Junaedi : Taati Sajalah, Karena Ini Aturan Pusat
TARAKAN – Razia yang dilakukan Dinas Perhubungan Tarakan serta Kepolisian Resort Tarakan terhadap angkutan kota (angkot) yang menggunakan lapisan kaca film hitam dikeluhkan sebagian sopir angkot. “Kenapa dirobek,” kata salah satu sopir angkot, bernama Hasan. Ia mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya peraturan tentang ketebalan kaca film. Menurut dia, ketentuan tersebut tak pernah disosialisasikan sebelumnya. “Beberapa kali kita melakukan pemeriksaan uji KIR, dari pihak berwenang tidak pernah memberitahu apa-apa terkait ketebalan lapisan kaca film angkot,” kata Hasan.
Selain itu alasan mengapa dia menggunakan lapisan kaca film yang lebih tebal, karena banyaknya penumpang yang mengeluh kepanasan. “Kalau tidak ditutup panasnya masuk, buktinya dulu sebelum dipasang penumpang pada mengeluh, tapi setelah dipasang tidak ada lagi yang mengeluh. Kok malah sekarang disuruh buka,” kilah Muktar, sopir angkot lainnya.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Tarakan, Junaedi mengakui adanya keluhan dari sopir angkot. Namun, kata dia, keluhan tersebut merupakan hal yang wajar. Namun ia minta, sopir untuk taat. “Taati sajalah, karena ini sudah aturan dari pusat untuk kenyamanan para penumpang dan mencegah perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan,” pintanya.
Ia menegaskan, hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan nomor 439 tahun 1976 tentang ketebalan kaca film untuk angkutan umum harus tebus pandang 70 persen dan kegelapan 30 persen. Tak hanya itu, anjuran tersebut juga mengacu pada SK Gubernur Kaltim nomor 35 tahun 2002 tentang petunjuk teknis dan standar pelayanan minimum penyelenggaraan pengajuan berkala kendaraan bermotor. “Saat ini sasaran kita masih angkot atau yang memiliki izin trayek. Kedepan, diwacanakan mungkin akan dilakukan hal serupa ke kendaraan pribadi. Tapi itu ranahnya di pihak kepolisian,” tambah Dede, staf Bidang Angkutan Darat Dishub.
Hingga saat ini, berdasarkan hasil razia yang telah dilakukan belum lama ini selama dua kali tercatat sebanyak 5 angkot yang terjaring dalam kegiatan razia tersebut. “Ini akan kita lakukan secara rutin, tak hanya terkait masalah kaca filmnya tetapi juga pelanggaran kartu izin operasi trayek dan barang. Mengenai berapa lama kita tidak bisa menargetkan, yang jelas sampai tuntas,” tandas Junaedi.
Ia meminta agar angkot yang ada di Tarakan menggunakan kaca film yang ketebalannya 30 persen. “Jika menggunakan diatas 60 persen gelap dan tidak tembus melihat dari luar akan langsung dicopot di tempat,” tegasnya kembali. (sur)
Sumber : radartarakan (30 September 2011)
Redirect to TarakanBais
Jumat, 30 September 2011
Sopir Angkot Keluhkan Razia Kaca Film
.
Jumat, 30 September 2011
Entri Populer
-
TARAKAN – Ketua Umum Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana, Kiki Pramono Edhie mewanti-wanti para istri tentara untuk tid...
-
Warga Sebengkok yang Waswas Musibah Tanah Longsor TARAKAN - Jika Tarakan diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang cukup l...
-
Ditargetkan Rampung Desember, Sungai Sebengkok Tunggu Tahun Depan TARAKAN -Perlahan tapi pasti, penanggulangan banjir terus diupayakan oleh ...
-
Salamah Berharap Bisa Jadi Contoh bagi Penghuni Lainnya TARAKAN – Salah satu keluarga pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) yang menempati r...
-
Harga Komoditi Sembako Lainnya Tetap Stabil TARAKAN – Harga kebutuhan dasar berupa beras kini terus beranjak naik sejak beberapa bulan tera...
-
Hingga September Penderita 196 Orang TARAKAN – Tarakan dan sekitarnya mulai memasuki musim hujan. Diperkirakan Badan Meteorologi Klimatolog...
-
Titipkan Catatan Buat Pemkot TARAKAN – Setelah sepekan mengajukan 4 rancangan peraturan daerah (raperda), akhinya kemarin DPRD Kota Tarakan...
-
TARAKAN – Ada kabar terbaru soal kasus dugaan penyimpangan pada pembebasan lahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN Tarakan di ...
-
Dari 95 Rumah Sewa, Baru 60 yang Mengurus izin TARAKAN -Lurah Kampung Satu Skip, Benny Purwanto meyakinkan bahwa tak semua rumah kos dan rum...
-
Ternyata, banyak rumah susun yang dibangun pemerintah pusat dan secara fisik telah rampung, namun tak kunjung dihuni. Termasuk di Tarakan d...
Label
Agama
(23)
Anggaran
(2)
Barongsai
(1)
BAZ
(2)
BBM
(17)
Bencana Alam
(1)
Budaya
(5)
CPNS
(2)
Cuaca
(2)
Ekonomi
(25)
English
(3)
Expo
(1)
Fasilitas
(28)
Galeri Foto
(21)
Gas
(4)
Hiburan
(9)
HUT Tarakan
(2)
Iklim
(1)
Kampus
(1)
Kasus
(4)
Kebersihan
(5)
Kecelakaan
(4)
Kehutanan
(3)
Kejaksaan
(1)
Kelurahan
(4)
Kependudukan
(1)
Kesehatan
(23)
Keuangan
(1)
KNPI
(2)
Komunitas
(4)
Koperasi
(12)
Korupsi
(2)
Kriminal
(26)
KTP
(9)
Lingkungan Hidup
(7)
Lowongan Kerja
(5)
Migas
(2)
Narkoba
(2)
Olahraga
(32)
Pariwisata
(22)
Parlemen
(16)
PDAM
(5)
Pejabat
(1)
Pelayanan
(3)
Pemerintah
(35)
Pendidikan
(80)
Peraturan
(8)
Perbankan
(3)
Perikanan
(1)
Peristiwa
(27)
Perizinan
(1)
Pertambangan dan Energi
(2)
Pertanahan
(1)
Pertanian
(8)
Perumahan
(9)
Peternakan
(2)
PLN
(6)
PNS
(11)
Polisi
(2)
Politik
(7)
Polres
(11)
Prestasi
(38)
Proyek
(8)
Sembako
(1)
Serba Serbi
(8)
Sosial
(8)
Tarakan
(334)
Teknologi Informasi
(14)
Telpon
(1)
Tenaga Kerja
(2)
TNI-AD
(1)
TNI-AU
(4)
Transportasi
(35)
Walikota
(24)
Warga
(2)
