10 Tahun Kok Warga Tak Ada yang Melaporkan
TARAKAN- Akhirnya Pemkot Tarakan memfasilitasi anak yang memiliki keterbelakangan mental, Edi dan Warda, warga Markoni Gang 6, Tarakan, untuk bisa mendapatkan perawatan medis di RSUD Tarakan. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Tarakan, Mariyam berharap, apa yang dilakukan pemerintah kota ini dapat memberikan harapan hidup yang terbaik buat mereka. Pemeriksaan ke rumah sakit tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana psikologis kedua anak yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan ini. ”Kalau memang harus rawat inap ataupun rawat jalan tetap akan kami fasilitasi,” kata Mariyam kepada Radar Tarakan, kemarin.
Sebelumnya diberitakan, Edi (25 tahun), warga RT 23 Kelurahan Pamusian Tarakan, menghabiskan 10 tahun hidupnya hanya dengan duduk dan baring di ruangan seluas 2 x 1 meter. Alasan orangtuanya, karena keluarga sudah tak sanggup lagi membersihkan kotoran yang ditinggalkan Edi di setiap kali ia buang air kecil maupun besar. Hal ini disebabkan karena kondisi fisik Edi yang mengalami penurunan fungsi.
Utamanya fungsi gerak sendi kaki dan tangan sehingga ia kesulitan untuk mengangkat tangan atau menggerakkan kakinya. Selain Edi, ada satu lagi saudaranya yakni bernama Warda yang juga perlu penanganan khusus.
Menilik kasus Edi ini, Maryam mengaku kecewa dengan respon masyarakat yang kurang aktif melaporkan keberadaan tetangganya yang kurang beruntung untuk mendapatkan haknya. “Kita prihatin sekali ya, bagaimana bisa 10 tahun kok tak ada warga yang melaporkan. Padahal dalam undang-undang perlindungan perempuan dan anak sudah jelas, keterlibatan masyarakat sangat utama,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakannya, agar bisa dirawat maksimal, Mariyam berharap kepada pihak RT dan kelurahan Pamusian agar segera membuatkan kartu jaminan kesehatan Jamkesda terhadap warga kurang mampu tersebut. Khusus untuk Warda, anak yang secara psikologis kondisinya cukup baik, rencananya akan dititipkan di panti Dinas Sosial dan Tenaga Kerja yang berada di Juata Permai. Panti rehabilitasi ini memang dikhususnya untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus dan harus dibiayai oleh negara.
Saat ini, panti rehabilitasi memang masih didominasi oleh orang-orang tua karena banyak warga jompo yang dititipkan di sana. Dijelaskan Mariyam, kasus yang terjadi pada kedua anak ini dapat dikatakan sebagai akibat dari salah didik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. ”Cara mendidik mereka kepada anaknya sangat tidak wajar. Kami mengharapkan agar kasus keterbelakangan mental anak seperti ini jangan diberlakukan tidak manusiawi seperti kedua anak ini. Sebenarnya anak ini hanya tuna rungu atau tidak bisa berbicara, namun karena pengetahuan yang kurang mereka justru disekap,” kesal Mariyam.
Padahal, sambungnya, anak tersebut bisa saja mandiri dengan disekolahkan di SLB (sekolah luar biasa). ”Ini kesalahan orang tua dalam mendidik. Kami akan memberi masukan kepada mereka bagaimana cara mendidik anak yang terbaik, khususnya anak yang memiliki keterbelakangan,” tukasnya.
Pihaknya juga meyakinkan, agar mereka bisa sembuh dari keterbelakangan ini, keduanya diminta untuk tidak kembali dulu ke rumah mereka di Markoni.
