Rabu, 26 Desember 2007

Refleksi Sepuluh Tahun Kota Tarakan Borneo

. Rabu, 26 Desember 2007

Dahulu Tarakan dikenal sebagai pulau minyak, tahun 1906 produksi minyak pulau Tarakan mencapai 23.000 BOPD (Barrels Of Oil Per Day). Pada waktu itu Tarakan berstatus Kecamatan dibawah Kabupaten Bulungan dengan luas wilayah 250,8 Km pesegi. Pertumbuhan Ekonomi yang baik dan posisi geografis yang strategis merubah status Kecamatan Tarakan menjadi Kota Administratif, yang setelah delapan belas tahun kemudian pada tanggal 15 Desember 1997 berubah lagi statusnya menjadi Kota Madya.

Pada tanggal 1 Maret 1999 dr.H.JUSUF SK terpilih menjadi Walikota Madya Daerah Tingkat II Kodya Tarakan. Pada saat itulah greget pembangunan mulai terasa dan hampir mencakup seluruh aspek kehidupan. Undang –Undang Nomor 22 Tahun 1999 tantang Otonomi Daerah yang berbasis pada Kabupaten Kota memberikan ruang untuk membangun kreatifitas masyarakat dan Pemerintahan Daerah, walaupun Undang-Undang tersebut baru efektif berlaku pada tanggal 1 januari 2001. Masyarakat dan Pemerintahan Daerah Kota Tarakan tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Pemerintah Kota segera mempersiapkan Visi, Misi, dengan Tiga Pilar Program Pembangunan serta BAIS (berasal dari bahasa suku Tidung yang merupakan penduduk asli Kota Tarakan; BAIS itu berarti bagus dan merupakan singkatan dari Bersih, Aman, Indah, Sehat Sejahtera).

Mengapa Pemerintah Kota berobsesi menjadi The Little Singapore ? Negara ini hanya terdiri dari beberapa gugus pulau kecil dengan penduduk hanya + 4 juta jiwa, oleh Lie Kuan Yu dirubah dari Negara yang tidak berarti menjadi Negara yang tersohor di dunia, oleh karena telah terbangun secara holistic sehingga menjadi Negara yang makmur, tenteram dan damai, padahal tidak memiliki Sumber Daya Alam apa-apa, tetapi kaya dengan `Intelektual Capital`.

Sebaliknya kalau Kota Tarakan dan ratusan Kota dan Kabupaten lain bergerak cepat membangun daerahnya masing-masing menjadi Singapura kecil maka otomatis terbangun suatu Singapura Raksasa, saat itulah kita menjadi Negara terhormat dan berdaulat serta disegani dalam Era Globalisasi ini. Saat ini Singapura urut ke-25 dan Indonesia urut ke-108 tentang HDI nya, dan satu tingkat dibawah Vietnam. Income/Capita Singapura 28.000 $US sedangkan Indonesia 1.100, rangking layanan kesehatannya urut ke 6 didunia sementara Indonesia tidak punya rangking, demikian pula penilaian lainnya yang sangat memprihatinkan potret NKRI dimata dunia. Beberapa terobosan Pemerintah Kota Tarakan bersama DPRD dan masyarakatnya dalam kurun waktu 7 tahun Otonomi Daerah antara lain :


  1. Lahirnya KKMB (Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan). Semula dari sisa hutan mangrove dengan luas 9 Ha, yang pada awalnya terpikir hanya dijadikan paru-paru Kota, kini menjadi salah satu ikon Kota Tarakan bahkan Nasional. Di sana terdapat 11 Spesies Mangrove, 33 jenis Burung, 44 ekor Bekantan (Proboscis Monkey), + 60 ekor kera ekor panjang (Macaca Fascicularis), 2,4 Km jembatan ulin yang meliuk-liuk diantara tegakan pohon mangrove, berbagai biota laut lainnya, termasuk rumah-rumah kepiting yang jarang dilihat orang. Awalnya luas KKMB dengan + 4.000 pohon hanya 9 Ha, kini diperluas menjadi 22 Ha lebih.

  2. Reformasi dibidang Pendidikan Komitmen Pemerintah Kota Tarakan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusianya, sebagai pilar utama dari 3 pilar program pembangunan yang dimulai dari pemberian insentif seluruh guru SD, SMP, SMA, SMK sebesar Rp.525.000,-/orang perbulan dan untuk guru-guru Sekolah Swasta 50% dari besaran diatas, Kepala Sekolah Rp.825.000,-, Pengawas Sekolah Rp.875.000,- juga tidak ketinggalan guru TKTP Al-Quran dari Rp. 25.000,- menjadi Rp.150.000,- Kini ditingkatkan tunjangannya menjadi Rp.250.000,-/bulan. Fisik Sekolah pada umumnya dibangun permanen berlantai 3 dengan segala fasilitasnya. kemampuan guru terus ditingkatkan dengan pelatihan-pelatihan. Ratio Murid/kelas tahun 1991 rata-rata 51 orang/kelas, kini rata-rata 30-35 kini sedang diupayakan menuju Ratio 25 murid/ruang belajar beberapa sekolah sudah melaksanakan Full Day School dan tidak ketinggalan memberi kesempatan mengikuti Training ESQ. Juga telah selesai 2 tahap pembangunan Universitas Borneo, 6 Fakultas, 15 Program Studi, 6 Gedung Kuliah masing-masing 3 Lantai, 6 Gedung Sekretariat/Dekan masing-masing 2 Lantai dan sebuah Perpustakaan berlantai 7. Kini jumlah mahasiswa mendekati 3.000 dan jumlah Dosen + 250 Orang.

