Senin, 07 April 2008

Tarakan Borneo Lebih Siap dari Kutai Timur

. Senin, 07 April 2008

Fasilitas di Bandara Juwata dan Stadion Datu Adil Sangat Layak

SUBPBPON.TARAKANKOTA.GO.ID-Ketua Umum Panitia Pelaksana Aerosport PON XVII 2008, Kapten Lek Effendi HS mengungkapkan, secara teknis Kota Tarakan sudah layak untuk dijadikan venue pelaksanaan cabang olahraga aeromodelling. Dua tempat yang direkomendasikan untuk dijadikan venue aeromodelling tersebut yaitu di Bandara Juwata Tarakan dan Stadion Datu Adil.

“Secara teknis dua tempat ini sudah memenuhi syarat. Kenapa Bandara Juwata? Bandara Juwata mempunyai flat lokasi tanah yang sangat luas digunakan untuk mata lomba free flight (terbang bebas). Kalau di Kutai Timur, free flight tidak bisa dilaksanakan di tempat lain karena dua bandara yang ada di sana kiri kanannya bukit,” jelas Effendi yang juga ketua harian FASI Kaltim.

Awalnya, camor aeromodelling ini akan dilaksanakan di Kutai Timur, di Jalan Pendidikan, tempat eks pra PON 2007. Namun sampai dengan terakhir kali ditinjau tanggal 28 Februari lalu oleh tim dari technical delegate, kondisinya masih 0 persen dan belum ada perbaikan sama sekali. “Sehingga kami berkoordinasi dengan Pordirga sebagai penanggung jawab tertinggi bidang olahraga aeromodeling, memutuskan untuk segera mencari tempat alternatif pengganti,” kata Effendi yang sehari-hari sebagai kepala dinas operasional Lanud Balikpapan.

Jika tetap dilaksanakan di Kutai Timur, lanjut Effendi, maka konsekuensinya, tanah bukit yang berada di kanan kiri bandara harus diratakan dulu. Sedangkan jika dilaksanakan di Tarakan, tidak terlalu banyak yang harus dilakukan.

Pasalnya, bandara di Tarakan sudah flat. Kiri kanannya sudah rata sehingga bisa digunakan untuk free flight. “27 Februari lalu Kapordirga aeromodelling, Marsekal Muda TNI Purnomo Sidhi dan wakil technical delegate, Yan Fajar sudah melihat venue di Tarakan. Lokasi yang dianggap layak untuk digunakan adalah Bandara Juwata dan Stadion Datu Adil,” tutur Effendi lagi.

Selain itu, jika aeromodeling tetap dilaksanakan di Kutai Timur, maka hanya 4 nomor lomba saja yang bisa dilaksanakan, sedangkan 9 mata lomba lainnya tidak bisa dipertandingkan karena faktor lapangannya belum siap. Total nomor yang dilombakan sebanyak 13 lomba dan dibagi menjadi 3 kategori.

Kenapa ingin memindahkan tempat? Menurut Effendi, PON ini adalah ajang untuk mengevaluasi atlet selama 4 tahun terakhir. “Namun jika lapangannya tidak memenuhi syarat, apa yang dievaluasi?” tanyanya. Jangan sampai, lanjut Effendi, akibat ketidaksiapan Kutai Timur menjadi tuan rumah, cabor aeromodelling tidak jadi dipertandingkan. “Risikonya tidak bertanding,” tegasnya.

Dari PB Fasi (Federasi Aerosport Indonesia) di Jakarta, kata dia, sudah memberikan rekomendasi agar cabor aeromodeling dipindahkan ke Tarakan. Bahkan Wali Kota Tarakan sendiri sudah melayangkan surat kesiapan, bahwa Tarakan siap menjadi tuan rumah aeromodelling.

Mengenai cabor aeromodeling, selain free flight, mata lomba yang akan dilombakan untuk aeromodelling adalah kendali tali. Untuk mata lomba ini, sangat cocok dilaksanakan di Stadion Datu Adil. Ada juga mata lomba remote control (kendali radio) yang rencananya diperlombakan di apron bandara.

“Ada dua jenis mata lomba yang besar, yaitu free flight dan remote control di Bandara Juwata, sedangkan kendali tali di Stadion Datu Adil,” jelasnya.

Mengenai pemindahan venue cabor tersebut, Effendi mengaku pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memindahkan satu tempat cabor ke kota lain. Karena itu adalah wewenang technical delegate dan panitia SUB PB PON.

“Infrastruktur di Tarakan ini sebenarnya sudah siap, tidak ada yang perlu dibenahi lagi karena lapangannya sudah ada. Untuk kegiatan pertandingan bisa menggunakan apron dan runway. Kalau untuk di Stadion Datu Adil, karena menggunakan tali, sebagai pengaman tinggal dipasang jaring pengaman,” bebernya.

“Tidak ada yang perlu dibangun untuk di Tarakan, kalau di Kutai Timur kita masih menunggu proyeknya karena masih perlu diratakan tempatnya dan dilakukan penanaman rumput.

Jangan sampai seperti pra PON tahun lalu, kita bertanding di atas tanah yang becek dan berlumpur,” jelas Effendi lagi. Untuk Bandara Juwata, yang diperlukan hanya akses jalan masuk menuju runway bandara sebelah barat, tempat dilaksanakannya aeromodeling free flight. “Tidak perlu diaspal, hanya perlu diratakan saja agar mobil bisa masuk dan tempat parkir di sebelah runway. Kalau di Stadion Datu Adil sudah siap,” pungkasnya.(panitia subpbpon)

Sumber : Sub PB PON Tarakan (03 Maret 2008)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com