Redirect to TarakanBais

Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

Lion Air dari Tarakan Tergelincir, Sepinggan Lumpuh 7 Jam

. Senin, 24 Oktober 2011

Ratusan Penerbangan Terganggu

Lion Air dari Tarakan Tergelincir, Sepinggan Lumpuh 7 JamBALIKPAPAN- Insiden masih mengakrabi dunia penerbangan negeri ini. Yang terbaru terjadi di Bandara Internasional, Sepinggan, Balikpapan, Minggu (23/1) pagi Wita. Pesawat Lion Air JT-673 dari Tarakan, ambles dan membuat ratusan jadwal penerbangan dari dan ke Sepinggan berantakan.

Roda burung besi tipe Boeing 737 ER 900 itu ambles di ujung runway, sekira 10 meter dari garis akhir. Cuaca Kota Minyak kemarin pagi memang kurang bersahabat. Hujan gerimis membuat landasan basah. Setelah rodanya terbenam di landasan, evakuasi sebanyak 198 penumpang pun dilakukan. Barang-barang mereka juga segera diturunkan.

Namun, efek paling fatal dari kejadian kemarin adalah imbas ke mana-mana. Sejak kejadian sekira pukul 07.30 hingga bandara kembali dibuka pukul 15.00 Wita, praktis lebih tujuh jam aktivitas penerbangan di Sepinggan lumpuh total.

Semua maskapai tak bisa menggunakan satu-satunya bandara internasional di Kaltim itu. Baik yang ingin berangkat maupun mendarat. Dari data yang diperoleh Kaltim Post, sebanyak 58 pesawat datang dan 60 pesawat yang sedianya berangkat, harus mengalami delay. Pesawat yang ingin berangkat itu rencananya terbang ke berbagai kota, seperti Tarakan, Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, maupun Makassar.

Selain itu, penerbangan dari Manado, Surabaya, dan Jakarta, terpaksa dialihkan ke kota lain. Khusus pesawat dari Makassar, Banjarmasin, Berau dan Tarakan diminta kembali ke bandara keberangkatan (RTB/return to base). “Dua pesawat yang RTB ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dan Bandara Sam Ratulangi, Manado. Satu divert (dialihkan) ke Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin,” kata Humas PT Angkasa Pura (AP) 1 Bandara Sepinggan, Abdullah Husein.

Ribuan penumpang juga kecewa berat. Ini karena tak ada kejelasan kapan pesawat mereka bisa berangkat. Terminal keberangkatan Lion yang baru pun dipadati oleh lautan manusia. M Salahuddin, salahseorang penumpang yang sedianya bertolak ke Makassar pukul 11.00 Wita dengan pesawat bernomor JT 679, akhirnya baru berangkat pukul 19.35 Wita. “Ada sih makanan disiapkan pihak Lion, tapi tak semuanya kebagian karena jumlah terlalu banyak. Yang jelas, penumpang hanya teriak “huuuu” bila mendengar (pengumuman) pesawat yang ditunda keberangkatannya,” ujar dia.

Insiden Lion juga berdampak ke maskapai lain. Sejumlah pendaratan pesawat Garuda dari Jakarta menuju Balikpapan pun dialihkan, seperti ke Makassar dan Banjarmasin. “Akibat pengalihan pendaratan tersebut, penerbangan Garuda dari Balikpapan menuju Jakarta juga terpaksa tidak dapat diberangkatkan, dan hal tersebut berdampak pada keterlambatan penerbangan-penerbangan Garuda selanjutnya atau lainnya," kata VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia, Pujobroto.

Sedangkan, Manajer Operasional Bandara Sepinggan Kasiadi menjelaskan, sejak dibukanya landasan pukul 15.00, penerbangan kembali normal. Hanya, ada pengurangan landasan 250 meter dari jumlah yang semestinya 2.500 meter. Ini demi menghindari insiden dengan bodi pesawat Lion Air yang masih tertahan di pengujung runway. Evakuasi pesawat berlangsung lama. “Dengan menggunakan dua unit buldozer (dari pekerjaan proyek terminal Sepinggan, Red). Alat dongkraknya belum kuat. Kami masih nunggu alat tambahan lagi,” papar Kasiadi, kemarin sore.

Pukul 23.12 Wita, pesawat akhirnya baru bisa bergerak setelah ditarik menggunakan tiga unit push back car. Sebelumnya, pesawat baru bisa terangkat setelah didongkrak menggunakan hidrolik jack khusus untuk tipe Boeing 737 ER 900. Hingga berita ini diturunkan, proses penarikan pesawat ke hanggar masih berlangsung.

Insiden di Sepinggan juga terpaksa dirasakan bandara di kota lain. Penumpang Lion Air di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya. Mereka hanya bisa mengelus dada ketika ingin mencoba alternatif mengubah penerbangan dengan maskapai lain menuju Balikpapan. Ini karena masalahnya memang bukan pada maskapai, tapi kerusakan di landasan Sepinggan.

“Kalau mau ganti ke maskapai lain juga sama saja, karena masalahnya memang di bandaranya,” kata petugas perempuan check-in di konter Lion Air Juanda. Demi meyakinkan penumpang, petugas lainnya di konter itu lantas menunjukkan foto insiden tergelincirnya pesawat yang terjadi kemarin pagi. "Ini, Mas. Aspalnya ambles," katanya, sambil menunjukkan foto yang beredar di BlackBerry Messenger (BBM).

Meski sudah memastikan sejumlah penerbangan delay, Lion Air dan maskapai lain tetap melayani check in penumpang sesuai jadwal. Calon penumpang yang sudah check in pun menumpuk di ruang tunggu, seperti di pintu 3 dan 4. Penundaan terjadi sekira delapan jam. Seperti jadwal Lion Air yang mestinya terbang pukul 14.45 WIB, baru dapat kepastian terbang pada pukul 20.00 WIB.

Sementara Lion Air dengan nomor penerbangan JT 262 jurusan Balikpapan yang harusnya terbang pada pukul 07.20 WIB, baru terdengar panggilan untuk diminta naik pesawat pukul 14.35 WIB. Di Juanda, penerbangan ke Balikpapan baru dimulai lagi pada pukul 14.00 Wita. Pada jam itu, sudah terdengar panggilan naik pesawat untuk penumpang dengan tujuan Balikpapan dan Tarakan. Dua maskapai yang pesawat mereka terbang pada waktu tersebut adalah Sriwijaya Air dan Batavia Air. Tak lama disusul panggilan dari maskapai Lion Air.

Di Tarakan sejumlah penerbangan juga mengalami penundaan. Bahkan pesawat terakhir yang terbang dari Tarakan tadi malam pada pukul 23.04 Wita. “Ya kami tetap berangkat, tapi ya gini jam 11-an malam. Mau diapakan lagi,” kata seorang penumpang jurusan Jakarta, tadi malam. Tadi malam pesawat terakhir yang masuk di bandara Juwata pada pukul 23.45 Wita.

Penundaan jadwal penerbangan ke Balikpapan juga berimbas di Berau, kemarin (23/10). Pesawat tujuan Balikpapan yang harusnya terbang pagi terpaksa berangkat sekira pukul 15.30 Wita. Sebelumnya, jadwal penerbangan menuju Balikpapan berlangsung normal. Pesawat Sriwijaya Air yang bersiap-siap terbang menuju Balikpapan sekira pukul 7.30 terpaksa harus kembali ke Kalimarau.

“Saya dapat informasi pesawat Lion Air tergelincir di Balikpapan sekitar jam setengah delapan. Yah pesawat terpaksa kembali ke apron,” kata pilot pesawat Sriwijaya Air Capt. Sugeng Hartoyo. “Padahal sudah sempat di landasan mau take off menuju Balikpapan,” tambahnya.

Penumpang Sriwijaya Air pun kembali diturunkan dan dibawa ke ruang tunggu keberangkatan Bandara Kalimarau. Hingga beberapa jam menunggu dan belum mendapat kepastian keberangkatan, satu per satu penumpang pun terpaksa keluar dari ruang tunggu.

