
Maskot di atas dengan gambar bekantan dan latar motif tarakan berwarna biru dalam lingkaran cincin hitam dengan tulisan ayo wisata ke Tarakan merupakan karya yang sangat bagus dan layak untuk dipublikasikan oleh pemerintah dan masyarakat Tarakan. Bisa saja diproduksi secara masal misalnya untuk dijadikan sovenir buat tamu-tamu dari luar yang berkunjung di Tarakan.
Maskot ini adalah hasil karya anak Tarakan yang bernama Rianto (anggota KBT) yang dipublikasikan dalam milis tarakankota@yahoogroups.com tertanggal 16 Mei 2009, setelah saya tanyakan langsung dalam milis tersebut dengan pertanyaan apakah dia yang membuat maskot tersebut dan hari itu juga saya mendapat jawaban seperti berikut : "Iya, kemarin dapat ide setelah baca cerita mbk Anny di Radar".
Kita sebagai warga Tarakan sudah sepantasnya menyebar luaskan maskot ini baik via email, facebook maupun blog/web. Untuk lebih detil lagi mari kita lihat sedikit uraian tentang bekantan yang diambil dari milis yang sama send by Rianto tertanggal 15 Mei 2009 sebagai berikut:Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal kera Nasalis. Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan.
Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan olehseleksi alam. Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. Dalam bahasa Brunei (kxd) disebut bangkatan.
Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75cm dengan berat mencapai 24kg. Kera betina berukuran 60cm dengan berat 12kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.
Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Kalimantan. Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 kera. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, terkadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain.
Ayo wisata ke Tarakan
Wisata hutan Mangrove merupakan salah satu penawaran alternatif jika berkunjung ke kota Tarakan. Di dalam kawasan ini terdapat berbagai jenis biota laut dan darat yang cukup menawan. kawasan Mangrove luasnya 8,5 ha juga terdapat jenis monyet berhidung panjang atau di sebut Bekantan ( Nasalis Lavartus ) yang berjumlah 42 ekor yang dilindungi dan menjadi penghuni abadi di kawasan ini. Untuk mencapai lokasi ini tidak terlalu sulit karena dekat dari pusat kota 300m sebelah Barat pusat perbelanjaan Gusher jl.Gajah Mada Tarakan Barat.
Baca juga :
Redirect to TarakanBais
Minggu, 17 Mei 2009
Bekantan, Maskot Kota Tarakan
.
Minggu, 17 Mei 2009
Entri Populer
-
TARAKAN - Memasuki hari lebaran sampah di kota Tarakan diprediksi akan meningkat hingga 30 persen. Peningkatan volume sampah sebenarnya s...
-
TARAKAN - In raising revenue (PAD) Tarakan City Government has entrusted the Regional Enterprise (Perusda) Tarakan municipal government to ...
-
Islamic Center Tarakan, Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berlansung sejak tanggal 12 Mei lalu telah berakhir. Dalam acara p...
-
Tarik Ulur Pengelolaan Pelabuhan Tengkayu Tarakan PERUSDA Tarakan paling getol ingin mengelola pelabuhan antar kabupaten di utara Kaltim ini...
-
Piala Adipura dan 9 Piala Adiwiyata TARAKAN – Hari ini (5/6), warga Kota Tarakan boleh tersenyum. Pasalnya, ada 10 penghargaan bidang l...
-
Target 3-5 Menit Tidak Tercapai TARAKAN - Penerapan e-KTP atau KTP elektronik yang proses entri data biometrik mulai dilakukan kemarin di T...
-
TARAKAN – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Tarakan, Mariyam mengungkapkan, penderita buta aksara...
-
Ruang Tamu Khusus Bandara Juata,- Walikota Tarakan, H. Udin Hianggio bersama unsur Muspida, Rabu (30/05) menyambut kedatangan Piala Wahan...
Label
Agama
(23)
Anggaran
(2)
Barongsai
(1)
BAZ
(2)
BBM
(17)
Bencana Alam
(1)
Budaya
(5)
CPNS
(2)
Cuaca
(2)
Ekonomi
(25)
English
(3)
Expo
(1)
Fasilitas
(28)
Galeri Foto
(21)
Gas
(4)
Hiburan
(9)
HUT Tarakan
(2)
Iklim
(1)
Kampus
(1)
Kasus
(4)
Kebersihan
(5)
Kecelakaan
(4)
Kehutanan
(3)
Kejaksaan
(1)
Kelurahan
(4)
Kependudukan
(1)
Kesehatan
(23)
Keuangan
(1)
KNPI
(2)
Komunitas
(4)
Koperasi
(12)
Korupsi
(2)
Kriminal
(26)
KTP
(9)
Lingkungan Hidup
(7)
Lowongan Kerja
(5)
Migas
(2)
Narkoba
(2)
Olahraga
(32)
Pariwisata
(22)
Parlemen
(16)
PDAM
(5)
Pejabat
(1)
Pelayanan
(3)
Pemerintah
(35)
Pendidikan
(80)
Peraturan
(8)
Perbankan
(3)
Perikanan
(1)
Peristiwa
(27)
Perizinan
(1)
Pertambangan dan Energi
(2)
Pertanahan
(1)
Pertanian
(8)
Perumahan
(9)
Peternakan
(2)
PLN
(6)
PNS
(11)
Polisi
(2)
Politik
(7)
Polres
(11)
Prestasi
(38)
Proyek
(8)
Sembako
(1)
Serba Serbi
(8)
Sosial
(8)
Tarakan
(334)
Teknologi Informasi
(14)
Telpon
(1)
Tenaga Kerja
(2)
TNI-AD
(1)
TNI-AU
(4)
Transportasi
(35)
Walikota
(24)
Warga
(2)
