TARAKAN - Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tarakan, Subono Samsudi mengatakan, saat ini kebutuhan pembangunan tempat pemerosesan akhir (TPA) sampah untuk menggantikan TPA yang saat ini masih aktif digunakan di Jl. Hake Babu sudah sangat mendesak. Sebab, selain lahan yang ada sudah sangat cukup padat, di sekitar lokasi tersebut juga sudah mulai berdiri pemukiman-pemukiman warga.
“Terus terang pembangunan TPA baru semakin mendesak, setelah belakangan ini buldoser di TPA lama juga rusak,” kata Subono Samsudi.
Sehingga pihaknya menilai sudah saatnya perlu ada peningkatan dari sisi sarana dan prasarana TPA. Tidak hanya itu, persoalan di TPA Hake Babu juga dinilai cukup kompleks, termasuk adanya komplain dari warga sekitar yang sering muncul bahkan sempat mengancam akan melakukan demo.
“Secara kasat mata memang masih ada space, namun lokasi yang ada ini sangat sempit dan mulai ada masyarakat di sekitarnya. Juga dekat dengan bandara dan sekolah sehingga dinilai kurang ideal untuk sebuah kota yang berkembang,” jelas Subono.
Kecuali untuk model pengelolaan sampah di negara maju, konsep yang digunakan sudah menggunakan full incenerator dan berwawasan lingkungan. “Kalau di sini masih semi pendamping,” bebernya.
Mantan kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Tarakan itu menjelaskan, rencana TPA baru memang sudah masuk dalam kajian pemerintah kota dan telah disiapkan lokasi baru di Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara.
“TPA baru rencananya berkonsep sanitary landfill. Semoga bisa dilaksanakan dengan baik meskipun menuntut biaya yang tidak sedikit,” harapnya.
Untuk itu Subono berharap, agar pemerintah kota dan stakeholder terkait seperti DPRD tetap komitmen untuk mendukung TPA ramah lingkungan dengan konsep sanitary landfill tersebut karena dampak lingkungannya akan jauh lebih kecil dan bisa diminimalkan.
Terkait TPA baru ini, sambung Subono, pemerintah sudah menyiapkan lahan seluas 20 hektare dan telah dilakukan pembebasan. Untuk jalan masuk sudah dianggarkan dari tahun 2010, dan tahun ini akan diluncurkan.
“Pemerintah pusat juga ikut menyiapkan perencanaan, karena pemerintah pusat sangat komitmen untuk memberikan pembiayaan dalam pembangunan fisik TPA sanitary landfill yang akan datang,” jelasnya.
Untuk pembangunan TPA di Tarakan, memang tidak sesulit di kota-kota besar. Pembangunan TPA di Tarakan justru mendapat sambutan dari warga, tidak seperti di Bojong atau Bandung dan beberapa kota-kota besar yang sering mengalami penolakan. “Malah boleh saya katakan ada permintaan dan penawaran di daerah Kecamatan Tarakan Timur,” tandasnya.
Secara undang-undang, paling lambat tahun 2013 TPA baru ini sudah bisa dilaksanakan, dan TPA pendamping di Hake Babu sudah mulai dikurangi. “Berarti pada tahun 2014, TPA baru sudah mulai diisi. Intinya kalau lebih cepat lebih baik,” yakin Subono.
Untuk saat ini, sedang dipersiapkan jalan akses masuk menuju TPA yang memiliki luas lahan 20 hektare. Menyusul pembangunan fisik, persiapan alat berat, pos jaga dan lainnya. “Kalau memang jalan masuk bisa dikebut tahun ini, 2012 sudah bisa dimulai pembangunan fisiknya, dan 2013 sampah sudah mulai dicicil masuk atau minimal percobaan,” pungkas Subono.(ddq)
Sumber : jpnn.com (12 Juni 2011)
Redirect to TarakanBais
Selasa, 14 Juni 2011
Mendesak, Pembangunan TPA Baru di Tarakan
.
Selasa, 14 Juni 2011
Entri Populer
-
Kasus Porprov Tarakan, Kerugian Negara Rp 300 Juta SETELAH melakukan ekspos perkara dugaan markup panitia pekan olahraga provinsi (porprov) ...
-
TARAKAN - Korban kebakaran Beringin III akan segera menerima santunan dari Pemerintah Kota Tarakan. Saat ini, proses pencairan masih di Bag...
-
Logo Universitas Mulawarman (UNMUL) TARAKAN - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA dan SMK di Kota Tarakan akan berlangsung Senin...
-
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Tarakan Alamat : Jl. Kalimantan No.1 Tarakan (77131) Kalimantan Timur Borneo - Indonesi...
-
TARAKAN – Meski penerbangannya mengalami penundaan selama beberapa jam, namun sejumlah penumpang Sriwijaya Air di Bandara Juwata Tarakan me...
-
TARAKAN - Untuk operasional genset di Masjid Raya Islamic Centre Baitul Izzah Kota Tarakan dibutuhkan 160 liter solar per hari. Jika dikal...
-
TARAKAN - Sudah empat hari, beberapa warga Kota Tarakan di Gunung Lingkas, Kampung Satu Skip dan Kampung Empat mengeluhkan air PDAM yang be...
-
Borneo Tarakan - Juwata International Airport Tarakan, East Kalimantan, with a length of runway 2250 meters long and 45 meters wide, now, ...
-
TARAKAN Borneo - The widespread circulation of illegal meat allana brand of Indian origin in Tarakan, and the incessant raids of illegal m...
-
Dari 32 Paket Perbaikan Drainase di Tarakan TARAKAN – Untuk mengatasi dan menghindari banjir yang setiap tahun melanda sebagian kota Taraka...
Label
Agama
(23)
Anggaran
(2)
Barongsai
(1)
BAZ
(2)
BBM
(17)
Bencana Alam
(1)
Budaya
(5)
CPNS
(2)
Cuaca
(2)
Ekonomi
(25)
English
(3)
Expo
(1)
Fasilitas
(28)
Galeri Foto
(21)
Gas
(4)
Hiburan
(9)
HUT Tarakan
(2)
Iklim
(1)
Kampus
(1)
Kasus
(4)
Kebersihan
(5)
Kecelakaan
(4)
Kehutanan
(3)
Kejaksaan
(1)
Kelurahan
(4)
Kependudukan
(1)
Kesehatan
(23)
Keuangan
(1)
KNPI
(2)
Komunitas
(4)
Koperasi
(12)
Korupsi
(2)
Kriminal
(26)
KTP
(9)
Lingkungan Hidup
(7)
Lowongan Kerja
(5)
Migas
(2)
Narkoba
(2)
Olahraga
(32)
Pariwisata
(22)
Parlemen
(16)
PDAM
(5)
Pejabat
(1)
Pelayanan
(3)
Pemerintah
(35)
Pendidikan
(80)
Peraturan
(8)
Perbankan
(3)
Perikanan
(1)
Peristiwa
(27)
Perizinan
(1)
Pertambangan dan Energi
(2)
Pertanahan
(1)
Pertanian
(8)
Perumahan
(9)
Peternakan
(2)
PLN
(6)
PNS
(11)
Polisi
(2)
Politik
(7)
Polres
(11)
Prestasi
(38)
Proyek
(8)
Sembako
(1)
Serba Serbi
(8)
Sosial
(8)
Tarakan
(334)
Teknologi Informasi
(14)
Telpon
(1)
Tenaga Kerja
(2)
TNI-AD
(1)
TNI-AU
(4)
Transportasi
(35)
Walikota
(24)
Warga
(2)
