Redirect to TarakanBais

Tampilkan postingan dengan label TNI-AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI-AU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Masyarakat Tarakan Diberikan Kesempatan Naik Hercules

. Kamis, 19 Mei 2011

Masyarakat Tarakan Diberikan Kesempatan Naik Hercules - Ardiz Tarakan Borneo
TARAKAN - Kehadiran empat pesawat Sukhoi di Lanud Juwata Tarakan dimanfaatkan TNI AU Tarakan mengadakan Static Show (Pameran Pesawat). Static show dibuka untuk masyarakat umum selama dua hari, Kamis (19/5/2011) dan Jumat (20/5/2011) di Bandara Juwata Tarakan

"Untuk masyarakat silahan datang. Di sini masyarakat bisa melihat dari dekat pesawat Sukhoi, Hercules dan helikpter Puma yang kita pamerkan. Bahkan juga bisa foto bareng dengan kru-kru TNI AU," ucap Danlanud Tarakan, Letkol Navigasi Budi Handoyo, Rabu (18/5/2011) di Bandara Juwata Tarakan.

Budi mengatakan, selain dapat melihat secara dekat dan foto bareng, masyarakat juga diberikan kesempatan terbang keliling Kota Tarakan (joy flight) menggunakan pesawat Hercules.

"Jadi yang ingin datang, kumpul saja di terminal kargo Bandara Juwata Tarakan. Nantinya petugas TNI AU yang akan memberikan arahan untuk menuju tempat pameran pesawat dan terbang dengan menggunakan pesawat Hercules," katanya. (*)

Penulis : Junisah
Editor : Sumarsono

Sumber : kaltim.tribunnews (18 Mei 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 10 Mei 2011

Lanud Tarakan Gelar Pengobatan Gratis

. Selasa, 10 Mei 2011

TARAKAN - Pangkalan Udara (Lanud) Tarakan menggelar pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat Tarakan. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 4 -5 Mei 2011 di Lanud Tarakan.

Animo masyarakat yang mengikuti pengobatan gratis luar biasa. Selama dua hari ada sekitar 350 masyarakat yang mengikuti pengobatan. Aksi pengobatan ditangani dokter-dokter spesialis dari tim medis Dinas Kesehatan TNI AU.

Ada 15 dokter spesialis yang diterjunkan dalam pengobatan gratis ini, diantaranya dokter spesialis THT, kandungan, penyakit dalam, syaraf, gigi, mata dan mulut. Masyarakat yang mengikuti pengobatan ini tidak hanya mendapat pemeriksaan dari dokter spesialis, namun juga diberikan obat gratis.

Danlanud Tarakan Letkol Budi Handoyo mengungkapkan, pemeriksaan dan pengobatan gratis ini adalah flying spesialis, program dari TNI AU sebagai bentuk kepedulian TNI AU terhadap masyarakat yang di daerah memiliki jumlah dokter spesialis yang masih minim.

"Kami lihat Tarakan ini dokter spesialisnya masih terbatas. Untuk itulah kami menghubungi mabes TNI AU, agar di Lanud Tarakan digelar kegiatan ini. Ternyata kegiatan ini direspon baik, dan akhirnya dikirimkanlah 15 dokter spesialis untuk mengobati masyarakat di sini," katanya. (*)

Penulis : Junisah
Editor : Sumarsono

Sumber : kaltim.tribunnews (5 Mei 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 10 April 2011

TNI AU Segera Bangun Apron di Lanud Tarakan

. Minggu, 10 April 2011

TNI AU Segera Bangun Apron di Lanud Tarakan - Ardiz BorneoTARAKAN - Direncanakan Mei 2011 akan dibangun apron (tempat parkir) pesawat tempur di lahan seluas tiga hektare di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Tarakan.