Bahkan beberapa penumpang yang tidak betah menunggu lama di bandara terpaksa pulang ke rumahnya. Demikian pula penumpang Trigana Air dengan tujuan Balikpapan, terlihat sebagian meninggalkan bandara lantaran tidak betah menunggu lama.

“Daripada lama menunggu belum ada juga kepastiannya, bagus pulang dulu atau jalan-jalan,” kata Kamaluddin, salah seorang penumpang Trigana Air. Sekira pukul 14.00 penumpang akhirnya mendapat informasi mengenai keberangkatan. “Sekarang saya sudah di dalam pesawat mau berangkat ke Balikpapan,” ujar Liliansyah, penumpang Trigana Air lainnya saat dihubungi melalui telepon seluler sekira pukul 15.20.

(far/*/lim/adm/end)

Sumber : radartarakan.co.id (24 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 23 Oktober 2011

Pesawat Sriwijaya Tujuan Balikpapan Putar Haluan ke Tarakan

. Minggu, 23 Oktober 2011

TARAKAN – Sebanyak 92 penumpang pesawat Sriwijaya Air yang berangkat dari Tarakan menuju Balikpapan, Minggu (23/10/2011) pukul 07.10 terpaksa dipulangkan. Pesawat boeing 737 serie 300 tersebut kembali ke Bandara Juwata Tarakan menyusul ditutupnya bandara Sepinggan Balikpapan akibat insiden tergelincirnya pesawat Lion Air tadi pagi.

Akibat kejadian itu sejumlah penerbangan tujuan Balikpapan pun ditunda. Menurut Staf Sriwijaya Tarakan Ade Iwan, setelah menerima informasi dari otoritas Bandara Sepinggan Balikpapan, pilot Sriwijaya yang sudah mengudara sekitar 15 menit terpaksa memutar haluan untuk melakukan pendaratan di Bandara Juwata Tarakan.

“Sebelumnya sudah 15 menit terbang dan posisinya di sekitar daerah Berau, tapi karena informasi dari Bandara Sepinggan ditutup, maka pilot akhirnya memutuskan untuk kembali mendarat di Tarakan,” ujarnya.

92 penumpang kini masih berada ruang tunggu Bandara Juwata untuk menunggu keberangkatan. Mereka adalah penumpang tujuan Balikpapan, Palu, Makassar dan Surabaya. Menurut informasi yang diterima pihak Sriwijaya, kemungkinan penumpang baru akan diberangkatkan sekitar pukul 13.30, setelah Bandara Sepinggan Balikpapan dinyatakan siap.

Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Kompas.com

Sumber : tribunnews.com (23 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pesawat Sriwijaya Jakarta - Tarakan Dialihkan ke Banjarmasin

.

TARAKAN – Ditutupnya Bandara Sepinggan Balikpapan Minggu (23/10/2011) pagi, mengakibatkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan (delay). Salah satunya maskapai Sriwijaya Air yang berangkat dari Jakarta dengan tujuan Tarakan.

Pesawat yang mengangkut 108 penumpang tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Juwata Tarakan pukul 11.00. Namun, akibat ditutupnya bandara Sepinggan Balikpapan, pendaratan terpaksa dialihkan ke Banjarmasin.

Akibatnya, ratusan penumpang yang kini berada di Tarakan harus menunggu selama beberapa jam. Rencananya pesawat tersebut akan kembali melakukan penerbangan dari Tarakan menuju Makassar dan Jakarta.

Menurut Staf Sriwijaya Tarakan, Ade Iwan, dari informasi yang diterima pihaknya, diperkirakan pesawat tersebut baru tiba sekitar pukul 14.30. Lalu akan mengangkut penumpang sekitar pukul 15.00.

“Kemungkinan jam 14.30 baru sampai disini (Tarakan, red), karena saat ini pesawatnya mendarat di Banjarmasin. Kalau tibanya disini tepat waktu, kira-kira penumpang baru akan kita terbangkan pukul 15.00,” ujarnya.

Penulis : Syaiful Syafar
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : tribunnews.com (23 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Delay Berja-jam, Penumpang di Tarakan tak Kecewa

.

TARAKAN – Meski penerbangannya mengalami penundaan selama beberapa jam, namun sejumlah penumpang Sriwijaya Air di Bandara Juwata Tarakan mengaku tak kecewa dengan keputusan tersebut. Pasalnya, insiden penundaan murni disebabkan musibah yang terjadi di Bandara Sepinggan Balikpapan.

“Saya terima saja, nggak apa-apa lah. Karena ini kan demi keselamatan kita semua. Kalau memang Bandara Sepinggan masih belum aman, ya kenapa kita harus maksa,” ujar Dewi salah satu penumpang tujuan Surabaya.

Seperti diketahui, Bandara Sepinggan Balikpapan terpaksa ditutup selama beberapa jam, menyusul tergelincirnya peswat Lion Air dari Tarakan, Minggu (23/10/2011) pagi. Akibat kejadian itu, sejumlah penerbangan tujuan Balikpapan pun terpaksa dialihkan ke tempat lain.

Kendati demikian, manajemen Sriwijaya Air mengaku siap memberikan kompensasi kepada penumpang yang sudah menunggu selama beberapa jam. “Kita tetap berikan kompensasi kepada penumpang. Kita beri jatah makan dan minuman agar penumpang tidak jenuh,” ujar Ade Iwan Staf Sriwijaya Air Tarakan.

Penulis : Syaiful Syafar
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : tribunnews.com (23 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 06 Oktober 2011

Tim Kejar Dukungan Tertulis

. Kamis, 06 Oktober 2011

TARAKAN – Berbagai upaya dilakukan untuk memperjuangkan status Pelabuhan Malundung menjadi pelabuhan impor. Salah satunya belajar ke Dumai, Riau, untuk mencontoh apa saja yang dilakukan Pemerintah Kota Dumai sehingga dapat mewujudkan pelabuhannya menjadi pelabuhan impor produk tertentu sesuai Peraturan Menteri Perdagangan nomor 57/2010.

“Jawabannya, kita harus mendapatkan dukungan nyata dari stakeholders dan instansi vertikal serta kabupaten/kota interline. Kalau Pemkot dan masyarakat Tarakan, sudah pasti mendukung,” ucap H Said, salah satu personel tim pengembangan status pelabuhan Malundung Kota Tarakan.

Bukti dukungan tersebut, harus dinyatakan dalam bentuk tertulis oleh berbagai pihak dimaksud. Sejauh ini, kata H Said, tim sudah mengantungi bukti dukungan tertulis dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tarakan. “Kini kita mengejar bukti dukungan tertulis dari Bea Cukai dan Pelindo. Terkait keinginan ini, hari ini (kemarin) kami akan turun ke lapangan untuk memohon dukungan tertulis dari pihak dimaksud,” ujar Haji Said yang ditemui Radar Tarakan di ruang kerja Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tarakan.

Sedangkan untuk dukungan tertulis dari daerah interline, tim akan melakukan pendekatan secara perlahan dengan harapan dapat menghormati hak dan keinginan pemerintah daerah interline. “Ya, sementara ini cukuplah dukungan dari stake holders serta instansi vertikal terkait yang ada di Tarakan, kalau untuk (dukungan) daerah interline kita akan lakukan pelan-pelan. Khawatirnya, daerah interline tersebut juga ingin mengajukan hal yang sama,” tandas pria yang juga menjabat Kepala Bidang Ekonomi pada Bappeda Kota Tarakan ini.

