Rabu, 27 Agustus 2008

Murid SD Utama 1 Tarakan Sukses Meraih Prestasi Pada Indonesian Sains Festival (ISF) 2008 Di Jakarta

. Rabu, 27 Agustus 2008

Murid SD Utama 1 Tarakan Sukses Meraih Prestasi Pada Indonesian Sains Festival (ISF) 2008 Di Jakarta - Ardiz Tarakan
Kamis, 28 Agustus 2008 Radar Tarakan-Terinspirasi dari Permainan Baling-balingRizqa Firdaus Herson, murid SD Utama 1 sukses meraih prestasi pada Indonesian Sains Festival (ISF) 2008 di Jakarta yang digelar 16-20 Agustus. Dia bahkan berhasil meraih juara tingkat SD kategori IPA di lomba tingkat nasional tersebut.

Murid SD Utama 1 Tarakan Sukses Meraih Prestasi Pada Indonesian Sains Festival (ISF) 2008 Di Jakarta - Ardiz Tarakan
Rizqo — panggilan akrab murid SD Utama 1 yang kini duduk di bangku kelas 6 itu mampu membuat juri ISF kagum dengan dirinya atas penemuannya berupa alat pengukur kecepatan angin (hidroanemometer).

“Alat yang saya paparkan adalah alat yang mengukur kecepatan angin dengan menggunakan air,” kata Rizqo.

Ia mengaku, keikutsertaannya di Jakarta merupakan yang kali ke-7, dan selalu meraih prestasi di Olimpiade Sains dari tingkat kota sampai dengan nasional.

“Pada awalnya saya menciptakan alat ini karena terinspirasi pada adik saya yang bermain baling-baling. Di situlah saya membuat suatu percobaan dan mengusulkan kepada guru saya (Ely, Red.) untuk mengikuti tes uji karya tulis ilmiah beberapa bulan yang lalu,” kata anak pertama dari dua bersaudara pasangan Hersonsyah dan Wahdah.

Anak yang berdomisili di Jl Anggrek RT 15 nomor 32 dan bercita-cita sebagai ahli nuklir itu mengatakan awalnya tidak terlalu berharap untuk memengkan ISF. Kepada Radar Tarakan, Rizqo menjelaskan mengenai kegunaannya alat sederhana temuannya itu merupakan satu alat yang menanggulangi terjadinya pemanasan global (global warming).

“Karena alatnya sederhana masyarakat juga bisa memanfaatkan alat ini untuk mengunakannya dengan tujuan melihat kekuatan angin tanpa menunggu penelitian dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG),” jelasnya.

Rizqo ditemani Dwiky Wahyu – teman sekelasnya dalam memaparkan karya ilmiahnya pada dewan juri di Jakarta. “Ayah saya dan guru pembimbing saya, Pak Ely juga ikut mendampingi saya. Kalau Dwiky Wahyu bersama orang tuanya,” terangnya.

“Untuk tugas Dwiky Eahyu adalah memperkenalkan dan penutupan sedangkan saya menjelaskan alat yang saya bawa dari Tarakan ini,” tambah Rizqo menuturkan.

Guru pembimbing Rizqo, Elymius Limbong menyampaikan, muridnya ini mempunyai kemampuan yang lebih.

“Saya berharap ada siswa yang menggantikan posisi Rizqo dalam dunia olimpiade agar tetap ada andalan SD Utama 1 di bidang sains. Ini menjadi kekhawatirkan kami untuk mempertahankan gelar sebagai satu-satunya sekolah sain,” ungkap Ely.

Ely juga meyampaikan, pihak sekolah selalu mendukung kegiatan seperti ini yang menyangkut kemajuan pendidikan di Indonesia, dan ini adalah salah satu tujuan sekolah agar tetap berusaha untuk meningkatkan mutu pengajaran di sekolah.(*/mr-9)

Sumber : Radar Tarakan

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com