Dahulu Tarakan dikenal sebagai pulau minyak, tahun 1906 produksi minyak pulau Tarakan mencapai 23.000 BOPD (Barrels Of Oil Per Day). Pada waktu itu Tarakan berstatus Kecamatan dibawah Kabupaten Bulungan dengan luas wilayah 250,8 Km pesegi. Pertumbuhan Ekonomi yang baik dan posisi geografis yang strategis merubah status Kecamatan Tarakan menjadi Kota Administratif, yang setelah delapan belas tahun kemudian pada tanggal 15 Desember 1997 berubah lagi statusnya menjadi Kota Madya.
Pada tanggal 1 Maret 1999 dr.H.JUSUF SK terpilih menjadi Walikota Madya Daerah Tingkat II Kodya Tarakan. Pada saat itulah greget pembangunan mulai terasa dan hampir mencakup seluruh aspek kehidupan. Undang –Undang Nomor 22 Tahun 1999 tantang Otonomi Daerah yang berbasis pada Kabupaten Kota memberikan ruang untuk membangun kreatifitas masyarakat dan Pemerintahan Daerah, walaupun Undang-Undang tersebut baru efektif berlaku pada tanggal 1 januari 2001. Masyarakat dan Pemerintahan Daerah Kota Tarakan tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Pemerintah Kota segera mempersiapkan Visi, Misi, dengan Tiga Pilar Program Pembangunan serta BAIS (berasal dari bahasa suku Tidung yang merupakan penduduk asli Kota Tarakan; BAIS itu berarti bagus dan merupakan singkatan dari Bersih, Aman, Indah, Sehat Sejahtera).
Mengapa Pemerintah Kota berobsesi menjadi The Little Singapore ? Negara ini hanya terdiri dari beberapa gugus pulau kecil dengan penduduk hanya + 4 juta jiwa, oleh Lie Kuan Yu dirubah dari Negara yang tidak berarti menjadi Negara yang tersohor di dunia, oleh karena telah terbangun secara holistic sehingga menjadi Negara yang makmur, tenteram dan damai, padahal tidak memiliki Sumber Daya Alam apa-apa, tetapi kaya dengan `Intelektual Capital`.
Sebaliknya kalau Kota Tarakan dan ratusan Kota dan Kabupaten lain bergerak cepat membangun daerahnya masing-masing menjadi Singapura kecil maka otomatis terbangun suatu Singapura Raksasa, saat itulah kita menjadi Negara terhormat dan berdaulat serta disegani dalam Era Globalisasi ini. Saat ini Singapura urut ke-25 dan Indonesia urut ke-108 tentang HDI nya, dan satu tingkat dibawah Vietnam. Income/Capita Singapura 28.000 $US sedangkan Indonesia 1.100, rangking layanan kesehatannya urut ke 6 didunia sementara Indonesia tidak punya rangking, demikian pula penilaian lainnya yang sangat memprihatinkan potret NKRI dimata dunia. Beberapa terobosan Pemerintah Kota Tarakan bersama DPRD dan masyarakatnya dalam kurun waktu 7 tahun Otonomi Daerah antara lain :
Walikota Tarakan tidak henti-hentinya menyuarakan infestasi SDM untuk kejayaan bangsa masa depan, tidak jarang dr. JUSUF SK berucap tidak ada kata mahal untuk pendidikan. Saat ini alokasi APBD untuk Pendidikan diluar gaji direk dan indirek lebih dari 20%. Demikian juga upaya menjaga dan memperbaiki kerusakan lingkungan terus berjalan. Menurut SK Menteri Pertanian tahun 1976 luas hutan lindung Tarakan + 2400 ha, ternyata 1200 ha telah dirambah oleh masyarakat. Menyadari betapa pentingnya hutan bagi Kota Tarakan sebagai Daerah Resapan Air Pemerintah Kota memperluas hutan lindung tersebut dengan Peraturan Daerah yakni dari sisa 1200 ha tersebut menjadi hampir 6000 ha. Dan untuk mencegah terjadinya perambahan seperti dimasa lalu Pemerintah Kota terpaksa melaksanakan pemagaran secara bertahap.
Untuk mewujudkan hal-hal tersebut diatas, fasilitas Pemerintahan harus dikorbankan untuk mendahulukan sarana prasarana pendidikan dan kelestarian lingkungan. Sebagai ilustrasi Rumah Dinas Walikota masih menggunakan Rumah Ex Kota Administratif yang lama dengan kondisi ala kadarnya demikian juga perluasan gedung Kantor Walikota hanya menelan biaya 2,9 milyar dibandingkan Gedung SD ada yang 4 milyar,6 milyar, 8 milyar.