Setelah mendapat dukungan tertulis dari pihak-pihak dimaksud, tim percepatan dalam hal ini dari kalangan akademisi (Universitas Borneo) akan menyusun feasibility study (FS) rencana pengembangan status pelabuhan Malundung. Dana yang dianggarkan untuk penyusunannya sekira Rp 272 juta dari APBD Kota Tarakan 2011. “Paparan awal FS ini, akan dilakukan pada hari Jumat ini di ruang pertemuan Pemkot Tarakan oleh tim penyusun Universitas Borneo,” jelas H Said lagi. FS sendiri ditargetkan selesai disusun sekira awal November dan penyelesaian administrasi pembayaran penyusunan dilakukan akhir Desember tahun ini. “FS ini akan menjadi dasar tim untuk memaparkan rencana pengembangan tadi di hadapan Gubernur Kaltim, sekaligus berharap dukungan moril dan tertulis dari Gubernur,” tandasnya.

Namun, sebelum itu pihaknya akan menyurati Pemprov Kaltim yang ditujukan kepada Gubernur Kaltim terkait pernyataan dukungan tersebut. “Setelah surat dilayangkan, barulah kita paparan. Mungkin, jika semuanya lancar dan dukungan gubernur sudah kita dapatkan maka kita akan upayakan mendapat dukungan pula dari DPRD Provinsi (tim berjanji akan segera menyurati DPRD Provinsi Kaltim, red.). Jadi, sekaligus,” urai H Said.

Tatkala semua langkah diatas terpenuhi dengan baik, maka diperkirakan awal Desember tahun ini, tim sudah menyampaikan seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan tersebut kepada pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Insya Allah, awal atau pertengahan 2012 Tarakan sudah masuk dalam perubahan Permendag RI No. 57, atau setidak-tidaknya tahun 2013 lah,” tukasnya.(ndy)

Sumber : radartarakan.co.id (6 Oktober 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 20 September 2011

Sempat Gagal Take Off, Bisa Terbang Lagi

. Selasa, 20 September 2011

Penumpang Sebut Keputusan Terbaik Pilot

TARAKAN - Pesawat Lion Air jenis Boeing 737-900ER dari Bandara Juwata kemarin siang dua kali mengalami gagal terbang. Pesawat dengan rute terbang Tarakan-Balikpapan-Makassar tersebut menurut informasi yang diperoleh Radar Tarakan mengalami kerusakan pada speedbrake atau komponen pengereman pada pesawat.

Menurut jadwal, seharusnya pesawat ini terbang sekitar pukul 13.00 Wita. Namun pada saat running pertama, atau saat pesawat mencoba untuk melakukan take off di runway, kecepatan pesawat tidak berlari maksimal sehingga pesawat berhenti di ujung landasan dan kembali ke apron.

“Kami sempat tanya ke pramugari untuk minta diturunkan dulu untuk dilakukan pengecekan pesawat tapi katanya tidak apa-apa dan sudah ada teknisi pesawat yang melakukan perbaikan,” kata Nurul, salah satu penumpang pesawat.

Saat gagal running pertama, pesawat pun sempat “mendekam” di apron beberapa saat. “Penumpang hanya diminta tenang dan diinformasikan bahwa gangguan mesin pada pesawat sudah dilakukan perbaikan,” kata Nurul lagi.

Beberapa saat kemudian, pesawat kembali mencoba untuk melakukan take off. Namun sayang, pada saat running kedua pesawat gagal terbang dan kembali terhenti di ujung landasan. Pilot dan otoritas bandara pun memutuskan untuk melakukan perbaikan lagi. Sementara seluruh penumpang diturunkan untuk menunggu di terminal penumpang.

“Ini keputusan yang terbaik yang dilakukan pilot. Sebenarnya saya mau menyalami pilot untuk mengucapkan terima kasih karena ini adalah prosedur yang terbaik demi keselamatan penumpang,” kata salah satu penumpang asal Malinau.



Pither Palungan, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo juga termasuk salah satu penumpang. Dia juga memaklumi kejadian ini karena semuanya di luar perkiraan.

Pelaksana Harian Kepala Bandara Juwata Tarakan, Drs Joni M Rikani M.Si membenarkan jika pesawat dengan nomor penerbangan LNI 675/PK-LGM tersebut mengalami gangguan teknis sehingga dua kali gagal terbang. “Sebelum take off, masih posisi running diketahui ada gangguan pada speed brake sehingga kapten pilot memutuskan untuk kembali ke apron,” kata Joni M. Rikani kepada Radar Tarakan.

Awalnya, pesawat ini mengangkut 186 penumpang. Namun karena sempat dua kali gagal take off, penumpang banyak yang memilih tidak terbang dengan pesawat yang sama. Bahkan hampir 50 persen penumpang memilih untuk refund.

Meski sempat mengalami gangguan, pesawat yang dikemudikan pilot Yuris Patria tersebut akhirnya berhasil take off dan terbang dari Bandara Juwata sekitar pukul 16.30. “Penumpang yang akhirnya berangkat memang tidak sebanyak yang pertama karena informasinya sebagian penumpang mengalihkan penerbangan besok pagi,” jelasnya.

Sementara pihak manajemen Lior Air sendiri enggan berkomentar apa-apa kepada media. Mereka beralasan harus mendapatkan izin dari Lion Air Jakarta untuk memberikan keterangan kepada media.(ddq/ris)

Sumber : radartarakan (20 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 15 September 2011

Dishub Tarakan Kaji Ulang Rute Trayek Angkutan Umum

. Kamis, 15 September 2011

Lewat Survey School dan Interview

TARAKAN – Untuk menata trayek angkutan umum agar berjalan rapi dan teratur dalam wilayah Tarakan, Dinas Perhubungan melakukan program Survey School dan Interview.

Dalam program tersebut, Dinas Perhubungan saat ini dalam proses tahap pendataan kebutuhan angkutan umum untuk dipakai perjalanan oleh masyarakat, baik untuk perjalanan ke sekolah, ke pasar atau berbelanja, rekreasi, perjalanan kerja, dan sebagainya.

Hasil dari pendataan tersebut nantinya akan dipakai untuk merevisi penentuan zona, kebutuhan angkutan umum termasuk penyesuaian rute jaringan.

Untuk penentuan zona sendiri, instansi yang dipimpin Budi Prayitno tersebut akan memetakan dan mengetahui daerah mana saja yang selama ini tergolong sebagai daerah perumahan, daerah sentra bisnis, zona sekolah, dan zona-zona tertentu lainnya yang memudahkan trayek mengetahui alur perjalanan kota.

“Sedangkan penyesuaian jaringan trayek adalah untuk mengetahui apakah trayek pada zona tertentu sesuai dengan kebutuhan,” kata Kepala Bidang Perhubungan Darat Junaidi kepada Radar Tarakan kemarin (14/9).

Lebih lanjut pejabat Dinas Perhubungan Tarakan itu menjelaskan, jika zona-zona tersebut telah diperbaiki dan ditentukan rute jaringannya, diharapkan pengemudi angkutan umum dapat meningkatkan penghasilan dalam menyediakan jasa angkutan. Sebab, jika zona telah tertata dan rute telah dibuat penumpang atau masyarakat pengguna jasa angkutan umum dapat terlayani dengan baik.

“Intinya kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Pengemudi juga dapat penumpang dan setoran yang diperoleh lebih baik dari biasa,” harap Junaidi.

Pada tahap awal ini, Dinas Perhubungan telah melakukan survei ke beberapa sekolah, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Sebab, anak sekolah merupakan pengguna terbanyak angkutan umum dan media yang digunakan untuk survei adalah menggunakan blangko.

“Kami survei secara bertahap dulu karena banyak sekali yang akan dijadikan objek survei nantinya,” ungkapnya.

Setelah selesai ke sekolah-sekolah, target survei selanjutnya adalah ke angkutan umum untuk penentuan faktor muat. Survei ke setiap angkutan umum ini sifatnya adalah dinamis, sedangkan survei ke daerah-daerah tertentu seperti jalan-jalan yang dilalui angkutan umum dan diperkirakan sebagai tempat menarik penumoang angkutan umum sifatnya statis. Untuk survei stastis sendiri sudah dilakukan di beberapa tempat sebagai tahap awal.