Apron ini nantinya akan dapat menampung minimal 12 pesawat tempur dengan berbagai jenis. Diantaranya jenis hawk, F-16, dan sukhoi. Ditargetkan pembangunan apron akan selesai tahun 2012. "Saat ini sedang melakukan berbagai persiapan untuk pembangunan apron. Kami harap tahun 2012 apron telah selesai, sehingga pesawat tempur kita sudah bisa standby di Lanud Tarakan," ungkap Danlanud Tarakan, Letkol Nav Budi Handoyo, di Lanud Tarakan, Minggu (10/4/2011).

Budi mengungkapkan, keberadan pesawat tempur di Lanud Tarakan sangat dibutuhkan, karena Tarakan merupakan daerah yang sangat strategis di bagian utara Kaltim dan berdekatan dengan daerah perbatasan. "Apabila sewaktu-waktu ada bahaya yang datang dari luar, kami bisa langsung mengoperasionalkan pesawat tempur yang ada di sini. Tentunya ini sangat memudahkan dalam melakukan pengamanan udara," tandasnya.(*)

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews (10 April 2011)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 14 November 2010

Budi Handoyo Kini Danlanud Tarakan

. Minggu, 14 November 2010

Tuntaskan Pembangunan Makolanud

Budi Handoyo Kini Danlanud Tarakan Tuntaskan Pembangunan Makolanud - BorneoTARAKAN - Tongkat komando kepemimpinan di Pangkalan Udara (Lanud) Tarakan resmi berpindah dari Letkol Penerbang Erwan Andrian kepada Letkol Navigasi Budi Handoyo, Jumat (12/11) di Makolanud Tarakan.

Pangkoopsau II Marsma TNI R. Agus Munandar usai acara sertijab mengatakan, penekanan seorang komandan baru tidak harus merubah total apa yang selama ini sudah berjalan di Lanud Tarakan.

“Biasanya pejabat baru kalau menjadi komandan harus merubah total kebijakan yang lama. Itu tidak benar,” tandasnya.

Menurutnya, tugas pejabat baru justru meneruskan apa yang telah dilakukan pejabat lama. Sebab jika tidak diteruskan, maka program yang sudah  dirancang tersebut tidak akan sinergi lagi.

“Mengingat Pangkalan Udara Tarakan ini masih baru, saya minta kepada danlanud yang baru tetap diprioritaskan pembangunannya sehingga dua atau tiga tahun kemudian bisa settled (beres),” harapnya.

Meski demikian, Agus tidak memberi batasan kepada danlanud yang baru untuk berkreativitas, terutama dalam membangun Lanud Tarakan. Jika diseriusi, lanjut Agus, pembangunan di Lanud Tarakan ini dalam satu dua tahun ke depan bisa dipastikan rampung. “Tanahnya saja belum rata. Jalan tembusnya juga belum selesai,” cetusnya.

Untuk diketahui, saat ini pembangunan jalan tembus dari Jl. Mulawarman menuju Makolanud baru rampung sekitar 80 persen. Itu terkendala lantaran di bawah jalan yang sedang dikerjakan tersebut terdapat kandungan batu bara.

“Pembangunannya tahun ini kita harapkan selesai,” harap jenderal berbintang dua di pundaknya ini.

Dijelaskannya, Lanud Tarakan yang berada di wilayah perbatasan jangkauannya tentu adalah sebagai antisipasi terhadap ancaman yang ada.

“Kami tidak memaksakan kepada seluruh pangkalan untuk menjadi pangkalan induk. Namun sebagai sebuah pangkalan, kapanpun pangkalan ini dibutuhkan harus siap untuk perang. Apalagi kalau ada ancaman dari luar,” pungkasnya.

Danlanud yang lama Letkol Penerbang Erwan Andrian mengatakan yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi penggantinya adalah melakukan komunikasi dan pendekatan dengan wilayah tetangga seperti Pemkab Berau, Malinau, Bulungan, KTT, dan Nunukan.

“Itu yang belum sempat saya lakukan dan akan saya turunkan kepada pejabat yang baru,” ujarnya.

Selama di Tarakan, Erwan yang terkesan dekat dengan anak buahnya ini mempunyai pengalaman yang cukup berkesan pada saat terjadinya peristiwa kelabu di Tarakan beberapa waktu lalu.