Selama 7 tahun efektif berotonomi daerah wajah Kota Tarakan `dari Kampung Kumuh dan Kotor serta gelap` menjadi `Kota bersih, hijau, terang benderang dengan pertumbuhan ekonomi 5 tahun terakhir rata-rata diatas 7,8 %.` Pembangunan infastruktur dari Pelabuhan Laut, Bandara, Gedung-gedung Pemerintahan, Sarana Transportasi, Pasar Tradisional, Mall, High Way, Suplay air bersih, Lan Banking dan berbagai Fasilitas Umum Lainnya yang tidak mungkin disebut satu-persatu. Dirgahayu HUT Kota Tarakan ke-10, semoga Tuhan YME selalu menyertai proses pembangunan Kota Ini menuju masyarakat Madani yang sejahtra lahir dan batin dalam Bingkai NKRI. Humas Dan Komunikasi
Sumber : Refleksi Sepuluh Tahun Kota Tarakan
Redirect to TarakanBais
Rabu, 26 Desember 2007
Refleksi Sepuluh Tahun Kota Tarakan Borneo
Jumat, 21 Desember 2007
Telah Tersedia T-Shirt KBT (Komunitas Blogger Tarakan) Borneo


Telah tersedia T-Shirt KBT (Komunitas Blogger Tarakan) dengan rincian sebagai berikut (stock ready) :
Size L = 4 pcs
Size M = 13 pcs
Harga per pcs Rp. 60.000,- (termasuk iuran anggota)
Kontak person = Nanang/Rizal (081545380577) atau ym id riz4175
Untuk permintaan Size XL tergantung pemesanan selanjutnya.
NB : Klik pada gambar untuk melihat lebih besar.
Designer : Ujang Awis Bah
Khusus postingan blog ini dapat di copy paste dengan bebas.
Selasa, 13 November 2007
Tarakan Borneo Raih Penghargaan Kota Sehat
Kreativitas Pemerintah Kota Tarakan dalam berbagai aspek pembangunan kembali mendapatkan apreasiasi pemerintah pusat. Kali ini Kota Tarakan mendapatkan penghargaan Swasti Shaba, penghargaan sebagai salah satu kota sehat di Indonesia. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan Dr dr Siti Fadhillah Supari, atas nama Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, kepada Walikota Tarakan dr Jusuf SK di ruang pertemuan Dr Leimena, Departemen Kesehatan, Jakarta, Selasa (13/11) malam.
Kepala Dinas Kesehatan Tarakan dr Khaerul mengatakan ada 37 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan sebagai kota sehat. Mereka dibagi dalam tiga kelas yaitu kabupaten/kota yang menerima penghargaan Wistara dimana mampu memenuhi 5-9 tatanan kesehatan yang ditentukan, penghargaan Wiwerda yang mampu memenuhi 3-4 empat tatatan dan penghargaan Padapa yang hanya mampu memenuhi 1-2 tatanan saja. "Tarakan mendapatkan penghargaan sebagai kota sehat Wiwerda bersama 12 kabupaten/kota lainnya," ujar Khaerul.
Dia mengatakan untuk bisa masuk menjadi kota sehat harus memenuhi tatanan kesehatan sesuai standar yang telah ditentukan yang meliputi diantaranya pemukiman sehat, hutan sehat, pangan dan gizi, perkantoran sehat, tertib lalu-lintas dan transportasi serta sehat mandiri. Indikator sehat mandiri yang menjadi penilaian di antaranya upaya dalam melakukan penanggulangan penyakt menular, pelaksanaan imunisasi, komitmen pemerintah dalam pembiayaan kesehatan dan penanganan warga miskin dalam bidang kesehatan dengan pemberian jaminan pengobatan secara gratis.
Khaerul mengatakan sebelum Tarakan dinyatakan sebagai kota sehat ada tim dari Depkes dan sektor terkait yang turun ke lapangan untuk melakukan penilaian. Mereka datang ke daerah Karang Anyar Pantai untuk melihat pengelolaan sampah secara swakelola salah satunya dengan pembuatan komposting, Desa Siaga di lokasi yang sama memberikan layanan kesehatan gratis kepada ibu dan anak. Selain itu mereka mendatangi Taman Oval, Markoni untuk melihat keindahan dan kebersihannya serta mendatangi beberapa rumah warga yang sebelumnya kumuh tetapi atas partisipasi bersama akhirnya menjadi bagus lewat program bedah rumah.