Untuk diketahui, saat ini trayek angkutan umum yang beroperasi di Tarakan sebanyak 816 unit untuk angkutan kota, sedangkan angkutan taksi Bandara Juwata sebanyak 33 unit. Ke depannya jumlah tersebut akan direvisi setelah hasil survei yang dilakukan Dinas Perhubungan selesai. (jnu)

Sumber : radartarakan (15 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 08 September 2011

Perpanjangan Dermaga Tengkayu I Tarakan Dilanjutkan

. Kamis, 08 September 2011

Dari 200 Titik, Baru Terpasang di 4 Titik

TARAKAN – Sempat terhenti terkait perayaan Idulfitri, proyek perpanjangan dermaga Pelabuhan Tengkayu I kembali dilanjutkan. Pemerintah kota merencanakan memperpanjang dermaga 80 meter keluar laut, lebar 6 meter dan dengan luas dermaga tambat 18 meter x 90 meter yang menggunakan anggaran multiyears atau tahun jamak. Pada tahun ini, proyek perpanjangan dermaga telah dianggarkan lebih Rp 8 miliar.

Ditemui di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kemarin (7/9), staf Bidang Bina Marga yang menangani proyek tersebut, Johan mengatakan, pekerjaan telah dilakukan sejak Maret lalu dan saat ini prosesnya telah sampai pada pemancangan tiang. Rencananya, tiang pancang ini ditanam di 200 titik yang saat ini baru 4 titik yang dikerjakan.

“Baru dikerjakan lagi pemancangannya setelah terhenti sebentar karena arus balik yang sangat ramai di Pelabuhan Tengkayu I. Saat ini kembali dikerjakan,” ujar Johan yang juga Pejabat Pembuat Komitmen pada proyek ini.

Material tiang pancang yang digunakan pada pembangunan jembatan ini lanjut Johan menyampaikan, dipesan dari perusahaan Wika di Surabaya. Proses distribusinya menggunakan kapal ponton dari Pelabuhan Merak yang langsung dikirim secara bertahap ke Tengkayu I. Tidak ada kendala dalam pengerjaan proyek ini, hanya proses pengirimannya tiang pancang dengan menggunakan kapal ponton yang sedikit terkendala dengan pasang surut air laut di Pelabuhan Tengkayu I.

“Saat akan bersandar, terkadang terkendala dengan kondisi air surut sehingga menghalangi ponton menurunkan muatan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Operasional CV Camfilo selalu pengelola Pelabuhan Tengkayu I, Daniel mengatakan, kondisi dermaga Tengkayu I ini memang sudah mengalami kedangkalan. Kondisi ini terlihat saat air laut mulai surut. Pangkal hingga ujung dermaga ini terlihat sangat dangkal hingga speedboat yang bersandar di pelabuhan sulit merapat. Dalam kondisi air surut, speedboat terpaksa harus mengantre karena tidak bisa berposisi berjejer dalam menurunkan penumpang. Kondisi sama juga terjadi jika saat beberapa speedboat dengan tujuan berbeda akan berangkat dalam waktu bersamaan, maka speedboat harus mengantre terlebih dahulu untuk mengambil penumpang.

Kondisi ujung Pelabuhan Tengkayu I yang dangkal sudah terjadi sejak belakangan tahun ini. Karena itu, untuk memberikan pelayanan terbaik agar pengusaha speedboat dapat menjalankan aktivitas dengan mudah dan lancar, menambah jembatan pelabuhan ini dirasa sangat penting. Apalagi, dalam kondisi surut speedboat kecil juga tidak dapat beroperasi karena air laut tidak sampai di tempat lahan sandar naik turun penumpang yang posisinya lebih kedalam beberapa meter dari ujung dermaga.

“Saat ini, panjang jembatan pelabuhan Tengkayu I ini dari pangkal hingga ujung sekitar kurang lebih 300 meter,” kata Daniel.

Karena pengerjaan sedang berlangsung, ujung dermaga Tengkayu I ini sementara ditutup menggunakan pagar kayu. Hal ini agar tidak mengganggu aktivitas kontraktor dalam mengerjakan jembatan. Dengan ditutupnya ujung dermaga tersebut, otomatis menghalangi kegiatan muat turun barang di ujung jembatan yang selama ini selalu ramai, sehingga beberapa kapal tidak lagi melakukan bongkat muat barang di ujung jembatan.

“Sementara terhenti muat turun barang di ujung jembatan, hanya di samping-samping dermaga saja yang bisa, sehingga saat ini banyak kapal pindah ke pelabuhan perikanan (Pelabuhan Tengkayu II) untuk bongkar turun barang,” timpal Daniel.

Daniel juga menyarankan agar setelah jembatan selesai diperpanjang hingga 80 meter, ujung jembatan diberi lampu mercusuar sebagai tanda agar tidak terjadi keelakaan saat malam hari.

“Untuk menghindari kecelakaan pada malam hari, baiknya diberi lampu sebagai tanda karena sangat rawan sekali apalagi posisinya yang semakin jauh keluar laut,” saran Daniel.(jnu)

Sumber : radartarakan (8 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tahun Depan Dilengkapi Peralatan Bongkar Muat

.

TARAKAN – General Manager PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Tarakan, Idham mengatakan, fasilitas dan keamanan di Pelabuhan Malundung akan terus ditingkatkan.

Idham menyebutkan, untuk fasilitas umum, saat ini panjang pelabuhan sudah mencapai 380 meter yang dulunya hanya 250 meter. Selain itu di antaranya juga didukung terminal penumpang yang dibangun tahun 1993 dengan volume 1.268 meter persegi, gudang, lapangan penumpukan, pos jaga, dan tempat parkir dibuat tahun 1993 dengan volume 2.100 meter persegi.

“Pelabuhan Malundung sekarang juga sudah dilengkapi fasilitas keamanan untuk monitoring keamanan, kelancaran arus barang dan penumpang seperti X-Ray, walktrough metal detector, handheld explosive detector, handheld metal detector, CCTV dan ruang monitor CCTV yang ada di terminal penumpang, ruang kerja Adpel dan ruang kerja General Manager Pelindo,” kata Idham.

Jadi saat ini pelabuhan sudah dilengkapi pemantauan melalui CCTV sebanyak 10 titik yang sudah beroperasi. “Paling lambat awal Oktober akan kami tambah 11 titik CCTV lagi,” ujarnya.

Ke depannya, pelabuhan ini menurut Idham juga akan diupayakan menjadi terminal peti kemas dengan dilengkapi peralatan bongkar muat. Fasilitas tersebut antara lain Container Crand (CC) sebanyak satu unit, relestacker 2 unit, head truck 4 unit, dan peralatan lainnya.

“Sejumlah peralatan ini saat ini dalam masa pengadaan dan pada tahun 2012 semoga sudah terealisasi,” kata Idham.

Pertumbuhan traffic arus peti kemas dalam kurun waktu 5 tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 5-7 persen. Seandainya perlengkapan bongkar muat sudah dapat terealisasi pada tahun 2012, maka aktifitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Malundung dipastikan mengalami peningkatan dari 10 box perjam menjadi 15-20 box setiap jamnya. Jika ini terealisasi, maka dapat mengurangi waktu tambat kapal di pelabuhan yang biasanya 2-3 etmal (hari) setiap bongkar muat peti kemas akan mampu dipercepat menjadi 1 hari saja.

Saat ini, Pelabuhan Malundung juga sudah menjadi kawasan pabean, yakni kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penetapan Pelabuhan Malundung menjadi kawasan pabean ini sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor : KEP-167/WBC.14/2011 tentang Penetapan sebagai Kawasan Pabean Atas Nama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Tarakan tanggal 1 Juni 2011.

