Kreativitas Pemerintah Kota Tarakan dalam berbagai aspek pembangunan kembali mendapatkan apreasiasi pemerintah pusat. Kali ini Kota Tarakan mendapatkan penghargaan Swasti Shaba, penghargaan sebagai salah satu kota sehat di Indonesia. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan Dr dr Siti Fadhillah Supari, atas nama Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, kepada Walikota Tarakan dr Jusuf SK di ruang pertemuan Dr Leimena, Departemen Kesehatan, Jakarta, Selasa (13/11) malam.
Kepala Dinas Kesehatan Tarakan dr Khaerul mengatakan ada 37 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan sebagai kota sehat. Mereka dibagi dalam tiga kelas yaitu kabupaten/kota yang menerima penghargaan Wistara dimana mampu memenuhi 5-9 tatanan kesehatan yang ditentukan, penghargaan Wiwerda yang mampu memenuhi 3-4 empat tatatan dan penghargaan Padapa yang hanya mampu memenuhi 1-2 tatanan saja. "Tarakan mendapatkan penghargaan sebagai kota sehat Wiwerda bersama 12 kabupaten/kota lainnya," ujar Khaerul.
Dia mengatakan untuk bisa masuk menjadi kota sehat harus memenuhi tatanan kesehatan sesuai standar yang telah ditentukan yang meliputi diantaranya pemukiman sehat, hutan sehat, pangan dan gizi, perkantoran sehat, tertib lalu-lintas dan transportasi serta sehat mandiri. Indikator sehat mandiri yang menjadi penilaian di antaranya upaya dalam melakukan penanggulangan penyakt menular, pelaksanaan imunisasi, komitmen pemerintah dalam pembiayaan kesehatan dan penanganan warga miskin dalam bidang kesehatan dengan pemberian jaminan pengobatan secara gratis.
Khaerul mengatakan sebelum Tarakan dinyatakan sebagai kota sehat ada tim dari Depkes dan sektor terkait yang turun ke lapangan untuk melakukan penilaian. Mereka datang ke daerah Karang Anyar Pantai untuk melihat pengelolaan sampah secara swakelola salah satunya dengan pembuatan komposting, Desa Siaga di lokasi yang sama memberikan layanan kesehatan gratis kepada ibu dan anak. Selain itu mereka mendatangi Taman Oval, Markoni untuk melihat keindahan dan kebersihannya serta mendatangi beberapa rumah warga yang sebelumnya kumuh tetapi atas partisipasi bersama akhirnya menjadi bagus lewat program bedah rumah.
"Tim juga datang ke sekretariat untuk menanyakan berbagai program yang telah dilakukan pemerintah kota diantaranya program Askeskin yaitu pemberian layanan kesehatan gratis bagi warga miskin, upaya untuk mengurangi angka risiko kematian ibu dan anak dimana di Tarakan angkanya relatif lebih rendah dibandingkan angka nasional yang mencapai 240 jiwa per 1.000 kelahiran. Sementara di Tarakan dibawah angka 100 per 1.000 kelahiran," ujarnya.
Dia mengatakan keikutsertaan Tarakan merupakan yang pertama kali. Diharapkan dengan adanya penghargaan bisa ikut mendukung dan mengaplikasikan visi Depkes berupa Indonesia Sehat 2010 mendatang. Sebab sembilan tatanan yang telah ditentukan Depkes sebagai penilaian bersifat multi asfek. Dengan demikian jika 70 persen kabupaten/kota di seluruh Indonesia mampu memenuhi kriteria yang ditentukan maka program Indonesia sehat merupakan program yang bisa segera direalisasikan. (drm)
Sumber : TRIBUN KALTIM
Redirect to TarakanBais
Selasa, 13 November 2007
Tarakan Borneo Raih Penghargaan Kota Sehat
Senin, 22 Oktober 2007
Pertumbuhan Di Tarakan Borneo Spektakuler & Mungkin Tertinggi Di Indonesia
Tarakan,- Selepas melakukan konferensi pers kepada para wartawan media cetak dan elektronik diruang kerjanya (09/10),Walikota Tarakan dr. H Jusuf SK sempat berbincang kepada dua reporter dari tiga radio (red : RRI, Grass & Pas FM) yang hadir siang itu bahwa disisi lain kota Tarakan ini mempunyai khas tersendiri.
“Dapat dibayangkan 10.000 rata – rata pertumbuhan penduduk Tarakan, mungkin ini tertinggi seluruh Indonesia” ujar Jusuf.
Bahkan menurut Jusuf, Badan Pusat Statistik (BPS) Pusatpun kaget melihat pertumbuhan penduduk di Kota Tarakan yang begitu spektakuler. Dijelaskan Jusuf untuk pertumbuhan natural saja kurang lebih mencapai angka 3200 yang lahir dari penduduk Tarakan, sedangkan sisanya adalah migran dari berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, NTT, NTB dan daerah lainnya yang ada di Indonesia.