“Terus terang dari permasalahan yang kecil saja dampaknya sungguh besar sekali. Bahkan kami juga merasakan. Saya berpesan, marilah kita ciptakan situasi kondusif yang damai. Jika ini terjadi maka semuanya enak,” kata Erwan yang sempat menampung pengungsi selama beberapa hari di markasnya.

Setelah dari Tarakan, Erwan akan bertugas sebagai dosen penuntun di Sekolah Kesatuan Komando Angkatan Udara di Halim Perdana Kusuma Jakarta. Untuk diketahui, Erwan Andrian bertugas sebagai Danlanud di Tarakan selama 1,2 tahun.

Danlanud Tarakan yang baru Letkol Navigasi Budi Handoyo mengaku akan meneruskan hal-hal yang baik dari komandan lama, terutama di bidang pembangunan insfrastruktur dan pembinaan mental prajurit. Sehingga ke depannya para prajurit dapat menjalankan tugasnya sebagai prajurit TNI AU yang baik.

“Yang saya lanjutkan pertama adalah membangun infrastruktur sedemikian rupa sehingga dapat teratur rapi dan para anggota ditingkatkan kedisiplinan. Sehingga semua siap menjalankan perintah dalam suasana genting dalam menjalankan tugas,” kata Budi.

Lanud Tarakan, jelasnya, adalah sebagai pangkalan aju terdepan yang merupakan pangkalan udara yang sewaktu-waktu dihadapkan dengan perselisihan negara lain. Untuk itu, Lanud Tarakan dituntut harus siap untuk melakukan perang. “Apapun situasinya kalau mewajibkan kami untuk terbang, kami siap,” tegas pria yang menjabat Danlanud Tarakan kedua.

Terkait pembangunan makolanud, terutama fasilitas jalan masuk, menurut Budi penyelesaiannya tinggal 20 persen lagi. Itu dipengaruhi adanya faktor alam, yaitu kandungan batu bara di dalamnya. Untuk itu rencananya kandungan batu bara tersebut akan dikeruk dan akan diuruk.

“Insya Allah akhir bulan ini selesai,” pungkas Budi yang sebelumnya menjabat Komandan Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara.(ddq)

Sumber: RadarTarakan (13 November 2010) Borneo

Klik disini untuk melanjutkan »»

Entri Populer

Label

Agama (23) Anggaran (2) Barongsai (1) BAZ (2) BBM (17) Bencana Alam (1) Budaya (5) CPNS (2) Cuaca (2) Ekonomi (25) English (3) Expo (1) Fasilitas (28) Galeri Foto (21) Gas (4) Hiburan (9) HUT Tarakan (2) Iklim (1) Kampus (1) Kasus (4) Kebersihan (5) Kecelakaan (4) Kehutanan (3) Kejaksaan (1) Kelurahan (4) Kependudukan (1) Kesehatan (23) Keuangan (1) KNPI (2) Komunitas (4) Koperasi (12) Korupsi (2) Kriminal (26) KTP (9) Lingkungan Hidup (7) Lowongan Kerja (5) Migas (2) Narkoba (2) Olahraga (32) Pariwisata (22) Parlemen (16) PDAM (5) Pejabat (1) Pelayanan (3) Pemerintah (35) Pendidikan (80) Peraturan (8) Perbankan (3) Perikanan (1) Peristiwa (27) Perizinan (1) Pertambangan dan Energi (2) Pertanahan (1) Pertanian (8) Perumahan (9) Peternakan (2) PLN (6) PNS (11) Polisi (2) Politik (7) Polres (11) Prestasi (38) Proyek (8) Sembako (1) Serba Serbi (8) Sosial (8) Tarakan (334) Teknologi Informasi (14) Telpon (1) Tenaga Kerja (2) TNI-AD (1) TNI-AU (4) Transportasi (35) Walikota (24) Warga (2)
 

Link Banner

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com