“Pelabuhan ini kira-kira awal Oktober diperkirakan sudah dapat sertifikat untuk ISPS-Code, yakni kapal-kapal yang berbendera asing sudah mendapat jaminan terhadap keamanan fasilitas pelabuhan. Jadi kapal asing nanti sudah tidak ragu untuk sandar di Pelabuhan Malundung karena sudah menerapkan sistem comply,” imbuh Idham.

Ditambahkan Manager Teknik PT Pelindo, Farurozi, dengan Pelabuhan Malundung sebagai kawasan pabean dan akan menerapkan sistem keamanan Comply ISPS-Code, syarat sebagai pelabuhan impor barang tertentu yang menjadi program Pemerintah Kota Tarakan dalam waktu dekat juga sudah dapat terpenuhi. Apalagi kedalaman laut pada ujung dermaga tempat tambat kapal cukup dalam, yakni 5 sampai 13 meter dari muka air terendah.

“Jadi kedalaman ujung dermaga Malundung bervariasi. Semakin ke kiri atau kearah timur pada dermaga baru semakin dalam yakni sekitar 13 meter, dan dermaga bagian barat kedalamannya 5 meter,” imbuhnya.

Pada kedalaman seperti itu, menurut Fahrurozi sudah memenuhi syarat untuk sandarnya kapal, baik kapal besar maupun kapal penumpang. Untuk kapal penumpang sendiri untuk dapat sandar di pelabuhan minimal kedalamannya adalah 5 meter, demikian juga dengan kapal kontainer. Sedangkan kapal besar antara 12-13 meter. Perhitungan kedalaman ini dihitung saat kondisi air laut dalam keadaan surut. Jika pasang, maka kedalaman akan bertambah sekitar kurang lebih 3,8 meter. Tapi sebenarnya menurut ketentuan kedalamannya minimal harus 6 meter.

“Makanya tahun ini rencananya kita akan mengeruk ujung dermaga sekitar 2 meter lagi. Jadi untuk kapal besar kita handle sandar sebelah timur dengan kedalaman 13 meter dan kapal penumpang atau kapal kontainer sandarnya kita arahkan ke sebelah barat. Sedangkan 10 meter dari bibir dermaga sudah sangat dalam, tidak masalah,” kata Fahrurozi.(jnu)

Sumber : radartarakan (8 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 06 September 2011

Pelindo Nilai Penuhi Syarat

. Selasa, 06 September 2011

Area dan Fasilitas Malundung Tarakan untuk Pelabuhan Impor Tertentu

TARAKAN – Manajer Teknik PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Tarakan, Fahrurozi sangat yakin, Pelabuhan Malundung siap menjadi pelabuhan impor maupun ekspor. Kesiapan tersebut antara lain terlihat dengan telah dijadikannya pelabuhan ini menjadi kawasan pabean.

Menurut Fahrurozi, menjadi kawasan kepabeanan, maka di Pelabuhan Malundung akan diberikan wewenang untuk melakukan penimbunan barang impor dan atau ekspor di kawasan pabean. Selain untuk tujuan impor dan ekspor, barang dilarang untuk ditimbun, dimasukkan atau dikeluarkan dari kawasan pabean kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya.

Selain itu, dengan keluarnya penetapan kawasan pabean ini, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Tarakan akan berbenah untuk perubahan status menjadi KPPBC Tipe Madya Tarakan. Persiapan pembenahan internal dari KPPBC ini sendiri dimulai dari akan ditambahnya jumlah pegawai di lingkungan kantor dan perubahan tipe pelayanan yang akan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Selain di internal, pembenahan juga akan dilakukan di pelabuhan malundung khususnya kawasan pabean melalui penambahan sarana dan prasarana untuk Bea dan Cukai.

Sarana yang akan ditunjang di kawasan pabean ini antara lain pembangunan gudang untuk penimbunan barang impor dan ekspor, peningkatan fasilitas pemeriksaan barang yang datang dan akan dikirim keluar negeri.

“Untuk menjadi kawasan pabean, area pelabuhan saat ini sudah siap. Jadi tidak mutlak harus ditambah areanya, kondisional saja, manfaatkan yang ada dulu. zonasisasi atau floting area untuk dijadikan gudang dan fasilitas lainnya juga sudah kita serahkan kepada Bea Cukai layoutnya,” terang Fahrurozi kepada Radar Tarakan kemarin (5/9).

Apalagi saat ini yang menjadi target awal adalah melegalkan perdagangan impor dalam skala kecil, yakni antara pedagang wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia yang telah terbangun sejak puluhan bahkan ratusan tahun lamanya. Makanya, untuk area dan fasilitas pelabuhan menurutnya sudah memenuhi syarat, tinggal bagaimana pemerintah kota beserta instansi terkait mengurus perizinan atau surat keputusan dari Kementerian Perdagangan agar Malundung dapat segera menjadi pelabuhan Impor barang tertentu.

“Karena untuk impor ekspor harus melalui kawasan pabean dan kita sudah memenuhi itu. Tinggal izinnya,” kata Fahrurozi lagi.

Lanjut Fahrurozi menjelaskan, Pelabuhan Malundung saat ini juga sudah dilakukan assesment pengamanan pelabuhan oleh RSO Yapahindo. Sebuah lembaga konsultan yang bertugas memberikan saran terhadap kelengkapan dokumen, sarana-sarana, fasilitas, prosedur dan segala sesuatu untuk menjadi pelabuhan dengan sistem pengamanan Comply ISPS-Code (Internasional Scurity Parte Sytem-Code). Sistem pengamanan Comply ISPS-Code ini akan menunjang Malundung menjadi pelabuhan internasional agar kapal-kapal asing dapat masuk dengan mudah ke Pelabuhan Malundung.

Dengan sistem pengamanan Comply ISPS-Code kapal asing yang masuk ke Pelabuhan Malundung tidak akan diperikasa lagi, dan ini menjadi pertimbangan untuk kemudahan kapal asing yang akan keluar masuk pelabuhan karena prosesnya tidak ribet. Jika tidak memiliki sertifikasi Comply ISPS-Code, setiap kapal asing yang sandar akan diperiksa di pelabuhan, baik mengenai barang-barang dikapal, orang-orang yang bekerja dan sebagainya. Ini yang membuat perusahaan kapal selalu berfikir untuk sandar di pelabuhan yang tidak memiliki sertifikasi Comply ISPS-Code.

“Dengan sistem tersebut akan mempermudah kapal perusahaan asing sandar di pelabuhan. Jadi tidak akan diperiksa lagi karena sudah dinyatakan bersih terhadap keamanan,” terang Fahrurozi.

Ada beberapa perusahaan kapal asing seperti di negara Amerika dan negara-negara Eropa lainnya yang selalu menjadikan sistem Comply ISPS-Code ini sebagai persyaratan untuk keluar masuk di pelabuhan suatu daerah. Jika tidak ada sistem tersebut mereka tidak akan sandar. Karena itu, Comply ISPS-Code ini selalu menjadi persyaratan beberapa perusahaan kapal agar mempermudah mereka sandar. Selain itu, jika mereka sudah sandar di pelabuhan dengan sistem pengamanan Comply ISPS-Code, maka saat mereka meneruskan perjalanan dan singgah di pelabuhan lainnya dengan sistem pengamanan sama maka kapal tersebut juga tidak akan diperiksa kembali karena telah dinyatakan clean.

Sertifikasi Comply ISPS-Code ini telah dilakukan sejak Juli lalu dan diperkirakan 3 bulan kedepan segera akan dikeluarkan hasil dan penetapan Malundung menjadi pelabuhan dengan sistem pengamanan Comply ISPS-Code oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

“Yang akan mengeluarkan sertifikasi ini Dirjen Perhubungan Laut, kemungkinan dalam waktu tiga bulan ke depan. Jadi dengan pengamanan pelabuhan seperti itu, diharapkan juga perdagangan dan perekonomian di Tarakan semakin meningkat,” timpal Suryatno Seran, Manajer Keuangan PT Pelindo Tarakan.(jnu)

Sumber : radartarakan (6 September 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 17 Juli 2011

Dishub Tarakan Akan Membangun Marka Jalan Jalur Sepeda

. Minggu, 17 Juli 2011

TARAKAN - Desakan Badan Pengelolan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Tarakan agar ada jalur sepeda di Kota Tarakan, bakalan terlaksana. Pasalnya saat ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, sedang melakukan survei pembuatan marka jalan untuk jalur sepeda.

