak dan diperbanyak oleh Bag. Humas dan Informatika Sekretariat Daerah Kota Tarakan
- Diperbolehkan memperbanyak dengan menyebutkan sumbernya.
Dalam postingan ini sekaligus saya ucapkan : Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga Amal Ibadah Kita di Terima Allah SWT. Aminn.
Borneo Klik disini untuk melanjutkan »»
Entri Populer
-
Kasus Porprov Tarakan, Kerugian Negara Rp 300 Juta SETELAH melakukan ekspos perkara dugaan markup panitia pekan olahraga provinsi (porprov) ...
-
TARAKAN - Korban kebakaran Beringin III akan segera menerima santunan dari Pemerintah Kota Tarakan. Saat ini, proses pencairan masih di Bag...
-
Ruang Tamu Khusus Bandara Juata,- Walikota Tarakan, H. Udin Hianggio bersama unsur Muspida, Rabu (30/05) menyambut kedatangan Piala Wahan...
-
TARAKAN - Sudah empat hari, beberapa warga Kota Tarakan di Gunung Lingkas, Kampung Satu Skip dan Kampung Empat mengeluhkan air PDAM yang be...
-
Islamic Center Tarakan, Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berlansung sejak tanggal 12 Mei lalu telah berakhir. Dalam acara p...
-
Ethics Matter Given Serves 35 Percent Tarakan Borneo - UNIVERSITY Borneo Tarakan (UBT) has six faculties and two diplomas. One of these, t...
-
Bugis Kajang Datang, Panglima Burung Takjub KISAH Panglima Kumbang dan Panglima Burung terus meluas. Termasuk di Nunukan. Yang tak kalah men...
-
TARAKAN - Sudah empat bulan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kota Tarakan melakukan ekspor ikan teri ke Ku...
-
Selama tahun 2009 Tarakan berhasil kumpulkan 305 medali dari kejuaraan berbagai Cabang Olahraga (Cabor). Mulai dari Junior, Senior bahkan b...
-
TARAKAN - Second Assistant Secretariat of the City of Tarakan, Sofian Raga said, so flooding is not getting worse in the town of Tarakan, t...




