TARAKAN – Gubernur Kalimantan Timur Haji Awang Faroek Ishak dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Walikota Tarakan Suhardjo Trianto mengaku bersyukur karena kehidupan antar umat beragama di Kalimantan Timur (Kaltim) selama ini terjalin cukup harmonis. Tidak ada hal-hal atau masalah-masalah yang dapat mengganggu dan meresahkan para pemeluk agama dalam menjalankan ibadah atau peribadatannya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Akan tetapi pemerintah provinsi Kaltim menyadari sepenuhnya, bahwa kedepan tuntutan dan tantangan perubahan semakin hari semakin kompleks dan beragam. Termasuk tuntutan perubahan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara.
“Dari itu, pembangunan bidang agama merupakan bagian yang sangat penting,” kata Suhardjo pada rapat koordinasi Pembina Peribadatan Wilayah Perbatasan Kalimatan Timur, di hotel Padma, Kamis (28/7) malam.
Dikatakan, pemerintah tidak membedakan antara agama yang satu dengan yang lainnya. Setiap umat beragama dijamin hak-haknya untuk menjalankan ibadah dan mendapatkan (menuntut) ilmu pengetahuan keagamaannya masing-masing. Pembangunan bidang keagamaan juga tidak hanya terfokus pada wilayah pantai maupun perkotaan, akan tetapi untuk seluruh warga masyarakat Kaltim hingga yang berada di daerah perbatasan. Pembangunan bidang keagamaan, tidak hanya dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, namun lebih dari itu bagi masyarakat perbatasan.
Yang lebih utama adalah, agar kehidupan umat beragama di wilayah perbatasan tetap berkembang biak dalam bingkai NKRI. Hingga kini Kaltim dalam keadaan aman dan kondusif, kondisi demikian ini hendaknya terus dijaga dan dipertahankan. Hindari isu-isu yang tidak bertanggungjawab, ancaman terror, fitnah, hasutan, adu domba, benturan dan gesekan-gesekan bernuansa politik maupun SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa. “Sehubungan dengan beberapa hal yang saya kemukakan tersebut, maka saya mengharapkan agar kegiatan koordinasi ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam rangka menghasilkan rumusan dan keputusan-keputusan penting terkait pembangunan bidang keagamaan pada umumnya dan untuk pembinaan peribadatan keagamaan di wilayah perbatasan pada khususnya,” kata Suhardjo.
Kepada pemerintah kota Tarakan, pemerintah kabupaten wilayah perbatasan (Kutai Barat, malianau dan Nunukan), narasumber dari Pusat dan Daerah, gubernur memberikan dukungan yang positif. “Kehadiran kita bersama dalam kegiatan koordinasi ini, semoga dapat kita jadikan sebagai momentum yang berharga dan sebagai pemacu semangat kita dalam menggalang dan membina kerukunan umat dan antar umat beragama, sebagai faktor fundamental dan bersifat menentukan bagi terwujudnya keamanan daerah dan stabilitas nasional,” pesan Gubernur.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal. jajaran pemerintah kabupaten kawasan Perbatasan-Kutai Barat, Malinau dan Nunukan, jajaran Kementerian Agama Provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltim, pimpinan organisasi, pemuka dan tokoh agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha.(ddq)
Sumber : radartarakan.co.id (30 Juli 2011)
Redirect to TarakanBais
Minggu, 31 Juli 2011
Pembangunan Keagamaan Sampai ke Perbatasan
.
Minggu, 31 Juli 2011
Entri Populer
-
TARAKAN - Penyakit hipertensi yang disertai dengan kejang-kejang, dan pendarahan pada ibu hamil ternyata masih menyebabkan tingginya angka...
-
TARAKAN - Sejumlah tokoh masyarakat yang mewakili korban kerusuhan di Tarakan, mendatangi kantor Walikota Tarakan, Selasa (9/8/2011). Merek...
-
TARAKAN – Sekitar pukul 05.30 Wita pagi atau usai melaksanakan salat subuh Rabu (28/9) kemarin, sebagian warga Tarakan bersama-sama menggel...
-
DPRD Tarakan Setujui Pengalihan Aset Universitas Borneo TARAKAN - Mendekati perubahan status menjadi negeri, Universitas Borneo (UB) semak...
-
TARAKAN - Demi mengamankan Kota Tarakan agar tetap kondusif dari hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Tarakan mendapatkan Bantuan Keamana...
-
TARAKAN –Penyelidikan kasus pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sungai Maya, Tarakan Utara, t...
-
TARAKAN - Pasangan suami istri Suparmin (65 tahun) dan Hj Sri Ningsih (60 tahun) keluar sebagai Juara Pertama Lomba Keluarga Sakinah Tingka...
-
TARAKAN - Untuk keempat kalinya, Tarakan menerima anugerah piala Adipura . Ini membuktikan bahwa seluruh masyarakat Tarakan dapat mempertah...
-
TARAKAN - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan KH Zainuddin Dalila mengingatkan kepada seluruh prajurit di lingkungan Kodim 090...
-
RENCANA pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga uap (PLTU) berkapasitas 4x7 Megawatt (MW) di Sungai Maya Kelurahan Juata Laut Kecamatan Taraka...
Label
Agama
(23)
Anggaran
(2)
Barongsai
(1)
BAZ
(2)
BBM
(17)
Bencana Alam
(1)
Budaya
(5)
CPNS
(2)
Cuaca
(2)
Ekonomi
(25)
English
(3)
Expo
(1)
Fasilitas
(28)
Galeri Foto
(21)
Gas
(4)
Hiburan
(9)
HUT Tarakan
(2)
Iklim
(1)
Kampus
(1)
Kasus
(4)
Kebersihan
(5)
Kecelakaan
(4)
Kehutanan
(3)
Kejaksaan
(1)
Kelurahan
(4)
Kependudukan
(1)
Kesehatan
(23)
Keuangan
(1)
KNPI
(2)
Komunitas
(4)
Koperasi
(12)
Korupsi
(2)
Kriminal
(26)
KTP
(9)
Lingkungan Hidup
(7)
Lowongan Kerja
(5)
Migas
(2)
Narkoba
(2)
Olahraga
(32)
Pariwisata
(22)
Parlemen
(16)
PDAM
(5)
Pejabat
(1)
Pelayanan
(3)
Pemerintah
(35)
Pendidikan
(80)
Peraturan
(8)
Perbankan
(3)
Perikanan
(1)
Peristiwa
(27)
Perizinan
(1)
Pertambangan dan Energi
(2)
Pertanahan
(1)
Pertanian
(8)
Perumahan
(9)
Peternakan
(2)
PLN
(6)
PNS
(11)
Polisi
(2)
Politik
(7)
Polres
(11)
Prestasi
(38)
Proyek
(8)
Sembako
(1)
Serba Serbi
(8)
Sosial
(8)
Tarakan
(334)
Teknologi Informasi
(14)
Telpon
(1)
Tenaga Kerja
(2)
TNI-AD
(1)
TNI-AU
(4)
Transportasi
(35)
Walikota
(24)
Warga
(2)