“Tentunya jalur sepeda ini didukung Pemkot Tarakan. Untuk itu kami sedang survei pembuatan marka jalan jalur sepeda. Tempatnya ya di Stadion Datu Adil dan Taman Oval,” ungkap Kepala Dishub Kota Tarakan, Budi Prayitno.

Budi mengungkapkan, dalam survei ini pihaknya akan mengukur lebar dan panjang idelnya pembuatan marka jalan jalur sepeda tersebut.

Budi mengatakan, pembuatan marka jalan untuk jalur sepeda di Stadion Datu Adil dan Taman Oval tersebut sifatnya hanya sementara. Hal ini dikarenakan pihaknya untuk jangka panjang berencana akan membangun median jalan untuk jalur sepeda di kawasan Juata.

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : tribunnews.com (17 Juli 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 12 Juni 2011

Gubernur Kaltim Dukung Status Internasional Malundung Tarakan

. Minggu, 12 Juni 2011

TARAKAN - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroeq Ishak menyatakan dukungannya atas perubahan status Pelabuhan Malundung Tarakan menjadi Pelabuhan Internasional. Namun sebelumnya ia meminta kepada DPRD dan Pemkot Tarakan untuk terus memperjuangan status pelabuhan tersebut.

“Isu yang dibawa Tarakan sebagai wilayah strategis di Utara Kaltim dan lebih dekat dengan jalur pelayaran internasional. Selain itu, Pelabuhan Malundung juga harus melengkapi segala fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk menjadi Pelabuhan Internasional sehingga pusat dapat menyetujui proposal tersebut,”ujar Awang Faroeq Ishak Gubernur Kalimantan Timur.

Aturan yang dijelaskan dalam Permendagri nomor 37 tahun 2010 dapat di ubah sesuai fungsi dan kondisi yang terjadi saat ini. Sehingga, permendagri yang baru dapat mewakili semua kepentingan masyarakat di Kota Tarakan dan sekitarnya. (YH)

Sumber : tarakan-tv (11 Juni 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 08 Juni 2011

Administrator Pelabuhan Tarakan Perketat Kelaikan Speedboat

. Rabu, 08 Juni 2011

TARAKAN - Pasca kecelakaan speedboat KM Limex Formez di Tanjung Selor, Kementerian Perhubungan Direktorat Perhubungan Laut Kantor Adminstrator Pelabuhan Tarakan akan lebih memperketat pengawasan kelaikan speedboat.

"Karena kami tidak mau kejadian kecelakaan ini terulang, kami pun akan memperketat pengawasan kelaikan speedboat. Mulai dari manifes penumpang hingga life jaket atau pelampung harus tersedia di dalam speedboat," ucap Kepala Administrator Pelabuhan Tarakan, Adang Rodiana yang ditemui Tribun, di ruang kerjanya, Rabu (8/6/2011).

Adang mengatakan, ia telah memperintahkan petugasnya untuk lebih memperhatikan dan melakukan pengawasan kelaikan speedboat. "Saya minta mereka benar-benar mengecek ke dalam speedboat, terutama memeriksa life jaket, karena di dalam speedboat diwajibkan ada life jaket," ujarnya.

Menurut Adang, sebenarnya speedboat KM Limex Formez sebelum melakukan perjalanan dari Tarakan menuju Tanjung Selor telah diperiksa kelaikannya. Saat diperiksa masih layak untuk beroperasi, karena sertifikat dan izinnya masih berlaku.

"KM Limez Fomorez ini sertifikat dan izinya berlayarnya masih berlaku dan layan untuk beroperasi. Jadi kalau pun terjadi kekecelakaan, kemungkinan karena motoris speedboat ini melawan arus. Apalagi yang saya dengar di lapangan motoris speedboat ini sandar kiri, harusnya sandar kanan saja. Nah kemungkinan saat menikung dan sandar ke kiri ada arus datang, dan akhirnya speedboat terbalik," ungkapnya.

Penulis : Junisah
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews (8 Juni 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 10 Mei 2011

Bandara Juwata Siapkan Rute Internasional Tarakan-Tawau-Keke

. Selasa, 10 Mei 2011

TARAKAN - Tahun ini Bandara Juwata Tarakan akan kembali membuka jalur penerbangan internasional. Rute penerbangan yang dipilih adalah Tarakan -Tawau- Keke (Kinabalu, Malaysia).

Menurut Kepala Bandara Juwata Tarakan, Husni Djau, untuk penerbangan ini pihaknya telah berupaya berkoordinasi dengan perhubungan udara tentang kesiapan penerbangan internasional ini.

“Kami lagi berupaya, dan nantinya penerbangan internasional ini akan menggunakan pesawat ATR 72. Kami berharap nantinya maskapai Wings Air dan Lion Air akan melayani rute penerbangan ini,” ujarnya, Senin (9/5/2011)

Diharapkan pula ada maskapai penerbangan lain dapat menambah penerbangan di jalur Kaltim bagian Utara. Pasalnya sudah dua bulan ini Trigana Air yang bisa melayani rute Kaltim bagian Utara tidak lagi beroperasi dengan alasan teknis.(*)

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews (10 Mei 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kehadiran Lion Air di Tarakan Seimbangkan Harga Tiket

.

TARAKAN - Dengan adanya penambahan penerbangan Lion Air yang memilih rute Tarakan-Jakarta mendapat respon yang baik dari manajemen Bandara Juwata Tarakan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Husni Djau mengungkapkan, dengan adanya penambahan penerbangan Lion Air ini, menambah wahana penerbangan dan memajukan perekonomian dan pariwisata di Wilayah Kaltim bagian Utara.

“Alhamdulillah akhirnya Lion Air menambah volume penerbangan. Sebab ini upaya kami untuk meminta kepada dirjen perhubungan udara agar ada penambahan, karena load factor penumpang itu bisa mencapai 95 persen, sehingga penerbangan harus ditambah. Apalagi dengan masuknya Lion Air ini berarti ada keseimbangan harga tiket,” ujarnya, Senin (9/5/2011)

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews (10 Mei 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Lion Air Tambah Penerbangan Langsung Tarakan - Jakarta

.

TARAKAN - Tidak beroperasionalnya maskapai Mandala Airlines di Bandara Juwata Tarakan, akhirnya manajemen Bandara Juwata Tarakan memutuskan untuk menambah jadwal penerbangan. Kali ini yang berminat menambah penerbangan yakni Lion Air.

Mulai 6 Mei 2011, penerbangan Lion Air menjadi tiga kali sehari dari sebelumnya sebelumnya sehari dua kali. Untuk penambahan ini Lion Air mengambil rute langsung Tarakan-Jakarta atau tanpa harus transit di Balikpapan, seperti dua flight sebelumnya.

Untuk direct Tarakan–Jakarta, Lion Air menggunakan dua pesawat jenis Boeing MD-82 yang berkapasitas 165 seats dan Boeing MD- 90 berkapasitas 168 seats. Perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan pesawat ini hanya 2,5 jam.

Sedangkan jadwal penerbanganya dari Jakarta –Tarakan, berangkat pukul 12.05 WIB tiba pukul 15.40 WITA. Tarakan-Jakarta berangkat pukul 16.20 WITA, tiba pukul 17.55 WIB. Harga tiket dipatok dari mulai Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

District Manager Lion Air Tarakan, Arie Setiarto mengungkapkan, saat pertamakali Lion Air masuk di Tarakan pernah melakukan penerbangan langsung Tarakan-Jakarta. Setelah itu vakum dan kembali lagi beroperasi. “Kami kembali melakukan Tarakan direct Jakarta ini, karena keputusan dari manajemen pusat Lion Air,” ujar Arie, Senin (9/10/2011) di Bandara Juwata Tarakan.