Lebih lanjut Walikota Tarakan mengatakan, dengan melihat pertumbuhun penduduk yang begitu besar dan cepat, Pemkot Tarakan harus mempersiapkan atau mengantisipasi bagaimana menata jumlah kebutuhan penduduk yang begitu besar dan cepat, sehingga memerlukan infrastruktur dan kebutuhan – kebutuhan dasar masyarakat seperti sarana pelayanan kesehatan, sarana pendidikan, begitu juga suplai air bersih dan sebagainya.
Sebelum menutup pembicaraan, Jusuf menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat yang belum terlayani dan dia berjanji akan mengupayakannya bersama jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Jusuf SK atas nama Walikota Tarakan, unsur Muspida dan seluruh jajaran Pemerintah Kota mengucapkan Selamat Idul fitri 1 Syawal 1428 H, minal aidin wal fa`idzin, mohon maaf lahir dan bathin. (DD, Humas Dan Komunikasi)
Sumber : Pertumbuhan Di Tarakan Spektakuler & Mungkin Tertinggi Di Indonesia
RSUD Tarakan Borneo Go Open Source Ke LINUX
Dalam menyukseskan program pemerintah tentang legalitas sistem operasi dan program aplikasi komputer, RSUD Tarakan telah mengadakan pelatihan bagi seluruh pegawai baik medis maupun non medis selama 1 bulan yang diselenggarakan oleh Instalasi PDE RSUD Tarakan. Pelatihan tersebut menggunakan Sistem Operasi Linux bervarian Ubuntu 7.04, beserta aplikasi perkantoranya (OpenOffice 2.2).
Dengan diadakannya pelatihan tersebut RSUD Tarakan siap ke migrasi ke open source (sistem operasi linux) beserta seluruh program aplikasinya. Selain itu Instalasi PDE RSUD Tarakan siap membantu masyarakat, terutama masyarakat kota Tarakan yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Linux. (Kukuh:RSUD Tarakan)
Sumber : RSUD Tarakan Go Open Source Ke LINUX
Kamis, 07 Juni 2007
Tarakan Borneo Raih Adipura 2007 Untuk Kategori Kota Sedang
Adipura, Milik Masyarakat
Bertepatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kemarin, Pemerintah Republik Indonesia kembali memberikan penghargaan kalpataru dan Adipura kepada sejumlah daerah, termasuk Kota Tarakan.
Seperti disampaikan Kabag Humas Pemkot Tarakan, Ruslan Arifin SE, khusus Tarakan untuk kesekian kalinya mendapat penghargaan dari Presiden RI. Pada kesempatan itu, Kota Tarakan yang diwakili Wali Kota Jusuf SK menerima penghargaan Adipura untuk kategori kota sedang.
“Penghargaan ini adalah milik masyarakat Kota Tarakan. Pemerintah kota sangat berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan partisipasi menciptakan kebersihan dan keindahan kota ini. Ini kesuksesan masyarakat, kalangan swasta dan pemerintah,” kata Ruslan Arifin atas nama Wali Kota Tarakan yang dihubungi wartawan Radar Tarakan melalui telepon selulernya, tadi malam.
Untuk Kaltim, kata dia, hanya dua kota yang mendapat penghargaan Adipura. Selain Kota Tarakan untuk kategori kota sedang, Kota Balikpapan mendapat penghargaan Adipura untuk kota besar. Selain itu, Pemkab Malinau juga menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diterima langsung Bupati Dr Drs Marthin Billa MM.
“Kutai Timur juga menerima penghargaan berupa sertifikat Adipura. Namun penyerahannya tidak di istana negara, tapi di Hotel Sahid Jakarta pada pukul 14.00 WIB, sekaligus acara makan siang bersama,” kata Ruslan.
Dengan penghargaan Adipura tersebut, tentu tugas berat ke depannya adalah mempertahankan dan meningkatkannya. Namun, ia yakin semua itu dapat tercapai atas kerja sama dan komitmen kebersamaan semua komponen yang ada di Kota Tarakan. Salah satunya, melalui kegiatan “Green and Clean” yang akan terus berlanjut.
Ditambahkan, rencananya sepulang dari Jakarta nanti Adipura akan diarak keliling kota. Namun, untuk kepastian lebihlanjut Ruslan mengaku akan berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah. Mengingat pada tanggal 8 Juni, wali kota bersama kepala daerah se-Kaltim mengikuti rapat pemegang saham BPD yang berlangsung di Kota Batam.
Seperti diberitakan sebelumnya, kesuksesan Kota Tarakan meraih piala adipura karena adanya peningkatan yang siginifikan dalam hal kebersihan dari tahun 2006 lalu ke tahun 2007. Seperti diketahui, tahun 2006 lalu Kota Tarakan yang masuk dalam kategori kota sedang, hanya berhasil menerima piagam adipura dengan kategori The Best Effort. Nah, tahun 2007 ini, Tarakan akhirnya berhasil menembus passing grade yang ditetapkan tim Adipura.