Untuk pembiayaan, sambung Mariyam, akan diupayakan untuk masuk dalam anggaran pembiayaan warga tidak mampu oleh pemerintah kota Tarakan.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Tarakan, dan mereka siap menampung Edi untuk pengobatan. Ya, kita berusaha memenuhi hak keluarga Edi yang memang dari golongan keluarga pra sejahtera ya,” tandas Mariyam, kemarin siang. Selain diobati, Edi pun rencananya bakal disekolahkan di sekolah luar biasa (SLB). (ddq/iza)
Sumber : radartarakan (22 September 2011)
Redirect to TarakanBais
Jumat, 23 September 2011
Edi dan Warda Masuk Panti Rehabilitasi
.
Jumat, 23 September 2011
Entri Populer
-
TARAKAN – Hari Ini (senin 12/9) Dinas Pendidikan (Disdik) mengadakan pelatihan pengelolaan Bantuan Operasi Sekolah(BOS) untuk sekolah tingk...
-
Diusir di Malam Takbiran, Tidur di Emperan Rumah Warga ENTAH sial apa yang menerpa Eva di malam takbiran lalu. Hingga akhirnya, ia harus men...
-
Data Health Office (DHO) Tarakan City shows the number of malnourished children under five in Tarakan in 2010 reached 24 cases. The case of ...
-
TARAKAN - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak berserta rombongan, di sela-sela kunjungan Safari Ramadhan di Kota Taraka...
-
After doing Socialization Forestry Development Policy and Environmental Policy Kemenhut Information Service in cooperation with the City Gov...
-
TARAKAN - Walikota Tarakan Udin Hianggio mendukung rencana program Kementrian Perumahan Rakyat (kemenpera) untuk membangun 100.000 unit mur...
-
Tarakan (24/03), - Masih ada sebagian orang yang tidak mengetahui bila Perang Dunia (PD) II, kota Tarakan pernah menjadi saksi bisu dan lok...
-
TARAKAN - Deputy Mayor of Tarakan Suhardjo together elements Tarakan Muspida and community leaders on Friday (11/03/2011) went to the Tax O...
-
Akhir September, Target Penyelidikan Tuntas TARAKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan saat ini masih mengumpulkan keterangan dan data ata...
Label
Agama
(23)
Anggaran
(2)
Barongsai
(1)
BAZ
(2)
BBM
(17)
Bencana Alam
(1)
Budaya
(5)
CPNS
(2)
Cuaca
(2)
Ekonomi
(25)
English
(3)
Expo
(1)
Fasilitas
(28)
Galeri Foto
(21)
Gas
(4)
Hiburan
(9)
HUT Tarakan
(2)
Iklim
(1)
Kampus
(1)
Kasus
(4)
Kebersihan
(5)
Kecelakaan
(4)
Kehutanan
(3)
Kejaksaan
(1)
Kelurahan
(4)
Kependudukan
(1)
Kesehatan
(23)
Keuangan
(1)
KNPI
(2)
Komunitas
(4)
Koperasi
(12)
Korupsi
(2)
Kriminal
(26)
KTP
(9)
Lingkungan Hidup
(7)
Lowongan Kerja
(5)
Migas
(2)
Narkoba
(2)
Olahraga
(32)
Pariwisata
(22)
Parlemen
(16)
PDAM
(5)
Pejabat
(1)
Pelayanan
(3)
Pemerintah
(35)
Pendidikan
(80)
Peraturan
(8)
Perbankan
(3)
Perikanan
(1)
Peristiwa
(27)
Perizinan
(1)
Pertambangan dan Energi
(2)
Pertanahan
(1)
Pertanian
(8)
Perumahan
(9)
Peternakan
(2)
PLN
(6)
PNS
(11)
Polisi
(2)
Politik
(7)
Polres
(11)
Prestasi
(38)
Proyek
(8)
Sembako
(1)
Serba Serbi
(8)
Sosial
(8)
Tarakan
(334)
Teknologi Informasi
(14)
Telpon
(1)
Tenaga Kerja
(2)
TNI-AD
(1)
TNI-AU
(4)
Transportasi
(35)
Walikota
(24)
Warga
(2)