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews (10 Mei 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 26 April 2011

Speedboat di Tarakan Juga Sulit Dapat BBM

. Selasa, 26 April 2011

Pengaruhi Jadwal Keberangkatan, Paling Sering Tujuan Malinau

Speedboat di Tarakan Juga Sulit Dapat BBM - Ardiz Borneo
TARAKAN – Sulitnya memperoleh BBM jenis premium tak hanya dialami bagi kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU saja. Melainkan hal serupa juga terjadi di perairan laut Tarakan, khususnya bagi nakhoda kapal barang dan speedboat reguler maupun non reguler di Pelabuhan Tengkayu I.

Menara Baru Express misalnya, salah satu armada rute Tarakan-Malinau siang kemarin (25/4) terpaksa menunda keberangkatannya dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya lantaran tidak mendapatkan bahan bakar bensin atau premium di SPBB milik Pertamina yang terapung di sekitar wilayah Pasar Beringin. “Speedboat yang jam 12 tujuan Malinau tidak jadi berangkat. Tidak dapat bahan bakar, jadi terpaksa dialihkan ke speedboat lain yang berangkat jam satu,” kata Indra, salah seorang agen penjualan tiket tujuan Malinau kepada Radar Tarakan kemarin (25/4).

Menurut pantauan Radar Tarakan, dari 25 calon penumpang pada speedboat Menaru Baru, sejumlah penumpang mengakui yang awalnya direncanakan berangkat jam 12.00 wita sudah berada di pelabuhan Tengkayu I sejak 20 hingga 15 menit untuk menunggu keberangkatan berdasarkan jadwal yang tertulis di tiket. “Katanya speedboat yang jam 12 tidak dapat bensin dan ditunda ikut speedboat yang jam 1 nanti,” tutur Ari, salah seorang penumpang tujuan Malinau.

Karena permasalahan tersebut, penumpang terpaksa menunggu di dermag dan sebagiannya ada yang menunggu di ruang tunggu Pelabuhan Tengkayu I. “Kalau saya baru kali ini mengalami. Tapi menurut pengakuan teman-teman semenjak beberapa minggu ini sudah sering seperti ini, berangkatnya tidak selalu tidak tepat waktu,” ungkap salah seorang calon penumpang lainnya.

Rizal Hasan, salah satu pemilik Armada Harapan Baru Expres rute Malinau mengatakan, sekitar dua pekan ini speedboat reguler maupun non reguler dan termasuk kapal barang mengalami kesulitan mendapatkan premium di SPBB.

“Mereka tidak pernah memberikan alasan yang konkret apa permasalahannya. Yang selalu mereka (SPBB, Red.) sampaikan suplai premium dari pertamina mengalami keterlambatan tapi menurut kami itu hanya sekadar alasan,” katanya.

Ironisnya, lanjut dia, sebagian alat transportasi laut lainnya begitu mudah mendapatkannya premium di tempat penjualan BBM milik Pertamina tersebut. “Mereka bilang habis. Tapi anehnya ada yang sebagian dikasih dan ada yang tidak. Kami bisa katakan sepertinya mereka hanya mengutamakan kendaraan-kendaraan tertentu saja atau langganan mereka saja. Seharusnya dijual meratalah kepada semua kendaraan yang memerlukan khususnya speedboat ini,” lanjut Rizal saat ditemui kemarin.

Soal penumpang, ada sebagian yang tidak jalan, penumpang yang ditunda biasanya diover ke jam lain. Di SPBB tidak semuanya yang dapat, SPBB memberlakukan separo speedboat, Harapan Baru yang selalu mengalami, ada satu minggu seperti ini.

Rizal menyebutkan, dalam sehari speedboat reguler tujuan Tarakan-Malinau membutuhkan minimal 400 liter atau sebanyak 2 drum dengan menempuh perjalanan selama 3 jam. “Kalau minyak ada kita jalan, kalau tidak ada kita over yang memiliki bensin cukup. Kami punya 6 armada. Namun selama ini karena sulit dapatkan BBM terkadang tidak semuanya berangkat,” tutur Rizal. Karena itu, ia mengharapkan penjualan BBM bersubsidi harus guna meningkatkan pelayanan kepada seluruh penumpang yang hendak berpergian kepada setiap alat transportasi laut yang membutuhkan.

Sementara itu, sebagian untuk rute lainnya seperti ke Nunukan, Tanjung Selor maupun KTT juga terkadang mengalami hal serupa. “Speedboat ke Malinau ini yang sering terjadi. Kalau yang lainnya sampai hari ini masih lancar-lancar saja,” kata Agus, agen penjualan tiket tujuan Nunukan.

Menanggapi hal ini, Kesatauan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tarakan membenarkan akan kejadian tersebut yang dialami sejumlah nakhoda kapal dan speedboat di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Sutan Toni Narman, salah satu petugas KPLP di pelabuhan itu mengatakan, keluhan tersebut telah dialami sekitar dua pekan lalu hingga saat ini.

“Kapal-kapal kayu atau kapal barang yang GT30 tidak dilayani lagi di laut untuk mengisi premium. Alasan tidak tau kenapa. Jadi mereka tidak tau mau beli kemana lagi,” katanya.

Menurutnya, Pelabuhan Tengkayu I merupakan pusat perputaran lajunya ekonomi di utara Kaltim. Setidaknya hal ini tidak harus terjadi khususnya kepada kapal-kapal barang sembako dan material melalui pelabuhan ini. “Sekarang yang menjadi pertanyaannya ke siapa mereka bertanya. Ke pemerintah daerah atau pertamina?,” tanya dia. Pihaknya juga mengaku prihatin kepada sejumlah speedboat yang sulit mendapatkan premium di SPBB yang mengakibatkan penumpang harus berangkat tak sesuai jadwal.(sur)

Sumber : radartarakan (26 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 15 April 2011

Yosef Umar Hadi : Bandara & Pelabuhan Tarakan Memenuhi Standart

. Jumat, 15 April 2011

Yosef Umar Hadi : Bandara & Pelabuhan Tarakan Memenuhi Standart - Ardiz BorneoTarakan, Anggota DPR RI dari Komisi V melakukan peninjauan kelengkapan sarana Bandara Juata Tarakan dan dilanjutkan ke Pelabuhan Melundung, Kamis lalu (14/03), setelah melakukan kunjungan kerja meninjau wilayah perbatasan dari Pulau Sebatik, Kalimantan Timur.

Dalam tinjauannya, pimpinan komisi V DPR RI Yosep Umar Hady memberikan apresiasi yang luar biasa bagi pemerintah Kota Tarakan terkait ketersediaannya sarana transportasi baik itu laut maupun udara yang telah memenuhi standart pemerintah pusat.

“Semuanya sudah memenuhi standar, hanya tinggal beberapa bagian yang masih dalam tahap pembangunan,” tuturnya.

Dalam tijauannya, ke-15 anggota DPR RP komisi V melakukan beberapa dialog dengan Kepala Bandara Jauta Tarakan Husni Djau terkait masalah pembangunan terminal baru dan perluasan Apron (area parkir pesawat) serta dilanjutkan melakukan dialog dengan Kepala Pelindo, Idham, terkait masalah pembanguanan jembatan untuk pengangkutan kontainer.

TT – DD, Diskominfo Kota Tarakan

Sumber : tarakankota.go.id (16 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Wings Air Akan Terbangi Tarakan-Tawau

.

Garuda Diharapkan Segera Layani Rute ke Tarakan

Wings Air Akan Terbangi Tarakan-Tawau - Ardiz BorneoTARAKAN - Garuda Indonesia masih membutuhkan waktu beberapa bulan lagi untuk memastikan terbang ke Tarakan. Sampai kemarin manajemen Garuda Indonesia sendiri belum dapat memutuskan apakah mereka akan melayani rute dari dan ke Tarakan.