Untuk diketahui, di Kalimantan hanya ada tiga daerah yang berhasil meraih piala Adipura. Untuk kategori kota besar diraih oleh Balikpapan, untuk kota sedang diraih Kota Tarakan, sedangkan untuk kota kecil diraih oleh Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah. “Ini menjadi tantangan berat bagi kita,” kata Kepala DKPP Ibrahim Adam, waktu itu.
Menurutnya dengan kesuksesan ini, masyarakat dan pemerintah kota, harus berusa keras untuk meningkatkan kebersihan kota, sehingga predikat adipura bisa diraih setiap tahunnya.
Menurut Ibrahim, sektor yang paling berpengaruh dalam penilaian tim Adipura adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekolah, pasar dan drainase.
Disinggung soal masih seringnya banjir melanda kota ini, Ibrahim mengatakan, masalah banjir bukan menjadi bagian dari penilaian tim adipura. Namun penilaian tim terhadap drainase hanya menyangkut sedimen, dan banyak tidaknya sampah yang berserakan.
Adipura Akan Diarak Keliling Kota
Kedatangan Wali Kota Tarakan, dr H Jusuf SK, dan rombongan sepulang dari istana negara usai menerima penghargaan piala Adipura, Sabtu (9/6), akan disambut secara khusus.
Kabag Humas Pemkot Tarakan, Ruslan Arifin SE yang hingga tadi malam masih berada di Jakarta, menyampaikan, sesuai permintaan wali kota, sesampainya di Bandara Juwata nanti selanjutnya piala Adipura akan diarak keliling kota.
“Pak wali memang sudah berpesan, agar setibanya di Tarakan,
piala Adipura yang merupakan milik masyarakat Tarakan tersebut akan diarak keliling kota. Sehingga, seluruh masyarakat bisa melihat langsung piala Adipura tersebut,” kata Ruslan melalui telepon selulernya. Ruslan menyampaikan, usai menerima piala Adipura untuk kategori kota sedang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta, sejak kemarin Wali Kota Jusuf SK langsung terbang ke Batam.
Di sana, ia menghadiri pertemuan pemegang saham BPD seluruh Indonesia.
“Insya Allah, Sabtu (9/6) setelah menghadiri pertemuan di Batam, Pak Wali Kota langsung kembali ke Jakarta. Kemudian beliau langsung terbang ke Tarakan sekaligus membawa piala Adipura tersebut,” terang Ruslan yang juga adik kandung Bupati Bulungan, Budiman Arifin.
Namun, Ruslan belum bisa memastikan pesawat yang akan ditumpangi wali kota ke Tarakan nanti. Begitu pula, dengan kepastian jadwal sampainya di Bandara Juwata.
“Paling tidak, siang kita harus sudah mendarat di Tarakan, karena rencananya piala Adipura ini harus diarak keliling kota. Kalau malam tidak mungkin,” terangnya.
Rencana konvoi keliling kota dengan mengarak piala Adipura tersebut akan melalui jalur-jalur protokol di kota ini. Arak-arakan itu, masih menurut rencana juga akan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Termasuk, instansi pemerintah dan swasta, organisasi, kelompok, serta seluruh elemen masyarakat Tarakan.
Sumber : Radar Tarakan
Entri Populer
-
Ruang Imbaya Kantor Walikota Tarakan , Forum Komunikasi Keawaspadaan dan Kebangsaan Antar Masyatakat (FK KDKM) Kota Tarakan melakukan dialog...
-
Indonesia Indositehost.com Cheap Hosting ( Hosting Murah Indonesia Indositehost.com ) - Cheap Hosting is hungering for newbie bloggers who w...
-
TARAKAN - Memasuki hari lebaran sampah di kota Tarakan diprediksi akan meningkat hingga 30 persen. Peningkatan volume sampah sebenarnya s...
-
TARAKAN - In raising revenue (PAD) Tarakan City Government has entrusted the Regional Enterprise (Perusda) Tarakan municipal government to ...
-
Islamic Center Tarakan, Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berlansung sejak tanggal 12 Mei lalu telah berakhir. Dalam acara p...
-
Piala Adipura dan 9 Piala Adiwiyata TARAKAN – Hari ini (5/6), warga Kota Tarakan boleh tersenyum. Pasalnya, ada 10 penghargaan bidang l...
-
Target 3-5 Menit Tidak Tercapai TARAKAN - Penerapan e-KTP atau KTP elektronik yang proses entri data biometrik mulai dilakukan kemarin di T...
-
Ruang Tamu Khusus Bandara Juata,- Walikota Tarakan, H. Udin Hianggio bersama unsur Muspida, Rabu (30/05) menyambut kedatangan Piala Wahan...