  3. Program Menabung untuk Dana Abadi Kota yang telah dipagari dengan sebuah Perda, dimana tiap saat dapat dipergunakan sebagai dana Kontigeusi (Force Majeur) kini berjumlah 100 Milyar.

  4. Penyertaan Modal pada BPD Kaltim yang ber asset 11 Triliun, sebesar 54 Milyar, Pemegang Saham ke 2 terbesar setelah Pemerintah Propinsi (72 Milyar). Deviden + yang diterima 9 Milyar/tahun sekaligus meningkatkan PAD tanpa membebani masyarakat dengan berbagai pungutan dan retribusi.

  5. Sejak tahun 2002 Pemerintah Kota Tarakan telah menggalakkan ASKESKIN, untuk mengurangi beban GAKIN, di Indonesia perintis kegiatan seperti ini yaitu Kabupaten Musi Banyu Asin, Kota Tarakan dan Kabupaten Berau.

  6. Pemberlakuan TDL (Tarif Dasar Listrik) Lokal Pertama di Tanah Air, dalam upaya mengantisipasi / mencegah giliran pemadaman listrik disebabkan krisis listrik diluar Sistem Jawa Bali. Trobosan berhasil dengan Hidayah Allah S.W.T dimana Tarakan terbebas dari pemadaman bergilir tersebut, walaupun tidak semudah membalik telapak tangan alias melalui proses cukup panjang dan alot. Popularitas Tarakan juga mencuat dari trobosan ini.

  7. Electronic Government Teknologi Informasi tidak bisa diabaikan dalam berbagai kegiatan, terutama dalam penyelenggaraan Pemerintahan dimana saat ini telah berkembang pesat Sistem Pengelolaan Kepegawaian bahkan oleh GTZ direkomendasikan untuk study / magang Kabupaten/Kota/Propinsi se Indonesia. Demikian juga Manajemen Dinas Kesehatan + 10 Puskesmas dan Postu dalam proses Final menuju Standarisasi ISO 9001, yang merupakan Dinas Kesehatan ke III ber ISO setelah Dinkes DKI + 1 Puskesmas, dan Kabupaten Sleman. Menyusul Bawaskot Tarakan, Adiministrasi Umum, Bappeda, Dinas PU,dll.

  8. Perlakuan Khusus pada Investor. Karpet Merah anjuran Preseiden RI benar-benar diterapkan di Kota Tarakan Kepastian Hukum, Perlindungan Kasus Sosial, Tax Holiday, Reduksi biaya IMB dan lain-lain sudah berjalan dengan baik. Jika ada masalah bagi Investor, Pemerintah Kota Tarakan tampil sebagai fasilitator. Beberapa contoh PT.Intraca Manufactur dengan 4.500 karyawan, PT.Idec Manufactur yang telah merumahkan 1.030 karyawan, dan lain-lain yang tidak mungkin disebutkan satu-persatu, semua terselamatkan dan kini terus beroperasi bahkan menambahkan lapangan kerja baru.

  9. Fasilitas Kesehatan Saat ini sedang dibangun Rumah Sakit Bertaraf Internasional (6 lantai) oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur, tiga Puskesmas Perkotaan Model semuanya bertingkat dengan tenaga-tenaga kesehatan profesional, mengantikan Puskesmas tempo dulu yang fisik bangunannya sangat menyedihkan.



Walikota Tarakan tidak henti-hentinya menyuarakan infestasi SDM untuk kejayaan bangsa masa depan, tidak jarang dr. JUSUF SK berucap tidak ada kata mahal untuk pendidikan. Saat ini alokasi APBD untuk Pendidikan diluar gaji direk dan indirek lebih dari 20%. Demikian juga upaya menjaga dan memperbaiki kerusakan lingkungan terus berjalan. Menurut SK Menteri Pertanian tahun 1976 luas hutan lindung Tarakan + 2400 ha, ternyata 1200 ha telah dirambah oleh masyarakat. Menyadari betapa pentingnya hutan bagi Kota Tarakan sebagai Daerah Resapan Air Pemerintah Kota memperluas hutan lindung tersebut dengan Peraturan Daerah yakni dari sisa 1200 ha tersebut menjadi hampir 6000 ha. Dan untuk mencegah terjadinya perambahan seperti dimasa lalu Pemerintah Kota terpaksa melaksanakan pemagaran secara bertahap.

Untuk mewujudkan hal-hal tersebut diatas, fasilitas Pemerintahan harus dikorbankan untuk mendahulukan sarana prasarana pendidikan dan kelestarian lingkungan. Sebagai ilustrasi Rumah Dinas Walikota masih menggunakan Rumah Ex Kota Administratif yang lama dengan kondisi ala kadarnya demikian juga perluasan gedung Kantor Walikota hanya menelan biaya 2,9 milyar dibandingkan Gedung SD ada yang 4 milyar,6 milyar, 8 milyar.

Selama 7 tahun efektif berotonomi daerah wajah Kota Tarakan `dari Kampung Kumuh dan Kotor serta gelap` menjadi `Kota bersih, hijau, terang benderang dengan pertumbuhan ekonomi 5 tahun terakhir rata-rata diatas 7,8 %.` Pembangunan infastruktur dari Pelabuhan Laut, Bandara, Gedung-gedung Pemerintahan, Sarana Transportasi, Pasar Tradisional, Mall, High Way, Suplay air bersih, Lan Banking dan berbagai Fasilitas Umum Lainnya yang tidak mungkin disebut satu-persatu. Dirgahayu HUT Kota Tarakan ke-10, semoga Tuhan YME selalu menyertai proses pembangunan Kota Ini menuju masyarakat Madani yang sejahtra lahir dan batin dalam Bingkai NKRI. Humas Dan Komunikasi

Sumber : Refleksi Sepuluh Tahun Kota Tarakan

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com