“Sampai saat ini kami belum dapat info. Memang tim kami sudah melakukan survei di Tarakan, namun saya belum dapat laporannya dari manajeman pusat,” kata General Manager Garuda Balikpapan, Setya Budhi.

Dikatakan Setya Budhi, untuk saat ini memang Garuda Indonesia sedang membuka beberapa rute penerbangan baru untuk tujuan wilayah Kalimantan Timur. Namun yang sudah pasti adalah tujuan penerbangan Ujung Pandang (Makassar) dan Jogjakarta. “Tarakan memang sudah masuk progress kita, kepastiannya tinggal menunggu manajemen pusat,” tandasnya saat dihubungi via handphone, kemarin.

Survei yang telah dilakukan pihak Garuda Indonesia di Bandara Internasional Juwata Tarakan adalah mencari visibility airport untuk take off dan boarding pesawat.

Sementara itu, Kepala Bandara Internasional Kelas I Khusus Juwata Tarakan H.Husni Djau SE.MM mengatakan, sesuai informasi dari pihak Garuda, saat ini Garuda memang belum dapat memenuhi permintaan bandara dan pemerintah kota untuk membuka jalur penerbangan internasional dari Tarakan. Itu dikarenakan, saat ini Garuda belum memiliki pesawat yang kecil untuk rute Tarakan ke Tawau-KK (Sabah, Malaysia).

Sementara maskapai penerbangan Wings Air, justru memberi sinyal positif untuk melayani jalur penerbangan internasional dari Tarakan ke Tawau. “Karena mereka (Wings Air) memiliki 11 pesawat tipe ATR 72 seri 500. Itu yang akan dipakai untuk jalur domestik ke Tarakan dan Tarakan-Tawau,” ungkap Husni Djau, di sela-sela menerima kunjungan Komisi V DPR RI, di VIP Bandara Juwata, kemarin.

ATR 72 adalah pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop yang dibangun perusahaan pesawat Perancis-Italia ATR. Pesawat ini memiliki kapasitas hingga 78 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua penerbang.

Namun demikian, sambungnya, pihak Bandara akan terus berupaya agar pesawat Garuda Indonesia tetap masuk ke Tarakan untuk melayani penerbangan domestik menggantikan Mandala Airlines yang berhenti terbang secara nasional.

“Mudah-mudahan dengan satu flight (Garuda Indonesia) bisa mengcover kebutuhan penumpang karena sekarang load faktor kita 85 persen rata-rata perhari dan terjadi peningkatan harga tiket. Dengan masuknya Garuda kita upayakan untuk menekan harga normal bukan seperti harga yang sekarang,” jelasnya.

Soal peralatan dan ground check, kepala Bandara memastikan tidak ada masalah. “Kami sudah antisipasi, dan kami sangat yakin dalam waktu dekat Garuda sudah bisa masuk,” ujarnya.

Seperti yang direncanakan, pesawat Garuda Indonesia yang akan masuk ke Tarakan adalah jenis Boeing 737 seri 800, satu tingkat dibawah Lion Air seri 900-ER. “Bola sekarang ada di manajemen Garuda. Dari Direktorat Angkutan Udara sama sekali tidak ada masalah. Kami siap memberikan pelayanan,” pungkas Husni Djau. (ddq/ss)

Sumber : kaltimpost (14 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 14 April 2011

Bandara Juwata Tarakan Perluas Apron

. Kamis, 14 April 2011

Nama Bandara Juwata Tarakan Tidak Akan Diganti - Kaltim BorneoTARAKAN – Bandara Udara Kelas 1 Juwata Tarakan saat ini masih terus melakukan proses perluasan pembangunan apron (tempat parkir pesawat) dari luas 40.037 m2 menjadi 73.090 m2. Dengan adanya perluasan apron setidaknya dapat memuat sekitar 13 jenis pesawat medium. Diantaranya, dari Boeing 737-200, Boeing 737-300, Air Bus 319, Airbus 320, Boeing 737-900 ER, maupun B 773 – 800 NG.

Menurut Kepala Bandara Juwata Tarakan, Husni Djau, Rabu (13/4/2011), perluasan pengembangan apron ini mengunakan dana dari APBD Provinsi Kaltim. Namun saat ini perluasan apron sedikit mendapatkan kendala, karena terbentur dengan anggaran.

“Karena mendapatkan sedikit masalah ini, akhirnya pembangunan perluasan apron saat ini mandek. Untuk itu kami mengharapkan Provinsi Kaltim untuk dapat memperhatikan bandara ini,” katanya, Rabu (13/4/2011).

Husni mengatakan, perluasan apron sangat penting, mengingat bandara Juwata Tarakan juga lagi dalam perluasan runway (landasan pacu) menjadi 2500 meter dan pembangunan terminal baru yang dibantu dengan dana APBN.
“Kami menargetkan perluasan runway dan pembangunan terminal baru ini dapat selesai tahun 2014. Kami juga berharap perluasan apron juga bisa selesai sesuai dengan target yang telah kita tentukan,” ucapnya.


Rp 55 Miliar Untuk Perluasan Apron Bandara Juwata Tarakan

TARAKAN - Untuk perluasan apron (tempat parkir pesawat) Bandara Juwata Tarakan, Provinsi Kaltim menganggarkan dana sebesar Rp 55 miliar. Hal ini diungkapkan Kabid Penerbangan Udara Dinas Perhubungan Kaltim, Tunas Pratomo.

Tunas mengatakan, untuk perluasan apron pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp 55 miliar yang dananya akan dikucurkan secara bertahap. “Dari 55 miliar ini yang telah teralisasi sebesar Rp 8 miliar, dan untuk tahap I di tahun ini akan dianggarkan sebesar Rp 33 miliar, dan sisanya untuk tahap kedua. Diharapkan ini perluasan apron dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan,” katanya, Rabu (13/4/2011) di ruang VIP Room Bandara Juwata Tarakan.

Dalam perluasan apron ini Bandara Juwata Tarakan ini kata Tunas, menggunakan konstruksi sarang laba-laba. Hal ini dilakukan karena kondisi tanah di lokasi yang terlalu lunak dan berpasir.

Penulis : Junisah
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews (13 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Entri Populer

Label

Agama (23) Anggaran (2) Barongsai (1) BAZ (2) BBM (17) Bencana Alam (1) Budaya (5) CPNS (2) Cuaca (2) Ekonomi (25) English (3) Expo (1) Fasilitas (28) Galeri Foto (21) Gas (4) Hiburan (9) HUT Tarakan (2) Iklim (1) Kampus (1) Kasus (4) Kebersihan (5) Kecelakaan (4) Kehutanan (3) Kejaksaan (1) Kelurahan (4) Kependudukan (1) Kesehatan (23) Keuangan (1) KNPI (2) Komunitas (4) Koperasi (12) Korupsi (2) Kriminal (26) KTP (9) Lingkungan Hidup (7) Lowongan Kerja (5) Migas (2) Narkoba (2) Olahraga (32) Pariwisata (22) Parlemen (16) PDAM (5) Pejabat (1) Pelayanan (3) Pemerintah (35) Pendidikan (80) Peraturan (8) Perbankan (3) Perikanan (1) Peristiwa (27) Perizinan (1) Pertambangan dan Energi (2) Pertanahan (1) Pertanian (8) Perumahan (9) Peternakan (2) PLN (6) PNS (11) Polisi (2) Politik (7) Polres (11) Prestasi (38) Proyek (8) Sembako (1) Serba Serbi (8) Sosial (8) Tarakan (334) Teknologi Informasi (14) Telpon (1) Tenaga Kerja (2) TNI-AD (1) TNI-AU (4) Transportasi (35) Walikota (24) Warga (2)
 

Link Banner

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com