"Tim juga datang ke sekretariat untuk menanyakan berbagai program yang telah dilakukan pemerintah kota diantaranya program Askeskin yaitu pemberian layanan kesehatan gratis bagi warga miskin, upaya untuk mengurangi angka risiko kematian ibu dan anak dimana di Tarakan angkanya relatif lebih rendah dibandingkan angka nasional yang mencapai 240 jiwa per 1.000 kelahiran. Sementara di Tarakan dibawah angka 100 per 1.000 kelahiran," ujarnya.
Dia mengatakan keikutsertaan Tarakan merupakan yang pertama kali. Diharapkan dengan adanya penghargaan bisa ikut mendukung dan mengaplikasikan visi Depkes berupa Indonesia Sehat 2010 mendatang. Sebab sembilan tatanan yang telah ditentukan Depkes sebagai penilaian bersifat multi asfek. Dengan demikian jika 70 persen kabupaten/kota di seluruh Indonesia mampu memenuhi kriteria yang ditentukan maka program Indonesia sehat merupakan program yang bisa segera direalisasikan. (drm)
Sumber : TRIBUN KALTIM
Senin, 22 Oktober 2007
Pertumbuhan Di Tarakan Borneo Spektakuler & Mungkin Tertinggi Di Indonesia
Tarakan,- Selepas melakukan konferensi pers kepada para wartawan media cetak dan elektronik diruang kerjanya (09/10),Walikota Tarakan dr. H Jusuf SK sempat berbincang kepada dua reporter dari tiga radio (red : RRI, Grass & Pas FM) yang hadir siang itu bahwa disisi lain kota Tarakan ini mempunyai khas tersendiri.
“Dapat dibayangkan 10.000 rata – rata pertumbuhan penduduk Tarakan, mungkin ini tertinggi seluruh Indonesia” ujar Jusuf.
Bahkan menurut Jusuf, Badan Pusat Statistik (BPS) Pusatpun kaget melihat pertumbuhan penduduk di Kota Tarakan yang begitu spektakuler. Dijelaskan Jusuf untuk pertumbuhan natural saja kurang lebih mencapai angka 3200 yang lahir dari penduduk Tarakan, sedangkan sisanya adalah migran dari berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, NTT, NTB dan daerah lainnya yang ada di Indonesia.
Lebih lanjut Walikota Tarakan mengatakan, dengan melihat pertumbuhun penduduk yang begitu besar dan cepat, Pemkot Tarakan harus mempersiapkan atau mengantisipasi bagaimana menata jumlah kebutuhan penduduk yang begitu besar dan cepat, sehingga memerlukan infrastruktur dan kebutuhan – kebutuhan dasar masyarakat seperti sarana pelayanan kesehatan, sarana pendidikan, begitu juga suplai air bersih dan sebagainya.
Sebelum menutup pembicaraan, Jusuf menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat yang belum terlayani dan dia berjanji akan mengupayakannya bersama jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Jusuf SK atas nama Walikota Tarakan, unsur Muspida dan seluruh jajaran Pemerintah Kota mengucapkan Selamat Idul fitri 1 Syawal 1428 H, minal aidin wal fa`idzin, mohon maaf lahir dan bathin. (DD, Humas Dan Komunikasi)
Sumber : Pertumbuhan Di Tarakan Spektakuler & Mungkin Tertinggi Di Indonesia
Entri Populer
-
Ruang Imbaya Kantor Walikota Tarakan , Forum Komunikasi Keawaspadaan dan Kebangsaan Antar Masyatakat (FK KDKM) Kota Tarakan melakukan dialog...
-
Indonesia Indositehost.com Cheap Hosting ( Hosting Murah Indonesia Indositehost.com ) - Cheap Hosting is hungering for newbie bloggers who w...
-
TARAKAN - Memasuki hari lebaran sampah di kota Tarakan diprediksi akan meningkat hingga 30 persen. Peningkatan volume sampah sebenarnya s...
-
TARAKAN - In raising revenue (PAD) Tarakan City Government has entrusted the Regional Enterprise (Perusda) Tarakan municipal government to ...
-
Islamic Center Tarakan, Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berlansung sejak tanggal 12 Mei lalu telah berakhir. Dalam acara p...
-
Piala Adipura dan 9 Piala Adiwiyata TARAKAN – Hari ini (5/6), warga Kota Tarakan boleh tersenyum. Pasalnya, ada 10 penghargaan bidang l...
-
Target 3-5 Menit Tidak Tercapai TARAKAN - Penerapan e-KTP atau KTP elektronik yang proses entri data biometrik mulai dilakukan kemarin di T...
-
Ruang Tamu Khusus Bandara Juata,- Walikota Tarakan, H. Udin Hianggio bersama unsur Muspida, Rabu (30/05) menyambut kedatangan Piala Wahan...
