Selasa, 06 September 2011

Pelindo Nilai Penuhi Syarat

. Selasa, 06 September 2011

Area dan Fasilitas Malundung Tarakan untuk Pelabuhan Impor Tertentu

TARAKAN – Manajer Teknik PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Tarakan, Fahrurozi sangat yakin, Pelabuhan Malundung siap menjadi pelabuhan impor maupun ekspor. Kesiapan tersebut antara lain terlihat dengan telah dijadikannya pelabuhan ini menjadi kawasan pabean.

Menurut Fahrurozi, menjadi kawasan kepabeanan, maka di Pelabuhan Malundung akan diberikan wewenang untuk melakukan penimbunan barang impor dan atau ekspor di kawasan pabean. Selain untuk tujuan impor dan ekspor, barang dilarang untuk ditimbun, dimasukkan atau dikeluarkan dari kawasan pabean kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya.

Selain itu, dengan keluarnya penetapan kawasan pabean ini, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Tarakan akan berbenah untuk perubahan status menjadi KPPBC Tipe Madya Tarakan. Persiapan pembenahan internal dari KPPBC ini sendiri dimulai dari akan ditambahnya jumlah pegawai di lingkungan kantor dan perubahan tipe pelayanan yang akan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Selain di internal, pembenahan juga akan dilakukan di pelabuhan malundung khususnya kawasan pabean melalui penambahan sarana dan prasarana untuk Bea dan Cukai.

Sarana yang akan ditunjang di kawasan pabean ini antara lain pembangunan gudang untuk penimbunan barang impor dan ekspor, peningkatan fasilitas pemeriksaan barang yang datang dan akan dikirim keluar negeri.

“Untuk menjadi kawasan pabean, area pelabuhan saat ini sudah siap. Jadi tidak mutlak harus ditambah areanya, kondisional saja, manfaatkan yang ada dulu. zonasisasi atau floting area untuk dijadikan gudang dan fasilitas lainnya juga sudah kita serahkan kepada Bea Cukai layoutnya,” terang Fahrurozi kepada Radar Tarakan kemarin (5/9).

Apalagi saat ini yang menjadi target awal adalah melegalkan perdagangan impor dalam skala kecil, yakni antara pedagang wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia yang telah terbangun sejak puluhan bahkan ratusan tahun lamanya. Makanya, untuk area dan fasilitas pelabuhan menurutnya sudah memenuhi syarat, tinggal bagaimana pemerintah kota beserta instansi terkait mengurus perizinan atau surat keputusan dari Kementerian Perdagangan agar Malundung dapat segera menjadi pelabuhan Impor barang tertentu.

“Karena untuk impor ekspor harus melalui kawasan pabean dan kita sudah memenuhi itu. Tinggal izinnya,” kata Fahrurozi lagi.

Lanjut Fahrurozi menjelaskan, Pelabuhan Malundung saat ini juga sudah dilakukan assesment pengamanan pelabuhan oleh RSO Yapahindo. Sebuah lembaga konsultan yang bertugas memberikan saran terhadap kelengkapan dokumen, sarana-sarana, fasilitas, prosedur dan segala sesuatu untuk menjadi pelabuhan dengan sistem pengamanan Comply ISPS-Code (Internasional Scurity Parte Sytem-Code). Sistem pengamanan Comply ISPS-Code ini akan menunjang Malundung menjadi pelabuhan internasional agar kapal-kapal asing dapat masuk dengan mudah ke Pelabuhan Malundung.

Dengan sistem pengamanan Comply ISPS-Code kapal asing yang masuk ke Pelabuhan Malundung tidak akan diperikasa lagi, dan ini menjadi pertimbangan untuk kemudahan kapal asing yang akan keluar masuk pelabuhan karena prosesnya tidak ribet. Jika tidak memiliki sertifikasi Comply ISPS-Code, setiap kapal asing yang sandar akan diperiksa di pelabuhan, baik mengenai barang-barang dikapal, orang-orang yang bekerja dan sebagainya. Ini yang membuat perusahaan kapal selalu berfikir untuk sandar di pelabuhan yang tidak memiliki sertifikasi Comply ISPS-Code.

“Dengan sistem tersebut akan mempermudah kapal perusahaan asing sandar di pelabuhan. Jadi tidak akan diperiksa lagi karena sudah dinyatakan bersih terhadap keamanan,” terang Fahrurozi.

Ada beberapa perusahaan kapal asing seperti di negara Amerika dan negara-negara Eropa lainnya yang selalu menjadikan sistem Comply ISPS-Code ini sebagai persyaratan untuk keluar masuk di pelabuhan suatu daerah. Jika tidak ada sistem tersebut mereka tidak akan sandar. Karena itu, Comply ISPS-Code ini selalu menjadi persyaratan beberapa perusahaan kapal agar mempermudah mereka sandar. Selain itu, jika mereka sudah sandar di pelabuhan dengan sistem pengamanan Comply ISPS-Code, maka saat mereka meneruskan perjalanan dan singgah di pelabuhan lainnya dengan sistem pengamanan sama maka kapal tersebut juga tidak akan diperiksa kembali karena telah dinyatakan clean.

Sertifikasi Comply ISPS-Code ini telah dilakukan sejak Juli lalu dan diperkirakan 3 bulan kedepan segera akan dikeluarkan hasil dan penetapan Malundung menjadi pelabuhan dengan sistem pengamanan Comply ISPS-Code oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

“Yang akan mengeluarkan sertifikasi ini Dirjen Perhubungan Laut, kemungkinan dalam waktu tiga bulan ke depan. Jadi dengan pengamanan pelabuhan seperti itu, diharapkan juga perdagangan dan perekonomian di Tarakan semakin meningkat,” timpal Suryatno Seran, Manajer Keuangan PT Pelindo Tarakan.(jnu)

Sumber : radartarakan (6 September 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com